alexametrics

Strategi Huawei Siapkan OS Terbaru Lagi hingga Pecat Karyawan di AS

16 Juli 2019, 12:35:35 WIB

JawaPos.com – Huawei rupanya tengah menyiapkan sistem operasi atau OS terbarunya dengan nama Harmony. Padahal, raksasa teknologi asal Tiongkok itu sebelumnya telah mengenalkan OS bernama Hongmeng.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari TechRadar, Selasa (16/7), OS terbaru Huawei telah didaftarkan ke otoritas terkait di Eropa. OS Harmony tersebut didaftarkan di European Union Intellectual Property Office atau Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa.

Belum jelas apakah OS tersebut sudah final atau masih dalam pengembangan. Yang jelas langkah Huawei ini sebagai upaya menyaingi Google dengan platform Android-nya. Aplikasi di kantor paten menyebutkan bahwa Harmony merupakan ‘sistem operasi seluler’ dan ‘sistem operasi komputer’. Ini terdengar seperti platform perangkat lunak yang mencakup semuanya.

OS Harmony Huawei bergabung dalam OS Ark yang salah satunya adalah OS Hongmeng. Mungkin saja Huawei akan menggunakan label yang berbeda di wilayah yang berbeda. Hal ini juga sebagai antisipasi jika akses Huawei ke Android dan Windows terputus.

Diketahui, kemunculan OS Huawei tersebut sebagai imbas perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok yang sempat memanas belakangan ini. AS lantas meminta Google untuk mencabut hak akses Android pada perangkat Huawei.

Huawei pun akhirnya mengenalkan OS bikinannya sendiri, yakni Hongmeng dan yang terbaru Harmony. Sejauh ini, selain nama Harmony yang sebenarnya, Huawei belum mengungkap banyak tentang apa yang sedang direncanakannya.

Sementara pemerintahan AS di bawah Donald Trump kini mulai menunjukkan sikap positif tentang hubungannya dengan Tiongkok. Hal itu setelah Trump bertemu dengan presiden Tiongkok Xi Jinping di KTT G20 di Jepang beberapa waktu lalu.

Namun, pertemuan dua kepala negara tersebut tampaknya belum membuat Huawei benar-benar aman. Pasalnya, nasib perangkat Huawei masih belum jelas, apakah bisa menggunakan Android dan Windows untuk tahun-tahun mendatang.

Hal tersebut menjadi tantangan buat Huawei untuk menghadirkan Harmony, Ark, Hongmeng atau apa pun sistem operasi baru lainnya yang mungkin gabungan dari ketiganya. Karena itu, tidak mengherankan bahwa perusahaan mempercepat upaya untuk memiliki sistem operasinya sendiri sebagai langkah bila hal yang terburuk terjadi.

Pecat Karyawan di AS

Selain masalah perang dagang dengan AS, perusahaan Tiongkok itu juga dikabarkan bermasalah dengan pekerjanya. Huawei disebut memiliki rencana untuk mengurangi karyawannya di AS, terutama di bawah anak perusahaannya, Futurewei.

Huawei tampaknya berencana untuk mem-PHK beberapa tenaga kerjanya di AS. Sebuah laporan yang dibawa The Wall Street Journal (WSJ) mengklaim Huawei berencana mem-PHK ratusan pekerja di AS. Meski Huawei masih tetap kuat, namun operasional perusahaan belum berjalan lancar sejak pemerintahan Trump secara de facto melarang penjualan AS kepada perusahaan tersebut.

Pemerintahan Trump menuding ada potensi ancaman keamanan pada perangkat Huawei, namun hal itu jelas karena perang dagang AS-Tiongkok yang membara. Para pekerja yang akan di-PHK berasal dari anak perusahaan riset Futurewei Technologies yang menjalankan beberapa laboratorium penelitian di AS.

Perusahaan tersebut dilaporkan akan mengizinkan beberapa karyawan Tiongkok pilihan untuk pindah kembali ke negara asalnya untuk tetap bekerja di perusahaan. Beberapa karyawan tampaknya telah diberitahu bahwa mereka akan diberhentikan. PHK direncanakan dalam waktu dekat.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads