alexametrics

Buat Operasi Bedah, Ilmuwan Kembangkan Robot Kecil Seukuran Kutu

16 Juni 2022, 13:46:34 WIB

JawaPos.com – Sampai saat ini, para ilmuwan terus mengembangkan teknologi medis yang bisa membantu mereka dalam berbagai hal. Selain metode pengobatan yang terus disempurnakan untuk mengobati banyak penyakit, proses operasi bedah juga jadi subjek yang terus diteliti oleh para ilmuwan.

Terbaru, para insinyur di Northwestern University, Illinois, Amerika Serikat (AS) telah mengembangkan robot berjalan terkecil yang bisa dikendalikan dari jarak jauh. Menariknya lagi, robot ini dibuat dalam bentuk kepiting kecil.

Hanya dengan lebar setengah milimeter atau seukuran kutu, robot kepiting kecil ini bisa membungkuk, memutar, merangkak, berjalan, berbalik, dan bahkan melompat. Para peneliti juga mengembangkan robot berukuran milimeter yang menyerupai cacing, jangkrik, dan kumbang.

Meskipun penelitian ini bersifat eksploratif pada saat ini, para peneliti percaya bahwa teknologi mereka dapat membawa bidang ini lebih dekat untuk mewujudkan robot berukuran mikro. Robot ini nantinya dapat melakukan tugas-tugas praktis di dalam ruang tubuh yang tertutup rapat untuk menggantikan operasi bedah.

Penelitian ini dipublikasikan akhir Mei lalu di jurnal Science Robotics. September lalu, tim yang sama memperkenalkan microchip bersayap yang merupakan struktur terbang terkecil yang pernah dibuat manusia.

“Robotika adalah bidang penelitian yang menarik, dan pengembangan robot skala mikro adalah topik yang menyenangkan untuk eksplorasi akademis,” kata John A. Rogers, ilmuwan yang memimpin penelitian eksperimental ini.

Ilmuwan lainnya, Yonggang Huang, yang memimpin penelitian teoretis ini menyebut, teknologi yang mereka kembangkan memungkinkan berbagai metode gerak terkontrol dan dapat berjalan dengan kecepatan rata-rata setengah panjang tubuhnya per detik.

“Ini sangat menantang untuk dicapai pada skala kecil untuk robot terestrial,” tuturnya.

Sebagai informasi, Rogers, ilmuwan yang memimpin proyek ini merupakan pelopor dalam bioelektronika. Rogers adalah Profesor Sains dan Teknik Material Louis Simpson dan Kimberly Querrey, Teknik Biomedis, dan Bedah Neurologis di Sekolah Teknik McCormick dan Fakultas Kedokteran Feinberg di Northwestern dan direktur Institut Querrey Simpson untuk Bioelektronika (QSIB).

Sementara Huang adalah Profesor Teknik Mesin dan Teknik Sipil dan Lingkungan di McCormick dan anggota kunci QSIB. Keduanya memang diketahui concern terhadap pengembangan robot di bidang kesehatan.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads