Investigasi Kasus Kriminal, FBI Berencana Pakai Malware Pegasus

24 November 2022, 21:04:37 WIB

JawaPos.com – Biro Investigasi Federal (FBI) dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menggunakan spyware Pegasus NSO Group dalam investigasi kriminal. Hal ini terkuak pertama kali dalam laporan The New York Times.

Antara akhir 2020 dan awal 2021, pejabat agensi berada dalam tahap lanjutan pengembangan rencana untuk memberi pengarahan kepada pimpinan FBI tentang perangkat lunak. Laporan dokumen biro internal dan catatan pengadilan ini juga berhasil dilihat oleh The Times.

Dokumen-dokumen itu juga mengungkapkan biro telah mengembangkan pedoman untuk jaksa federal yang merinci bagaimana penggunaan Pegasus oleh FBI perlu diungkapkan selama kasus pengadilan.

Berdasarkan dokumen tersebut, tidak jelas apakah FBI telah mempertimbangkan untuk menggunakan spyware terhadap warga Amerika. Awal tahun ini, The Times menemukan bahwa agensi tersebut telah menguji Phantom, versi Pegasus yang dapat menargetkan nomor ponsel Amerika Serikat (AS).

Pada Juli 2021, FBI akhirnya memutuskan untuk tidak menggunakan Pegasus dalam investigasi kriminal. Itu bulan yang sama saat Washington Post menerbitkan penyelidikan yang mengklaim perangkat lunak tersebut telah digunakan untuk mengkompromikan telepon dua wanita yang dekat dengan jurnalis Saudi yang terbunuh yakni Jamal Khashoggi.

Beberapa bulan kemudian, AS menempatkan pencipta Pegasus NSO Group di daftar entitas Departemen Perdagangan, sebuah sebutan yang mencegah perusahaan AS melakukan bisnis dengan perusahaan tersebut.

Terlepas dari keputusan untuk tidak menggunakan Pegasus, FBI mengindikasikan tetap terbuka untuk menggunakan spyware di masa mendatang. “Hanya karena FBI akhirnya memutuskan untuk tidak menggunakan alat tersebut untuk mendukung investigasi kriminal, bukan berarti itu tidak akan menguji, mengevaluasi, dan berpotensi menyebarkan alat serupa lainnya untuk mendapatkan akses ke komunikasi terenkripsi yang digunakan oleh penjahat,” kata sebuah pengarahan hukum yang diajukan oleh FBI bulan lalu.

Dokumen-dokumen itu tampaknya menyajikan gambaran yang berbeda tentang minat agen tersebut di Pegasus dari pada yang dibagikan oleh Direktur FBI Chris Wray dengan Kongres selama sidang tertutup Desember lalu.

“Jika maksud Anda apakah kami menggunakannya dalam penyelidikan kami untuk mengumpulkan atau menargetkan seseorang, jawabannya adalah seperti yang saya yakin, tidak,” dia mengatakan dalam menanggapi pertanyaan dari Senator Ron Wyden.

“Alasan mengapa saya melakukan lindung nilai, dan saya ingin transparan, karena kami telah memperoleh beberapa alat mereka untuk penelitian dan pengembangan. Dengan kata lain, untuk mengetahui bagaimana orang jahat bisa menggunakannya, misalnya,” tandas Wray.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads