alexametrics
Satelit Nusantara Satu Telah Mengorbit

Jangkau 25 Ribu Desa dengan Koneksi Internet Cepat

23 Februari 2019, 17:17:44 WIB

JawaPos.com – Perusahaan transportasi luar angkasa SpaceX kembali meluncurkan roket Falcon 9 di Amerika Serikat Kamis lalu (21/2). Roket tersebut berhasil meluncurkan tiga satelit teknologi ke luar atmosfer bumi. Salah satunya satelit Nusantara Satu dari Indonesia.

Menurut Reuters, roket setinggi gedung 23 lantai itu meluncur pada pukul 20.45 waktu setempat. Lima puluh menit kemudian satelit telekomunikasi swasta pertama dari Indonesia itu akhirnya resmi mengorbit. “Ini adalah capaian terbesar kami untuk memperkuat posisi Indonesia di dunia digital,” tutur Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso.

Adi menjelaskan, peluncuran satelit itu menjadi momen bersejarah bagi Indonesia. Sebab, teknologi yang diusung adalah high throughput satellite (HTS). Teknologi itu bisa menyediakan layanan broadband 15 gigabyte per detik (Gbps). Tiga kali lipat dari kecepatan internet satelit konvensional.

Jangkau 25 Ribu Desa dengan Koneksi Internet Cepat
Ilustrasi satelit (Pixabay)

Setelah peluncuran tersebut, PSN harus memantau posisi satelit selama dua minggu. Jika orbit satelit Nusantara Satu sudah sesuai, perusahaan melakukan uji coba koneksi internet. “Saat ini masih ada 25 ribu desa dan 25 juta orang yang belum terkoneksi dengan internet koneksi cepat. Kami ingin menjadikan satelit ini sebagai fondasi jaringan internet seluruh Indonesia,” tegas Adi.

Selain Nusantara Satu, Falcon 9 juga mengangkut dua kargo lagi. Yakni, satelit percobaan dari Angkatan Udara AS dan robot tanpa awak dari SpaceIL. Robot tanpa awak yang bernama Beresheet merupakan proyek penjelajahan dari lembaga nonprofit asal Israel.

Dengan peluncuran tersebut, Israel bakal masuk sebagai negara yang berhasil menjelajah bulan. Status itu sebelumnya dipegang AS, Rusia, dan Tiongkok. Tiongkok baru saja bergabung pada awal tahun. Sedangkan India dan Jepang sengaja mendaratkan pesawat luar angkasa ke bulan untuk riset. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (bil/c11/git)

Jangkau 25 Ribu Desa dengan Koneksi Internet Cepat