alexametrics

Pemerintah Kembali Kecolongan, Data Milik KPAI Diduga Bocor

21 Oktober 2021, 14:08:29 WIB

JawaPos.com – Untuk urusan keamanan siber, pemerintah Indonesia tampaknya kembali kecolongan. Hal ini setelah data milik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dilaporkan bocor dan kembali tampil ditransaksikan di situs jual beli data ilegal, RaidForums.

Seperti biasa, kasus kebocoran data yang berulang-ulang kali menimpa tanah air itu mengemuka pertama kali di media sosial (medsos) Twitter. Basis data yang diduga kuat bocor itu diunggah pada 13 Oktober 2021 pukul 23.07 WIB dengan nama Leaked Database KPAI (kpai.go.id) oleh akun C77.

Akun C77 yang mengaku membocorkan data KPAI itu menyebut selain data, ternyata ada juga data yang bocor dari sejumlah situs pemerintah lainnya. Untuk KPAI, data yang diretas dan dijual di forum tersebut dikatakan berupa identitas pribadi dari orang yang pernah melakukan pengaduan ke KPAI.

“Dan masih banyak lagi database pemerintah indonesia lainnya, 80 persen keamanan website di Indonesia sangat lemah terutama go.id,” jelas akun yang membocorkan data tersebut pada threat yang ada di RaidForums.

Saat ditelusuri, tampak data yang muncul menampilkan nama, nomor KTP, kewarganegaraan, nomor telepon, nomor handphone, agama, pekerjaan, pendidikan, alamat, email, tempat tanggal lahir, jenis kelamin sampai kota tempat tinggal.

Melihat jenis datanya, tak bisa dipungkiri data tersebut adalah data diri yang sangat rentan untuk dieksploitasi secara daring. Data tersebut merupakan data krusial yang benar-benar penting dan menyangkut data lainnya seperti akun perbankan bahkan layanan kesehatan.

Agar menarik bagi pembeli, akun C77 juga memberikan sample data. pelaku menawarkan dua file database untuk dijual, yakni kpai_pengaduan_csv dan kpai_pengaduan2_csv.

Hingga berita ini dibuat, pihak KPAI masih belum memberikan tanggapan. Masih belum diketahui secara pasti apakah database yang bocor ini adalah memang berisikan data pengaduan masyarakat di Tanah Air, atau hanya sebatas data demo yang disebutkan beberapa warganet.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads