alexametrics

Imbangi Kemajuan Teknologi, Manusia Harus Bisa Beradaptasi

24 Januari 2022, 11:37:16 WIB

JawaPos.com – Tak bisa dipungkiri kemajuan teknologi telah membawa disrupsi buat banyak kehidupan manusia. Hadirnya teknologi yang punya peran memudahkan di sisi lain juga membawa ancaman lain misalnya dikhawatirkan menggantikan peran manusia itu sendiri.

Hal ini sebelumnya juga pernah diutarakan oleh Presiden Joko Widodo yang pada beberapa kesempatan menyebut kalau peranan Aparatur Sipil Negara (ASN) mungkin saja bisa digantikan oleh sebuah teknologi robot. Hal itu disampaikan Jokowi atas keinginannya membuat sistem birokrasi yang cepat, sederhana, dan tak bertele-tele.

Isu seperti ini sebetulnya sudah lama bergulir. Kekhawatiran kalau teknologi akan menggantikan peranan manusia sepenuhnya sudag cukup lama dipikirkan khususnya pada sektor-sektor pekerjaan yang banyak terdampak dengan tenaga manusia akhirnya memang benar-benar diganti oleh teknologi robot.

Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G.Plate menyebut, bahwa manusia sebetulnya tidak perlu khawatir. Alih-alih bingung bahwa banyak pekerjaan akan digantikan robot, Johnny meminta generasi muda saat ini untuk lebih bisa beradaptasi dengan keadaan.

Caranya, dengan mendorong setiap orang untuk terus meningkatkan kualitas diri seiring proyeksi jumlah dan jenis pekerjaan baru akibat adopsi teknologi.

“Diproyeksikan akan terdapat 85 juta pekerjaan lama yang mungkin hilang dan 97 juta pekerjaan baru yang mungkin muncul, ini akibat pembagian kerja antara manusia, mesin, dan algoritma. Hal tersebut menuntut peningkatan keterampilan bidang digital dan soft skills,” ujarnya, belum lama ini.

Berdasarkan laporan dari The Future of Jobs dari World Economic Forum, pada tahun 2025 akan terdapat 43 persen pelaku industri yang melakukan reduksi atau pengurangan jumlah tenaga kerja sebagai konsekuensi dari penerapan integrasi teknologi.

Menurut Johnny, peningkatan keterampilan digital dan soft skills selaras dengan perkembangan teknologi untuk tenaga kerja khususnya generasi muda Indonesia dapat dilakukan melalui upskilling dan reskilling.

“Adapun jenis pekerjaan baru yang muncul dan semakin meningkat permintaan diantaranya data analyst dan scientist, big data specialist, AI and machine learning specialist, digital marketing and strategy specialist,” lanjut Johnny.

Dia melanjutkan, ada juga beberapa jenis pekerjaan lain yang akan berkembang seperti renewable energy engineers, process automation specialist, internet of things specialist, digital transformation specialist, business services and administration managers; dan business development professionals.

Johnny menegaskan pemerintah akan terus mendorong sektor privat atau perusahaan swasta di Indonesia dari berbagai bidang untuk pemenuhan kebutuhan SDM yang sesuai dengan kebutuhan di masa depan.

“Oleh karena itu, kami tentunya sangat menyambut baik inisiatif sektor privat dalam melakukan pengembangan sumber daya manusia, seperti apa yang dilakukan oleh Media Group melalui Online Scholarship Competition (OSC),” ungkapnya.

Adapun pemerintahan dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024 dikatakan Johnny memiliki lima poin penting, salah satunya pembangunan sumber daya manusia.

Disamping pembangunan sumberdaya manusia, Johnny mengklaim kalau pemerintah juga mempercepat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur, mengundang investasi seluas-luasnya untuk membuka lapangan pekerjaan, reformasi birokrasi, dan APBN yang fokus terlepas dari Covid-19 saat ini.

Di tengah tuntutan terhadap peningkatan kualitas SDM dan manajemen talenta, fokus pembangunan SDM juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing bangsa. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki SDM yang kuat dan hebat.

“Secara spesifik, dalam meningkatkan SDM unggul, pemerintah terus memperkuat investasi di bidang pendidikan, antara lain melalui perluasan program beasiswa, adopsi teknologi informasi dan komunikasi, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi setingkat kelas dunia, serta pengembangan riset dan inovasi, tandasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads