alexametrics

5G Belum Menyeluruh, Jepang Sudah Bidik 6G yang 10 Kali Lebih Cepat

22 Januari 2020, 13:54:50 WIB

JawaPos.com – Jepang dikenal sebagai negara tempat lahirnya inovasi. Tak salah banyak yang menjuluki demikian. Pasalnya, pada saat banyak negara termasuk Indonesia belum bisa merealisasikan jaringan 5G, Jepang justru sudah berpikir mengenai teknologi jaringan seluler berikutnya yakni 6G.

Jepang malah sudah membidik jaringan 6G akan terwujud di negaranya pada 2030 mendatang atau 10 tahun dari sekarang. Para ilmuwan di Negeri Sakura itu juga sudah memprediksi kalau jaringan 6G nantinya akan 10 kali lebih cepat dari 5G saat ini yang baru mulai hadir di beberapa negara maju.

Sebagaimana dilansir JawaPos.com dari Gizmochina, Rabu (22/1), menurut laporan terbaru oleh Nikkei, Jepang telah mulai merencanakan strategi komprehensif untuk teknologi ‘pasca5G’ atau dalam hal ini adalah 6G. Jepang memprediksi kalau 6G dapat mencapai kecepatan komunikasi 10 kali lebih cepat dari 5G pada 2030.

Laporan tersebut mengklaim bahwa Tiongkok, Korea Selatan, dan Finlandia juga telah memulai penelitian dan pengembangan dan investasi segmen ini. Jepang yang mengakui bahwa mereka lambat dengan adopsi teknologi 5G, untuk teknologi jaringan seluler selanjutnya mereka kali ini tak ingin kalah dan berharap dapat menjadi negara pertama yang memulai 6G.

Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang akan membentuk masyarakat penelitian pemerintah-sipil pada Januari ini. Tim tersebut berada di bawah pimpinan Universitas Tokyo Goshinjin, dan di bawah pengawasan langsung menteri urusan umum Takao Sanae.

Peserta yang relevan dengan teknologi tersebut misalnya dari NTT dan Toshiba juga akan diundang untuk membahas tujuan kinerja 6G dan dukungan kebijakan pada Juni mendatang.

Jepang mengklaim bahwa dengan menggunakan teknologi komunikasi kecepatan tinggi ‘pasca5G’ (6G), dimungkinkan untuk menggambarkan masyarakat masa depan. Gambar stereoskopis individu dapat muncul dari ruang konferensi atau ruang kelas yang jauh. Negara yang khas dengan kuliner Sushi itu juga berharap dengan 6G nantinya akan ada robot yang mampu merawat orang dan dikendalikan dari jauh lewat jaringan ultra cepat.

Untuk penelitian dan pengembangan 6G, Jepang akan menginvestasikan uang senilai USD 2,03 miliar atau berkisar Rp 27,2 triliun. Gelombang frekuensi tinggi yang tidak digunakan oleh 5G nantinya juga akan digunakan dalam jaringan 6G.

Selain Jepang, negara-negara lain sudah mulai mengambil tindakan juga terkait dengan 6G yang akan datang. Pemerintah Tiongkok misalnya, negara tersebut mengumumkan pada November 2019 lalu bahwa mereka akan mendirikan dua lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) terkait 6G.

Universitas-universitas Finlandia dan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan pemerintah juga telah meluncurkan proyek 6G. Di Korea Selatan, Samsung Electronics dan LG Electronics masing-masing mendirikan pusat penelitian 6G pada 2019 lalu.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto


Close Ads