alexametrics

Masyarakat Diminta Tetap Waspada Terkait Potensi Pembobolan Data

17 Januari 2022, 11:48:07 WIB

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami mengamati bahwa dalam banyak kasus pelanggaran data, para korban tidak dapat mengidentifikasi penyerang, atau mengetahui bagaimana skema yang menyebabkan data pribadi mereka dicuri,” jelas Kamluk lagi.

Para ahli dari Kaspersky melihat hal tersebut bukan lagi sekedar tantangan, melainkan juga sinyal yang mendorong para pelaku kejahatan siber pasif untuk meluncurkan ancaman mereka melalui pencurian data dan perdagangan ilegal.

Serangan industri cryptocurrency dan NFT atau Non Fungible Token juga diprediksi akan ramai di tahun 2022 ini. Dengan mengamati penyerang canggih dengan sumber daya manusia yang mumpuni, seperti grup Lazarus dan sub-grupnya, BlueNoroff, peneliti Kaspersky menyimpulkan bahwa kita akan dihadapkan dengan gelombang serangan yang lebih signifikan terhadap bisnis cryptocurrency dam aset digital lainnya.

Bahkan industri NFT yang berkembang tidak luput dari sasaran para pelaku kejahatan siber. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa negara-negara di Asia Tenggara memimpin dalam hal kepemilikan NFT, dengan Filipina menduduki puncak daftar dengan 32 persen mengatakan mereka memiliki aset digital tersebut.

Di antara 20 negara yang disurvei, Thailand (26,2 persen) menempati peringkat kedua diikuti oleh Malaysia (23,9 persen). Vietnam berada di peringkat ke-5 (17,4 persen) dan Singapura di peringkat 14 (6,8 persen). Selain itu, para ahli dari perusahaan keamanan siber global memperkirakan bahwa serangan ini tidak hanya akan berdampak pada pasar cryptocurrency global tetapi juga harga saham masing-masing perusahaan, yang juga akan dimonetisasi oleh penyerang melalui perdagangan wawasan ilegal pasar saham.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads