alexametrics

Equnix Ungkap Tantangan dan Keuntungan Migrasi Oracle ke PostgreSQL

27 Maret 2019, 19:11:47 WIB

JawaPos.com – Enterprise PostgreSQL Professionals Gathering (EPPG) suksek digelar di Jakarta, Rabu (27/3). Acara yang dihelat PT Equnix Business Solutions (Equnix) dengan topik ‘Migrasi dari Oracle ke PostgreSQL’ ini menyasar kalangan profesional. Tujuannya sebagai upaya memberikan edukasi dari berbagai perspektif, baik teknis maupun bisnis, tentang tantangan dan solusi agar proses migrasi bisa dilakukan dengan baik, terkontrol, dan tidak berpotensi menimbulkan masalah di masa mendatang.

CEO Equnix Julyanto Sutandang mengungkapkan, proses migrasi dari Database Management System (DBMS) Oracle ke PostgreSQL pada sebuah sistem produksi kritikal bukanlah perkara mudah. Perlu adanya penilaian, analisis, perencanaan, dan perhitungan yang matang serta menyeluruh agar tidak menimbulkan masalah lain di kemudian hari.

“Acara ini membahas segala sesuatu tentang proses migrasi dari Oracle ke PostgreSQL, potensi masalah, cara mengatasi kendala, dan keindahan menggunakan PostgreSQL dalam database misi kritikal berperforma tinggi,” katanya dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Rabu (27/3).

Dia mengklaim, saat ini ada banyak perusahaan kelas menengah hingga atas yang telah menggunakan Object Relational Database Management System (ORDBMS) PostgreSQL sebagai bagian dari sistem misi kritikal. PostgreSQL bahkan disebut merupakan RDBMS dengan fitur paling lengkap di dunia dan dinobatkan sebagai DBMS of the Year 2018 oleh DB-Engine.

“Performa PostgreSQL yang dikelola oleh ahlinya mampu bekerja lebih unggul dibandingkan dengan database Oracle. Selain kemandirian berkat lisensi non-komersial berbasiskan Open Source, PostgreSQL memiliki skalabilitas lebih baik dibandingkan dengan Oracle,” katanya.

Meski demikian, potensi penggunaannya masih sangat besar karena ada banyak korporasi yang belum melakukan migrasi dari Oracle ke PostgreSQL. “Equnix berhasil menghemat biaya lebih dari Rp 300 miliar, juga menghindarkan biaya yang dikeluarkan oleh klien untuk membayar solusi software database berbayar. Hal ini berarti pula turut menghemat cadangan devisa negara,” jelas Julyanto Sutandang.

Sementara itu, Division Head-IT Operation & Support, PT EDI Indonesia, Misbakhul Munir menambahkan, saat menggunakan solusi closed source, tim operasional disibukkan oleh patch, maintenance, dan tindakan lainnya yang harus dilakukan. “Setelah melakukan migrasi ke PostgreSQL, tentunya oleh penanganan dari ahlinya, benar-benar menjadi solusi yang menyeluruh dan sangat memuaskan“, katanya.

Bagi Equnix, EPPG merupakan acara pertama yang digelar secara profesional, di luar acara komunitas. Sebelumnya, Equnix telah menyelenggarakan banyak acara sosialisasi PostgreSQL dalam bentuk komunitas dan telah menggelar empat kali PostgreSQL Meetup di Jakarta dan Bandung. EPPG ini mengawali acara serupa yang akan membahas topik khusus yang berbeda setiap dua bulan.

Editor : Fadhil Al Birra

Equnix Ungkap Tantangan dan Keuntungan Migrasi Oracle ke PostgreSQL