alexametrics

Kuartal Tiga 2019, Oppo Gantikan Samsung Jadi Penggawa Smartphone

15 November 2019, 12:59:45 WIB

JawaPos.com – Lembaga riset IDC Indonesia baru saja merilis data terbaru mengenai market share lima merek smartphone teratas yang ada di Indonesia. Dalam data terbaru itu, Samsung diketahui tak lagi menjadi penggawa smartphone di Indonesia, namun turun ke posisi tiga.

Dalam keterangan resminya kepada JawaPos.com, pihak IDC mengatakan, Samsung terkena imbas dari merek-merek asal Tiongkok dan kehilangan pangsa cukup signifikan. Salah satu penyebabnya karena perbaharuan seri A (dengan seri As terbaru) terjadi terlalu cepat setelah peluncuran sesi A yang sukses di awal tahun ini.

Dalam laporan IDC, posisi Samsung digantikan oleh Oppo. “Pada kuartal tiga 2019, pasar smartphone mengalami penurunan musiman sebesar 9,9 persen (Quarter on Quarter), turun menjadi 8,8 juta unit. Namun, pasar smartphone tetap meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 1,8 persen (Year on Year),” jelas pihak IDC.

Laporan market share top 5 merek smartphone di Indonesia kuartal 3 2019. (IDC/JawaPos.com)

Pengiriman smartphone kelas menengah tumbuh 11,1 persen. Hal ini didorong oleh kebutuhan untuk memperbaharui dan adanya berbagai konten hiburan seperti konsumsi media dan mobile gaming. Mayoritas pengiriman smartphone kelas menengah dilengkapi prosesor Qualcomm Snapdragon.

Oppo dikatakan memegang pangsa terbesar pada segmen low-end dengan kisaran harga USD 100 sampai USD 200 atau berkisar Rp 1,4 jutaan hingga Rp 2,8 jutaan. Tak hanya dari sisi perangkat low end, Oppo juga dikatakan ditunjang oleh perangkat mid range dengan harga USD 200 sampai USD 400 atau berkisar Rp 2,8 jutaan sampai Rp 5,6 jutaan dengan serangkaian model smartphone yang baru diluncurkan seperti model K3, A5, dan A9.

Posisi kedua diisi oleh Vivo. Vivo yang meluncurkan pembaruan produk pada kuartal ini dengan berbagai rentang harga dikatakan cukup mampu membuat pergerakan yang signifikan. Vivo disebut memiliki pangsa yang signifikan pada segmen kelas menengah dengan model Z1 Pro, yang sukses menarik pembeli dengan spesifikasi dan fitur yang menarik serta harga yang wajar.

Merangsek ke posisi empat, ada Realme. Sebelumnya Realme hanya menempati posisi lima. Realme dikatakan bersaing agresif dengan berbagai kampanye pemasaran dan penawaran produknya. Realme naik ke peringkat empat dan didukung oleh pengiriman yang besar di retang harga low-end Rp 1,4 jutaan hingga Rp 2,8 jutaan. Realme juga disebut kuat pada segmen harga di bawah Rp 1,4 jutaan.

Sementara Samsung tak anjlok sendirian. Hal yang sama turut dirasakan Xiaomi. Sebelumnya, Samsung dan Xiaomi cukup lama duduk manis di posisi pertama dan kedua. Kini, Xiaomi justru berada di urutan paling bontot yakni posisi lima.

Xiaomi meluncurkan Redmi 7A untuk segmen ultra low-end dengan harga di bawah Rp 1,4 jutaan. Namun secara keseluruhan, popularitas Xiaomi telah menarik kompetisi dari unit Xiaomi yang tidak resmi sehingga membanjiri pasar dan mengurangi penjualan unit resminya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads