alexametrics

Kemendikbud Gandeng Samsung Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia

24 September 2019, 01:48:47 WIB

JawaPos.com – Dunia pendidikan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia). Hal itu terwujud dari kemitraan Kemendikbud dan Samsung melalui program Samsung Indonesia Cerdas. Dalam program ini, Samsung dan Kemendikbud menyasar peningkatan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik Indonesia.

Program Samsung Indonesia Cerdas memperkuat kemitraan pemerintah dan swasta di bidang pendidikan. Kemitraan ini berfokus pada peningkatan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Perjanjian kemitraan ini meliputi antara lain penyelarasan kurikulum, pengembangan proses pembelajaran dengan pemanfaatan gadget dan sistem elektronik, pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan, serta perekrutan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan kebutuhan industri.

Kesepakatan Samsung Indonesia Cerdas ditandatangani pada Senin (23/09), oleh Jae Hoon Kwon, Presiden PT Samsung Electronics Indonesia dan mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Didik Suhardi, Ph.D yang merupakan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Kami mendukung pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan membangun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta mendorong kegiatan belajar mengajar yang lebih menarik dan sesuai dengan generasi zaman sekarang, yaitu digital native. Kami senang dapat memperkuat kemitraan dengan Kemendikbud melalui perjanjian kerja sama ini sehingga dapat memberikan dukungan yang lebih strategis,” ungkap Jae Hoon Kwon.

Program untuk pendidikan di bawah Citizenship Samsung telah dimulai secara intensif sejak 2013. Di antaranya adalah program Samsung Tech Institute (STI) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang meliputi penyelarasan kurikulum serta pelatihan guru, dan program Samsung Smart Learning Class (SSLC), yang memperkenalkan fasilitas kelas pintar berbasis teknologi di sekolah. Hingga kini ada 69 SMK yang telah mengadopsi program STI dan 8 SMA,1 SD, 1 SMP, dan IGI yang telah memiliki fasilitas SSLC dan akses pembelajaran digital.

“Kami berharap kemitraan dengan pemerintah dapat membuka kesempatan yang lebih luas agar lebih banyak sekolah, guru, maupun murid bisa mendapatkan manfaat dari program-program kami,” imbuh Jae Hoon Kwon.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Didik Suhardi, Ph.D, menyambut baik kemitraan antara Kemendikbud dengan Samsung. Menurutnya, kemitraan strategis publik dan swasta menjadi salah satu fokus dari Kemendikbud.

“Kami menyambut baik kemitraan dengan Samsung melalui program Samsung Indonesia Cerdas, karena dengan dukungan pihak swasta seperti ini, kualitas pendidikan di Indonesia dapat lebih maksimal peningkatannya. Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, dan membantu menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia,” sebut Didik.

Masih tingginya angka pengangguran di SMK telah mendorong pemerintah melakukan revitalisasi SMK. Samsung telah secara aktif mendukung program tersebut sejak 2017 lewat program Samsung Tech Institute yang menyediakan kurikulum dan materi pelatihan perbaikan alat-alat elektronik untuk SMK, seperti perbaikan TV, smartphone, dan peralatan elektronik rumah tangga yang sejajar dengan keterampilan dasar yang ditetapkan oleh Samsung Service Center.

Selain penyelarasan kurikulum, Samsung juga memfasilitasi praktek kerja lapangan(PKL) maupun penempatan kerja lulusan STI di Samsung Service Center dan afiliasinya, sesuai dengan kebutuhan industri.

Tercakup dalam program Samsung Indonesia Cerdas adalah pelatihan guru dan tenaga kependidikan. Ini mempertajam proses pelatihan yang selama ini telah difasilitasi Samsung, khusus untuk program STI Samsung menjalin kerja sama dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang menyelenggarakan diklat dalam Bidang Otomotif dan Elektronika (PPPTK BOE) Malang.

PPTK BOE Malang adalah sebuah lembaga pengembangan dan peningkatan kompetensi profesional, di bawah Direktorat Guru dan Tenaga Kerja (Dirjen GTK), dan terdiri dari tenaga pengajar instruktur berkompetensi tinggi dengan pengalaman di dalam dan luar negeri, khususnya Swiss dan Jerman. Bersama PPPTK BOE Malang, Samsung melakukan bedah elektronik untuk mempertajam kurikulum, juga untuk memberikan pelatihan, serta pendampingan bagi guru-guru yang sekolahnya telah mengadopsi program STI.

Generasi Z atau para Digital Native, kini dapat dengan mudah mengakes informasi melalui smartphone atau gadget. Guru dan tenaga pendidik harus bisa up-date dengan kecanggihan teknologi yang justru dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi untuk memperkaya materi ajar, maupun dimanfaatkan untuk membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan tentunya memudahkan bagi guru.

Dalam program SSLC, selain fasilitas kelas pintar yang lengkap, Samsung mendukung guru melalui pelatihan pemanfaatan gadget seperti tablet dalam kegiatan mengajar. Guru diberikan pelatihan memanfaatkan Learning Management System (LMS) maupun E-book sebagai pendukung yang telah disediakan Samsung dalam setiap fasilitas SSLC. LMS memudahkan guru dalam memberikan materi bagi murid, termasuk pengajaran dalam bentuk video sehingga murid dapat mengulangnya secara mandiri dengan mudah di rumah, tanpa guru harus mengulang penjelasan berkali-kali.

Editor : Edy Pramana



Close Ads