alexametrics

Pengamat: Pengembangan TOD Mampu Kurangi Kemacetan Jakarta

20 April 2018, 21:15:25 WIB

JawaPos.com – Pemerintah terus berupanya mengurai kemacatan di Jakarta. Mulai dengan penerapan ganjil-genap di jalan tol, pembangunan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development -TOD), wacana penerapan jalan berbayar elektronik (Electronic Road Pricing – ERP), hingga penerapan tarif tol progresif atau Electronic Road Collector (ERC).

Setelah memulai ujicoba ganjil-genap jalan tol, pemerintah kini berencana mengembangkan 47 kawasan berorientasi transit (TOD) di Jabodetabek. Ini sebagai salah satu upaya jangka panjang menekan penggunaan kendaraan pribadi. Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap masyarakat beralih ke angkutan massal seperti Transjakarta, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), dan sebagainya.

Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna menilai pembangunan kawasan berorientasi transit oleh pemerintah dapat mengurangi pengguna kendaraan pribadi, jika sarana TOD menjamin kenyamanan warga. “Jika TOD dikembangkan di daerah pinggiran atau daerah penyangga ibu kota yang arahnya ke dalam kota, saya kira hal itu dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, selama sarana yang disediakan menjamin kenyamanan,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/4).

Pemerintah menargetkan 1,2 juta orang akan berpindah dari kendaraan pribadi, jika kereta ringan (LRT) sudah beroperasi. Menurut Yayat, hal itu bisa saja terjadi jika sarana dan prasarana pendukung seperti ruang tunggu, terminal, serta akses untuk mencapainya mudah dan nyaman.

Yayat menambahkan, sedikit banyaknya jumlah masyarakat yang beralih tergantung jumlah penduduk dan wilayah yang dilayani. “Tod seharusnya dapat mengintegrasikan antarmoda. Jika ini bisa diwujudkan, tentu akan semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan angkutan umum,” jelasnya.

Upaya mengajak warga beralih ke angkutan umum akan semakin efektif tergantung dengan jaringan pada simpul dan daerah pelayanan. “Kemungkinan yang berpindah dengan adanya TOD ini kita anggap saja sekitar 20 sampai 30 persen dari perjalanan warga Jabodetabek yang mencapai 50 juta perjalanan,” kata dia.

Di satu sisi ia menilai manfaat TOD cukup besar. Selain dapat mengatasi masalah lalu lintas, juga berpotensi menumbuhkan perekonomian kawasan. Ke depan akan terjadi redistribusi fungsi, menjadikan wilayah luar jakarta sebagai kawasan bisnis, perkantoran dan sebagainya. “Manfaatnya sangat banyak, multifungsi. Bisa dikembangkan sebagai tempat tinggal, tempat usaha, atau kegiatan publik lainnya. Dengan model mixed used, orang bisa merasakan membeli apartemen ‘hadiahnya’ kereta api karena (akses) bisa langsung kereta api,” jelasnya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : (fab/JPC)


Close Ads
Pengamat: Pengembangan TOD Mampu Kurangi Kemacetan Jakarta