alexametrics

AMD Instinct MI200 Mampu Persingkat Waktu Hipotesis Sampai Penemuan

20 November 2021, 20:50:03 WIB

JawaPos.com – Dua pekan lalu, tepatnya Senin 8 November 2021 menjadi hari yang besar bagi AMD. Sebab, perusahaan yang berbasis di California, Amerika Serikat itu mengumumkan AMD Instinct MI 200 series. Itu adalah akselerator GPU kelas exascale. AMD Instinct MI 200 series juga mencakup high performance computing (HPC) dan kecerdasan buatan AMD Instinct MI250X.

Teknologinya dibuat berdasarkan arsitektur AMD CDNA 2. Perusahaan yang dipimpin oleh CEO Lisa Su itu mengklaim AMD Instinct MI 200 handal saat diberi beban berat pada HPC. Sebab, AMD Instinct MI250X memberikan kinerja hingga 4,9X lebih baik daripada akselerator kompetitif untuk presisi ganda (FP64) HPC aplikasi dan melampaui 380 teraflop dari setengah presisi teoritis puncak (FP16) untuk beban kerja kecerdasan buatan.

Dengan peningkatan performa itu, AMD menyebut bisa mempercepat penelitian berbasis data. “Akselerator AMD Instinct MI200 menghadirkan performa HPC dan AI yang membantu para ilmuwan untuk mempersingkat waktu antara hipotesis awal dan penemuan,” ucap Senior Vice President and General Manager, Data Center and Embedded Solutions Business Group, AMD Forrest Norrod.

Dia menambahkan, inovasi utama dalam arsitektur, packaging, dan desain sistem, membuat AMD Instinct MI200 menjadi GPU dari data center tercanggih yang pernah ada. ”Sebab, memberikan kinerja yang luar biasa untuk superkomputer dan data center untuk masalah paling kompleks di dunia,” klaimnya.

Bagaimana AMD Instinct MI200 bisa meningkatkan performa untuk HPC? salah satu jawabannya ada pada kombinasi Generasi ketiga AMD EPYC CPU dan ROCm 5.0 platform perangkat lunak terbuka. Keduanya dirancang untuk mendorong penemuan baru era exascale dan mengatasi tantangan yang paling mendesak mulai dari perubahan iklim hingga penelitian vaksin.

Dengan ROCm 5.0, AMD memperluas platform terbukanya yang mendukung HPC dan AI dengan akselerator seri AMD Instinct MI200. Kemudian, meningkatkan aksesibilitas ROCm untuk pengembang dan memberikan performa terdepan di seluruh beban kerja utama.

Melalui AMD Infinity Hub, peneliti, ilmuwan data, dan pengguna akhir dapat dengan mudah menemukan, mengunduh, dan menginstal aplikasi HPC dan ML frameworks yang dioptimalkan dan didukung akselerator AMD Instinct serta ROCm. Hub saat ini menawarkan berbagai container yang mendukung akselerator Radeon Instinct MI50, AMD Instinct MI100 atau AMD Instinct MI200 dan beberapa aplikasi seperti Chroma, CP2k, LAMMPS, NAMD, hingga OpenMM. 

Jika diringkas, setidaknya ada tiga kunci kemampuan dan fitur akselerator seri AMD Instinct MI200. Yang pertama adalah arsitektur AMD CDNA 2 – Generasi Kedua Matrix Cores accelerating FP64 and FP32. Kedua, adalah teknologi pengemasan. AMD menyebut, ini adalah desain GPU multi-die pertama di industri dengan teknologi AMD 2.5D Elevated Fanout Bridge (EFB). Klaimnya, menghadirkan 1,8X lebih banyak core dan 2,7X bandwidth memori lebih tinggi dibandingkan GPU AMD generasi sebelumnya.

Yang terakhir adalah Generasi Ketiga AMD Infinity Fabric. Ada 8 tautan Infinity Fabric yang menghubungkan AMD Instinct MI200 dengan CPU EPYC Generasi ke-3 yang dioptimalkan dan GPU lainnya di node. Ini memungkinkan koherensi memori CPU/GPU terpadu dan memaksimalkan throughput sistem, memungkinkan on-ramp yang lebih mudah bagi CPU untuk memicu akselerator.

Exascale Dengan AMD

AMD memastikan kemampuan Instinct MI200 bukan hanya klaim semata. Bekerja sama dengan Laboratorium Nasional Oak Ridge, Departemen Energi AS, dan Hewlett Packard Enterprise (HPE), mereka merancang superkomputer Frontier yang diharapkan bisa bekerja samapai lebih dari 1,5 exaflops komputasi puncak.

Ditenagai dengan CPU AMD EPYC Generasi ke-3 yang dioptimalkan dan akselerator AMD Instinct MI250X, Frontier akan mendorong batas penemuan ilmiah secara dramatis. Sebab, bisa meningkatkan kerja AI, analitik, dan simulasi dalam skala besar. Muaranya, membantu ilmuwan mengemas lebih banyak perhitungan, mengidentifikasi pola baru dalam data, dan mengembangkan metode analisis data yang inovatif untuk mempercepat laju penemuan ilmiah.

”Superkomputer Frontier adalah puncak dari kolaborasi yang kuat antara AMD, HPE dan Departemen Energi A.S, untuk menyediakan sistem berkemampuan exascale yang mendorong batas-batas penemuan ilmiah dengan secara dramatis meningkatkan kinerja kecerdasan buatan,” kata Direktur Laboratorium Nasional Oak Ridge Thomas Zacharia.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: