alexametrics
Hari Kartini

Dian Siswarini, Kartini Masa Kini di Industri Telekomunikasi

21 April 2018, 07:50:44 WIB

JawaPos.com – Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April selalu menarik untuk ditunggu. Bagi kaum perempuan khususnya. Hari ini seolah menjadi hari yang sakral bagi kaum perempuan di Indonesia.

Kisah Raden Adjeng Kartini bagi kaum perempuan mungkin begitu menginspirasi. Jika dahulu perempuan dianggap makhluk yang lemah, namun Kartini berhasil mengajak kaum hawa untuk selalu bersemangat dan terus meraih impian.

Sosok RA Kartini rupanya menjadi inspirasi bagi Dian Siswarini. Dialah CEO XL Axiata, salah satu provider telekomunikasi kenamaan di Indonesia. Siapa menyangka, industri telekomunikasi yang identik dengan tower-tower pemancar tinggi, rupanya ada sosok perempuan yang menjadi petinggi. Semangatnya patut dijuluki sosok Kartini masa kini yang turut memajukan industri telekomunikasi.

hari kartini, Dian Siswarini
Presdir XL Dian Siswarini (Istimewa/Dian Siswarini)

Kepada JawaPos.com, Dian, sapaan akrabnya membagikan sedikit kisahnya yang penuh inspirasi. Perempuan yang juga aktif menulis di blog pribadinya ini menceritakan kisahnya dari awal karir hingga menjadi salah satu petinggi di industri telekomunikasi.

“Saya memulai karir di bidang telekomunikasi pada tahun 1991 silam, dengan lingkup tanggung jawab di bidang IT dan jaringan. Kemudian saya bergabung dengan XL Axiata pada tahun 1991 dan menduduki berbagai posisi kunci pada Departemen Network and Engineering,” kata Dian kepada JawaPos.com.

Pada 2007, Dian diangkat menjadi Direktur yang membawahi Network Services. Seiring dengan perubahan strategi XL Axiata, pada 2011 XL Axiata memercayai Dian untuk membawahi Departemen Content and New Business/Chief Digital Services Officer sampai 2013.

“Berlanjut pada bulan Juni 2014 saya diminta oleh Axiata Group Berhad sebagai Group Chief of Marketing and Operation Officer untuk membantu pertumbuhan seluruh anak perusahaan Axiata, termasuk XL Axiata. Hingga pada 7 Januari 2015, saya bergabung kembali dengan XL Axiata sebagai Wakil Presiden Direktur dan selanjutnya diangkat menjadi Presiden Direktur pada bulan April 2015,” terang Dian.

Dalam blog pribadinya, Dian juga sempat menceritakan bahwa telekomunikasi (telko) adalah sebuah dunia yang menarik. Dibanding dengan bidang lain, telko adalah bidang yang selalu berkembang. Cepat berubah dan begitu dinamis. Hal itu yang membuat Dian tertarik dengan bidang ini.

Perempuan lulusan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1991 silam ini menuturkan, pekerjaan menuntutnya untuk bisa melakukan hal-hal yang sama seperti dilakukan teman-teman kerjanya yang sebagian besar adalah kaum pria.

“Buat saya, kalau mereka bisa kenapa saya tidak bisa. Sebagai seorang engineer saya diharuskan untuk melakukan survei ke daerah-daerah di pelosok Indonesia, dan tidak jarang saya harus memanjat tower BTS untuk melakukan pekerjaan saya,” tuturnya.

Dian menyebut pernah suatu kali ketika sedang hamil tujuh bulan, dia harus naik ke sebuah gedung tinggi di Jakarta. “Mungkin sekitar 30 lantai tingginya,” kata Dian menggambarkan.

Untuk apa? Kok dalam keadaan hamil nekat memanjat tower? Dian mengaku bahwa hal itu dilakukannya untuk survei rooftop di gedung tersebut. “Pengalaman-pengalaman seperti itu justru membuat saya menjadi lebih tangguh,” kata Dian.

Dian menyebut bahwa untuk dapat meraih kesuksesan bagi seorang perempuan, sangat dibutuhkan keberanian. Keluar dari zona nyaman misalnya.

Continuously, persistence, discipline, time management. Itulah poin-poin penting untuk mencapai puncak kesuksesan. Tentu menerapkan semua itu tidak mudah. Apalagi kita semua juga memiliki keluarga di rumah,” kata Dian menyebutkan tips suskesnya.

Tidak mudah. Sebab, Dian tentu memiliki banyak peran. Baik sebagai seorang ibu, sebagai seorang istri, sebagai seorang anak, dan peran-peran lain di pekerjaan yang dibidanginya. Keluar dari zona nyaman, menurutnya, mampu memberikan hasil yang lebih maksimal.

Kendati Dian bekerja di lingkungan yang boleh dibilang sebagai lingkupnya lelaki, Dian menyebut bahwa dirinya senang menjalani pekerjaan itu. Sebab rekan sejawatnya yang kebanyakan kaum adam selalu bersikap baik padanya.

“Saya tidak pernah mengalami perlakuan seperti tak menyenangkan dari rekan kerja lelaki di kantor saya. Baik dari atasan maupun teman-teman satu tim saya. Meski sebagian besar teman-teman sekerja saya adalah pria, mereka sangat menghargai saya dan tidak pernah memandang sebelah mata terhadap saya,” ungkapnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/ryn/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Dian Siswarini, Kartini Masa Kini di Industri Telekomunikasi