alexametrics

Memanfaatkan Teknologi Cloud AWS untuk Mitigasi Bencana

28 April 2021, 20:24:02 WIB

JawaPos.com – Cauayan City merupakan kota tier tiga yang terletak di bagian utara Filipina. Kota dengan jumlah penduduk 160 ribu jiwa yang mengandalkan pertanian sebagai sumber pendapatan utama ini tercatat sebagai kota dengan pendapatan terendah secara nasional.

Satu hal yang menjadi perhatian terhadap kota ini adalah deraan bencana yang kerap menghampiri Cauayan City. Dalam setahun, kota ini bisa dilanda 20 angin puyuh. Pada tahun lalu saja, Cauayan City dihantam 4 angin puyuh berkategori super-typhoon. Selain itu, Cauayan City tahun lalu juga mengalami banjir terparah dalam kurun 40 tahun terakhir.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah, pertanian dan mengganggu mata pencaharian penduduk setempat. Dibutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk mengukur dampak yang ditimbulkan serta melakukan pembangunan kembali. Memperhitungkan keselamatan dan keamanan, efisiensi dan akurasi, Cauayan City menerapkan solusi berbasis teknologi cloud atau komputasi awan untuk memitigasi bencana.

Seperti apa solusi yang diterapkan untuk membantu Cauayan City melakukan mitigasi bencana? Adalah Graffiquo, startup asal Singapura yang didirikan pada tahun 2019 yang mengembangkan solusinya. Graffiquo menyediakan visualisasi dan permodelan tiga dimensi (3D) pada teknologi sistem informasi geografis (GIS). Mereka telah memetakan sekitar 636-kilometer persegi wilayah di sekitar kawasan Asia Tenggara, termasuk di Singapura, Filipina, Vietnam dan Malaysia.

Untuk mendapatkan visual yang akurat, Graffiquo melatih tim pilot drone yang terdiri dari penduduk Cauayan City untuk mengambil gambar sekeliling kota. Foto-foto tersebut lalu diproses di platform Graffiquo yang dinamakan Digital Twin. Graffiquo juga menempatkan jaringan kamera smart city, sensor IoT, sensor air dan CCTV di sekeliling kota untuk mendapatkan data yang terus-menerus diperbarui.

Dengan menggunakan Digital Twin, pengambil keputusan seperti Walikota Bernard Faustino Dy dapat melihat model 3D Cauayan City dari layar komputer untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam. Ini menjadi sangat berguna ketika terjadi bencana, karena peninjauan dan analisis dampak bencana dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial pada Digital Twin tanpa perlu mengirimkan orang ke lapangan.

Dari kiri ke kanan: Tan Lee Chew, Managing Director for ASEAN, Worldwide Public Sector, AWS, , Mayor Bernard Faustino Dy, Walikota Cauayan City dan  Goh Seok Mei, CEO Graffiquo. (Istimewa)

Walikota Bernard hanya perlu melakukan input angka pada platform Graffiquo dan komputer yang akan menjalankan semua kalkulasinya untuk mendapatkan data-data penting, seperti tingkat kedalaman air, nilai ekonomi dari kerusakan yang terjadi, jembatan mana saja yang masih bisa dilewati dan mana yang tidak, imbas terhadap hasil panen, dan komunitas-komunitas yang paling terdampak.

Data-data ini berguna untuk mendukung proses evakuasi serta penyaluran bantuan sosial. Dengan data-data tersebut, walikota dapat memberikan estimasi yang akurat kepada pemerintah pusat. Sebelum menggunakan Graffiquo, Walikota Bernard menuturkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara acak dan diberikan kepada siapa saja tanpa pertimbangan khusus.

“Namun sekarang, pemerintah kota Cauayan City dapat membantu lebih dari 7 ribu keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan menghadirkan pendekatan yang lebih tepat guna untuk mempercepat pemulihan secara efektif,” ujarnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM

Saksikan video menarik berikut ini: