alexametrics

Baterai Jumbo Bikin Asus Zenfone Max Pro M2 Jadi Serba Bisa

16 Februari 2019, 13:31:50 WIB

JawaPos.com – Seperti pernah kami beritakan sebelumnya, Asus baru saja merilis tiga perangkat smartphone terbaru awal Desember tahun lalu. Ketiga perangkat tersebut adalah Asus ROG Phone, Asus Zenfone Max Pro M2 dan Asus Zenfone Max M2. Ada yang spesial dari peluncuran tiga smartphone tersebut. Pihak Asus menyebut dua perangkat diantaranya merupakan produk smartphone gaming. Keduanya adalah Asus ROG Phone untuk hardcore gamer dan Asus Zenfone Max Pro M2 untuk gamer kasual.

Untuk tiga produk terbarunya itu, JawaPos.com mendapat kepercayaan untuk merasakan satu di antaranya yang akan kami kupas habis dalam ulasan berikut ini. Dia adalah Asus Zenfone Max Pro M2 yang diklaim sebagai perangkat yang cocok untuk gamer kasual menghandle game-game dengan grafis menengah. Lantas benarkah klaim Asus soal keandalan perangkat seharga Rp 3 jutaan-nya ini cocok untuk para gamer kasual. Berikut ulasan lengkapnya.

Kelengkapan

Seperti ulasan kami yang sudah-sudah, memulai langkah pertama ulasan produk, dalam hal ini smartphone. JawaPos.com akan menyinggung sedikit soal aspek kelengkapan produk. Mengapa aspek kelengkapan selalu kami tempatkan paling pertama dalam ulasan? Sebab ini penting. Pasalnya, aspek kelengkapan produk, menurut kami, yang juga menempatkan diri sebagai konsumen, bisa jadi urusan serius untuk kesan pembeli. Jika kelengkapan produk tersedia dan ditata dengan baik tentu akan menjadi nilai lebih bagi produsen dalam hal ini vendor smartphone.

Untuk Asus Zenfone Max Pro M2, dari aspek kelengkapan paket pembelian, harapan kami tak sesuai kenyataan. Pasalnya, sebagai produk yang katanya memiliki banyak peningkatan dari perangkat terdahulu tidak tercermin dalam kelengkapan paket pembeliannya. Masih sama, seperti Zenfone Max Pro M1 kala itu, dari aspek kelengkapan pembelian, Zenfone Max Pro M2 hanya ada beberapa aksesori wajib seperti charger, USB cable, SIM ejector, dan jelly case tambahan saja. Earphone dan aksesori lain semisal anti gores layar absen pada kelengkapan penjualan perangkat ini. Padahal menurut kami, dua aksesori yang tidak ada itu adalah aksesori wajib. Walaupun notabene bisa di beli diluar penjualan perangkat Asus.

Boks penjualan Asus Zenfone Max Pro M2 sendiri memiliki warna hitam dan berpadu dengan sedikit corak biru dan hijau. Dari luar bungkus penjualan perangkat yang didominasi warna hitam ini. konsumen sudah bisa memperoleh beberapa informasi penting seputar perangkat. Beberapa di antaranya adalah informasi soal warna, Nomor identitas perangkat atau IMEI, varian RAM dan ROM, lebar layar, kemampuan kamera, chipset dan informasi lain termasuk dimana perangkat ini dibuat. Cukup detail dari sisi kemasan.

Desain dan Layar

Masuk lebih dalam. Usai membuka dus penjualan, unit Asus Zenfone Max Pro M2 berwarna biru langsung kami jumpai. Oh iya, hampir lupa. Untuk perangkat yang kami coba adalah varian RAM dan ROM 4/64 GB. Yang lebih tinggi ada. Yakni dengan pilihan 6/64 GB. Kesan pertama melihat smartphone ini terbilang wah. Kami suka dengan smartphone yang berkilauan. Memikat mata. Ya, desain berkilauan pada perangkat ini adalah satu dari banyak peningkatan produk terdahulu dari seri Zenfone Max Pro yang dibanggakan Asus.

Dari aspek desain, Asus Zenfone Max Pro M2 hadir dengan tampilan yang cukup keren nan memikat mata. Jika dibandingkan dengan perangkat terdahulunya, kesan smartphone premium begitu terasa pada perangkat terbaru ini ini. Asus Zenfone Max Pro M2 mengusung konsep unibodi dengan baterai yang tidak bisa dilepas, sehingga perangkat ini memiliki kesan konstruksi yang kokoh. Desain belakang yang tampak berkilauan dengan polesan ala material kaca membuat Asus Zenfone Max Pro M2 nyaman dilihat. Namun perlu dicatat, meski mirip kaca, materialnya bukan terbuat dari kaca. Ini adalah plastik polycarbonate yang dipoles sedemikian rupa agar serupa dengan material kaca.

Masih dari aspek desain, berlanjut ke bagian belakang perangkat. Asus Zenfone Max Pro M2 seperti disinggung di atas mengaplikasikan finishing yang berkilaian. Jika dilihat dari bawah terpaan sinar matahari atau lampu, akan tampak kesan garis-garis yang berkilauan. Pada bagian belakang tidak ada yang menonjol. Hanya terdapat set up dual kamera yang disusun secara vertikal lengkap dengan LED Flash di bawah kedua kameranya. Selain itu ada juga pemindai sidik jari dan di bagian tengah atas dan logo ‘Asus’ di bawahnya.

Asus Zenfone Max Pro M2 pada sisi kirinya terdapat slot SIM-Card dan MicroSD yang bisa ditampung semua dalam satu laci. Laci tempat menyimpan SIM-Card dan MicroSD nya-pun terbilang unik. Sebab, perangkat ini menelan dua kartu SIM dan MicroSD semua dalam satu tempat atau istilah kerennya Dedicated Slot. Sementara pada tepi bagian kanannya terdapat tombol volume ‘Up and Down’ serta tombol power tepat di bagian bawah tombol volume.

Berada di bagian bawah ada barisan elemen penting lainnya, seperti Micro USB, microphone, jack headphone dan tak lupa lubang speaker sebagai pengeras suara. Sementara pada bagian atas polos. Pada bagian sisi atas dan bawah serta tepi kanan dan kiri perangkat mendapatkan sentuhan berkilauan. Semakin menambah keren. Senada dengan warna di bagian punggungnya yang juga glossy.

Sampai kepada bagian depan, yakni layarnya. Asus Zenfone Max Pro M2 hadir dengan bezel yang terbilang tipis, baik di kiri-kanan maupun atas-bawah. Tentu saja, lengkap dengan notch, agar menambah kesan kekinian. Di dalam notch-nya ada kamera depan, sensor dan lampu flash. Sementara LED notifikasi ada di atas, di luar notch.

Masih di bagian layar, Asus Zenfone Max Pro M2 hadir dengan layar beresolusi Full HD + (2.280 x 1.080 piksel) berbentang 6,3 inci dengan 403 PPI. Material layarnya sendiri adalah IPS LCD capacitive touchscreen, 16 M colors. Secara garis besar, layarnya tajam dan terang, dengan kemampuan menangkal sinar matahari yang terbilang baik. Kesan kekinian lainnya dibandingkan pendahulunya adalah Asus Zenfone Max Pro M2 memilih aspek rasio 19:9. Sementara Max Pro M1 hanya 18:9.

Untuk fungsi ketahanan, keunggulan lainnya dari Zenfone Max Pro M2 ini adalah layar smartphone yang telah dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 6, yang diklaim dua kali lipat lebih kuat dibandingkan Gorilla Glass 5. Lewat fitur inilah Asus kemudian berani membandingkan ketahanan perangkatnya dengan produk kompetitor semisal Honor 8X dan Xiaomi Mi A2. Alhasil, lapisan pelindung ini disebut-sebut mampu bertahan meski telah dijatuhkan ke permukaan kasar sebanyak 15 kali dengan ketinggian 3,28 kaki atau sekitar 1 meter.

Pengalaman ketika menggunakan smartphone ini di bawah terpaan sinar matahari langsung, layarnya bisa tampil dengan baik. Namun agar lebih maksimal tentu harus mengatur tingkat kecerahan alias brightness ke mode penuh atau maksimal. Interaksi di dalam layar juga terbilang baik. Responsif ditambah dengan pengalaman sentuh yang halus. Pada bagian depannya tidak ada tombol fisik. Fungsi tombol Home, Recent Apps, dan Back tersedia menyatu dalam layar sebagai tombol virtual.

Performa

Usai dari aspek kelengkapan produk, desain dan layar. Sampailah pada aspek penting lainnya yakni sektor performa. Dari sektor performa, Asus Zenfone Max Pro M2 membawa bekal prosesor bikinan Qualcomm. Bukan dari seri terbaru, apa lagi flagship. Sesuai harga dan pasar yang ditujunya, Asus Zenfone Max Pro M2 dibekali jeroan prosesor Octa-core Qualcomm Snapdragon 660. Chipset Snapdragon 660 sendiri telah mendukung teknologi Artificial Intelligence Engine (AIE) dari Qualcomm. Dengan kemampuan tersebut, perangkat ini jadi mungkin untuk mengolah apapun yang berbasis kecerdasan buata alias AI. Beberapa yang paling sering digunakan adalah kamera dan manajemen daya.

Prosesor Octa-core Snapdragon 660 sendiri memiliki keandalan 4×2.2 GHz Kryo 260 & 4×1.8 GHz Kryo 260. Mendukung keandalan dan klaim smartphone gaming. Terdapat pula padanan hardware grafis Adreno 512 pada perangkat ini. seperti sudah kami singgung di atas, perangkat ini hadir dengan pilihan 4/64 GB dan 6/64 GB RAM dan ROM. Tenang, jika memori internalnya kurang. Kamu bisa menambahkanpenyimpanannya menggunakan MicroSD hingga 512 GB.

Untuk sistem operasinya, perangkat ini semakin lengkap hadir dengan sistem operasi Android 8.1 Oreo dengan user interface Android murni. Ya, ini adalah perangkat Pure Android yang tidak banyak diketahui. Kamipun demikian. Asus tidak terlalu menghighlite Android murninya ini dengan membicarakannya di akhir-akhir presentasi produknya tahun lalu. Menyoal sistem operasi Android murni kami sudah sering singgung dalam beberapa ulasan kebelakang. Sistem operasi ini terkenal ringan, halus dan aman. Yang tak kalah penting, sebagai sistem operasi murni milik Google. tentunya untuk urusan update-update akan lebih cepat sampai. Update ke Android 9 Pie juga tersedia, dan itu dikatakan bakal diterima sekitar bulan Januari ini.

Untuk performa selain menggunakannya sehari-hari, seperti biasa kami menyimulasikan dalam uji benchmark. Meski tidak merepresentasikan penggunaan sehari-hari, uji benchmark lewat aplikasi populer juga menjadi tolok ukur konsumen dalam memutuskan pembelian sebuah perangkat smartphone. Informasi soal benchmark perangkat dan hasil pembandingnya bisa konsumen dapatkan dengan mudah lewat berselancar di dunia maya.

Untuk hasil simulasi menggunakan aplikasi populer AnTuTu Benchmark dan AnTuTu 3D Bench, perangkat Asus Zenfone Max Pro M2 mampu menghasilkan perolehan skor keseluruhan dengan angka 125216. Sementara untuk hasil pengujian menggunakan PC Mark (Work 2.0 Performance), Asus Zenfone berhasil membukukan skor 5977. Dengan perolehan skor segitu, Asus Zenfone Max Pro sudah bisa cukup diandalkan untuk beragam kebutuhan dan multitasking banyak aplikasi sekaligus, bersosial media, mengolah gambar dan mendapuknya sebagai perangkat harian. Terbilang bisa diandalkan.

Gaming

Setelah performa, aspek pengujian selanjutnya adalah kebutuhan gaming. Gaming saat ini juga penting bagi konsumen. Bagi mereka yang gemar bermain game, smartphone dengan kemampuan tersebut kini banyak diminati apa lagi Asus mengklaim perangkat ini adalah perangkat gaming. Berbekal spesifikasi yang kami beberkan di atas, smartphone ini memang capable untuk diajak bermain game. Sekalipun dengan ukuran dan kebutuhan grafis yang agak berat.

Bicara kebutuhan gaming, perangkat ini didalam penjualannya telah terinstal aplikasi gaming Free Fire. Free Fire sendiri merupakan game populer serupa PUBG Mobile dengan aliran RPG. Game ini merupakan game survival, persis seperti PUBG Mobile. Karena sudah terisntal secara langsung, game yang katanya amat populer di Tiongkok ini kami mainkan. Mengatasi kebutuhan tembak menembak, berlari, mengendarai kendaraan lari dari kejaran musuh. Perangkat ini mampu mengatasinya tanpa kendala. Setting grafis pun kami buat rata kanan alias berada di paling tinggi semua. Hasilnya memang tanpa masalah. Halus, rendering lancar tanpa kesan patah-patah dan buntutnya kami bisa memenangkan permainan hingga ‘Booyah’.

Sama seperti game Free Fire, untuk game PUBG Mobile, perangkat ini juga sanggup menjalankan tugasnya dengan baik. Tembak menembak, aksi bidik musuh dari kejauhan, menghindar dari serangan hingga efek visual lainnya mampu berjalan dengan smooth hampir tanpa kesan patah-patah. Namun setting grafisnya tidak kami buat rata kanan. Cukup di medium saja. perangkat ini sudah bisa menampilkan grafis memukau dengan padanan warna yang pas. Game lainnya seperti aksi ngebut di jalan raya dengan Asphalt 9 atau Need For Speed No Limits, kami tidak malahan tidak menemui kendala sama sekali. Respons layar dan performa berjalan baik tanpa cacat sama sekali.

Sering kami katakan bahwa kesenangan bermain game pada perangkat smartphone tidak boleh melulu merujuk pada spesifikasi. Pasalnya, game yang saat ini kebanyakan membutuhkan koneksi internet. Karena itu kondisi jaringan internet turut andil dalam kenikmatan bermain game. Kesan patah-patah pun tidak boleh sering menyalahkan jeroan perangkat. Bahkan bermain game di perangkat sekelas smartphone gaming pun bisa saja patah-patah atau lag ketika koneksi internetnya justru payah.

Baterai

Sampai kepada urusan lain yakni urusan daya. Kehadiran Asus Zenfone Max Pro M2 salah satunya adalah mengunggulkan aspek baterai. Betapa tidak, Asus Zenfone Max Pro M2 dibekali dengan baterai gambot 5.000 mAh. Dengan baterainya yang besar, ponsel ini sanggup bertahan hingga 2-3 hari pada penggunaan normal. Dalam hal ini, menjalankan aktivitas di sosial media, dan bermain game dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi.

Namun jika digunakan full untuk bekerja, menjalankan banyak aplikasi chatting, sosial media, tethering hotspot, bermain game, menonton video dan mendengar musik. Perangkat Asus Zenfone Max Pro M2 sanggup bertahan seharian penuh. Dari pagi hingga malam dayanya tidak habis.

Sayangnya, dengan baterai yang besar itu tentu butuh waktu yang tidak sebentar juga untuk mengisi daya smartphone ini. Terlebih, tidak ada fitur fast charging yang menyertainya. Dalam keadaan mati atau benar-benar habis dayanya, Asus Zenfone Max Pro M2 butuh hampir tiga jam hingga terisi sampai penuh.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Rian Alfianto

Baterai Jumbo Bikin Asus Zenfone Max Pro M2 Jadi Serba Bisa