alexametrics

Yahoo Jepang dan Line akan Merger, Bikin Perusahaan Baru?

15 November 2019, 20:08:21 WIB

JawaPos.com – Yahoo Jepang berencana merger dengan layanan pesan Line Corp. Hal tersebut masih dalam pertimbangan SoftBank Group, perusahaan induk yang mengendalikan Z Holdings dan mengoperasikan Yahoo Jepang.

Z Holdings yang merupakan unit telekomunikasi SoftBank mengonfirmasi pada Kamis (14/11) kemarin bahwa pihaknya sedang membicarakan dengan Line yang berbasis di Tokyo tentang kemungkinan merger. Sebagaimana dilansir JawaPos.com dari JapanTimes, Jumat (15/11), sejauh ini belum ada keputusan akhir mengenai kesepakatan yang telah dibuat.

Line mengatakan secara terpisah bahwa mereka sedang mempertimbangkan merger semacam itu bersama dengan peluang lain untuk meningkatkan nilai.
Saham Z Holdings dan Line pun kini dikatakan melonjak di Tokyo. SoftBank Corp, cabang telekomunikasi domestik kerajaan bisnis Masayoshi Son memegang 44 persen saham di Z Holdings, sementara Line dikendalikan oleh Naver Corp Korea Selatan.

SoftBank sedang mempertimbangkan untuk mendirikan perusahaan baru dengan Naver. Menurut orang dekat perusahaan, kesepakatan awal mungkin telah dicapai awal bulan ini.

SoftBank dan Line sendiri diketahui bersaing dalam bidang-bidang seperti pembayaran digital. Dengan aliansi tersebut memungkinkan mereka menghemat uang untuk pengeluaran. Kedua perusahaan juga telah berinvestasi dalam teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan layanan mereka.

Sumber tersebut juga mengungkap bahwa Line memprakarsai pembicaraan musim panas ini dan sedang mencari kemitraan untuk memberi kesempatan mengembangkan AI. Hal ini juga untuk melawan saingan yang lebih besar di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

“Kami dapat mengharapkan manfaat sinergi untuk bisnis pembayaran dan operasi e-commerce,” kata Taketo Yamate, analis senior di butik merger dan akuisisi Frontier Management Inc. “Layanan olah pesan terbesar di Jepang akan menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki, tetapi akan mempertahankan merek terpisah,” lanjut Yamate.

Pendiri SoftBank Group, Son, mengandalkan pendapatan dari operasi telekomunikasi di Jepang untuk membiayai investasinya pada perusahaan teknologi di luar negeri. Son telah mendorong perusahaan untuk melakukan operasi ‘di luar operator’ guna memperkuat aliansi Yahoo Jepang dengan mengakuisisi pengecer pakaian online Zozo Inc juga meluncurkan layanan pembayaran mobile PayPay.

Analis Bloomberg Intelligence Vey-Sern Ling mengatakan, merger Yahoo Jepang dengan Line tentu akan memiliki dampak langsung sekaligus mengakhiri persaingan pembayaran mobile yang mahal antara Line Pay dan PayPay. “Kedua perusahaan telah melihat margin keuntungan mereka merosot karena pengeluaran yang agresif untuk akuisisi pengguna, katanya.

Yahoo Jepang dulunya merupakan mesin pencari, portal web, dan pemain e-commerce utama di negara itu. Namun, mereka kehilangan tempat karena pengguna telah berpindah dari PC ke smartphone. Sementara aplikasi Line tidak hanya digunakan 82 juta pengguna aktif bulanan di Jepang, tetapi juga merupakan messenger yang dominan di Taiwan dan Thailand. Di kedua negara itu aplikasi Line memiliki masing-masing 21 juta dan 45 juta pelanggan. Perusahaan juga telah memperluas layanan keuangan dengan bermitra dengan Nomura Holdings Inc dan Mizuho Financial Group Inc.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto


Close Ads