alexametrics

Ilmuwan Temukan DNA Hiu Putih Bisa Bikin Manusia Hidup Lebih Lama

20 Februari 2019, 12:12:33 WIB

JawaPos.com – Sekelompok ilmuwan mengklaim telah menemukan cara untuk memperpanjang usia manusia. Caranya adalah dengan menggunakan DNA hiu putih besar atau great white shark.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman Mirror, Rabu (20/2), penelitian terkait DNA hiu putih yang dapat memperpanjang usia manusia dilakukan ilmuwan dari Yayasan Pusat Penelitian Hiu dan Penyelamatan Laut di Nova Southeastern University di Florida, Amerika Serikat (AS).

Direktur penelitian Dr Mahmood Shivji mengatakan, ketidakstabilan genom adalah masalah yang sangat penting dalam banyak penyakit manusia karena berkaitan dengan usia. Sementara genom hiu putih telah dikembangkan untuk melawan kanker dan penyakit terkait usia lainnya. “Hiu putih besar mungkin membuktikan penyelamatan di luar dugaan manusia berkat genom mereka yang besar dan luar biasa,” demikian temuan para ilmuwan.

hiu putih, ilmuwan hiu putih, DNA hiu putih
Ilustrasi: struktur DNA. (Getty Image/RealClearLife)

Lebih jauh, ilmuwan menyebut bahwa peta pertama dari DNA makhluk buas bawah laut itu mengungkap sejumlah besar mutasi yang melindungi terhadap kanker dan penyakit lain yang berkaitan dengan usia, serta meningkatkan penyembuhan luka.

Para ahli percaya dan ingin memahami lebih banyak tentang cara hiu putih berevolusi untuk menjaga genomnya stabil dan melawan penyakit. Hal tersebutlah yang dikatakan dapat mengarah pada perawatan manusia baru untuk melestarikan kehidupan.

“Sekarang kami menemukan bahwa alam telah mengembangkan strategi pintar untuk menjaga stabilitas genom di hiu bertubuh besar dan berumur panjang ini. Masih banyak yang harus dipelajari dari keajaiban evolusi ini. Termasuk informasi yang berpotensi berguna untuk memerangi kanker dan penyakit terkait usia, juga meningkatkan perawatan penyembuhan luka pada manusia. Kami mengungkap bagaimana hewan-hewan ini melakukannya,” terang Shivji.

Memecahkan kode genetik hiu putih yang hebat juga mengungkapkan ukuran besar genom pemangsa puncak. Ini berisi sekitar 4,63 miliar ‘pasangan basa’ yang menjadi unit kimia DNA berukuran satu setengah kali lebih besar dari milik manusia.

Pada DNA hiu putih besar terdapat sekitar 24.500 gen penyandi protein, sedangkan manusia rata-rata 19.000 hingga 20.000. Hiu putih besar yang berukuran hingga 20 kaki dan beratnya mencapai tiga ton merupakan raksasa purba yang telah berada di bumi setidaknya selama 16 juta tahun.

Berdasarkan temuan tersebut, para ilmuwan menyebut bahwa seiring waktu mereka telah berevolusi, banyak perubahan molekuler dalam gen terkait dengan perbaikan DNA dan toleransi kerusakan di dalam tubuh hewan laut itu. Adaptasi ini sama-sama berperan menjaga genom hiu stabil.

Sebaliknya, manusia menderita tingkat ketidakstabilan genom yang tinggi disebabkan oleh akumulasi kerusakan DNA. Ini menyebabkan kerentanan mereka terhadap penyakit terkait usia seperti kanker.

Pada saat yang sama genom hiu putih besar juga dikatakan mengandung transposon dalam jumlah tinggi atau disebut sebagai ‘gen pelompat’. Transposon adalah sekuens DNA pendek yang melompat dari satu lokasi genom ke lainnya dan membantu mempercepat evolusi. Mutasi gen putih besar lainnya ditemukan terkait dengan proses yang melibatkan penyembuhan luka, termasuk pembekuan darah.

Hiu dikenal karena kemampuannya yang mengesankan untuk pulih dari cedera serius dalam waktu singkat. Hal itulah yang diyakini bahwa apa yang ada di dalam tubuh hiu putih besar mungkin memiliki manfaat bagi manusia. Dalam hal ini adalah upaya untuk sembuh dari penyakit, sehingga bisa hidup lebih lama. Adapun temuan ini diterbitkan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Ilmuwan Temukan DNA Hiu Putih Bisa Bikin Manusia Hidup Lebih Lama