alexametrics

Ujaran Kebencian Masif di Medsos, Kepala BSSN: Itu Masalah Etika

29 Mei 2019, 02:12:20 WIB

JawaPos.com – Masifnya penyebaran konten bernada ujaran kebencian di media sosial (medsos) beberapa waktu ke belakang tentu membuat masyarakat resah. Bahkan, akses ke medsos juga sempat dibatasi pada Rabu (22/5) lalu.

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian menilai bahwa penyebaran ujaran kebencian yang masif di medsos merupakan masalah etika. Perilaku ini tertanam dan sudah diajarkan sejak kecil. Selain itu, pendidikan juga dikatakan menjadi faktor penting.

“Kita sejak kecil sudah diajarkan tata krama, sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Kita harap di dunia siber yang tidak saling terlihat (maya) tidak lagi digunakan untuk ujaran kebencian. Mudah-mudahan sistem pendidikan kita, juga peranan orang tua, bisa mencegah hal negatif di dunia siber,” tutur Hinsa di kantor BSSN, Jakarta, Senin (27/5).

Dengan begitu, lanjut Hinsa, urusan ujaran kebencian dan medsos nantinya bukan menjadi urusan pemerintah lagi. Melainkan menjadi tanggung jawab bersama sebagai warga Indonesia. “Masa urusan begitu juga harus pemerintah (yang urus), yang maki-maki itu kan masalah etika, sopan santun, ini yang harus ditanamkan pada individu masing-masing,” sambungnya.

Sebagai informasi, Hinsa sendiri belum lama menjabat Kepala BSSN yang menggantikan Djoko Setiadi. Hinsa meyakini bahwa dengan pendekatan etika dapat mencegah adanya ujaran kebencian di platform jejaring sosial.

Pada kesempatan tersebut, Hinsa turut pula berharap dan mengimbau agar para buzzer di media sosial tidak turut memperkeruh situasi yang terjadi di dunia nyata karena imbas dari dunia maya. “Kita imbaulah. Tindakan atau kegiatan (menyebarkan ujaran kebencian) itu hentikan, tidak ada gunanya,” pungkasnya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads