alexametrics

Pengamanan SKKL Kepulauan Riau dan Sekitarnya Jadi Perhatian Serius

15 Oktober 2019, 20:40:33 WIB

JawaPos.com – Pengamanan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Wilayah Kepulauan Riau dan Batam tengah menjadi perhatian serius PT Ketrosden Triasmitra (Triasmitra). Pihaknya baru-baru ini menggelar sosialisasi Pengamanan SKKL bekerja sama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam.

CEO/Presiden Direktur Triasmitra Group, Titus Dondi menjelaskan, sosialisasi dan edukasi dilakukan agar para agen, pemilik maupun asosiasi kapal, dan pelayaran memahami posisi SKKL yang menjadi infrastruktur strategis. “Seperti kita ketahui, Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) baru saja meresmikan Tol Langit atau SKKL Palapa Ring kemarin. Ini menunjukkan pemerintah memiliki perhatian tinggi terhadap keberadaan SKKL karena perannya yang strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai Digital Paradise,” ungkap Titus dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/10).

Titus mengungkapkan, SKKL Palapa Ring yang dibangun pemerintah memiliki ketersambungan dengan wilayah perairan Kepulauan Riau dan sekitarnya. Apalagi Batam menjadi gerbang internet Indonesia menuju Hub ke Singapura sebelum ke jaringan global.

Sebagai pihak yang dipercaya untuk mengatur Service Palapa Ring Barat, Triasmitra merasa perlu melakukan sosialisasi karena masih ditemukan kapal-kapal yang melakukan aktivitas pelayaran di wilayah perairan Kepulauan Riau dan sekitarnya. “Salah lokasi parkir saja bisa menyebabkan kerusakan jaringan SKKL di wilayah tersebut. Ini kan bisa mengancam keberadaan ‘Tol Langit’ yang kita banggakan,” papar Titus.

Dia menjelaskan, kerusakan SKKL menimbulkan biaya besar untuk pemulihan, juga bisa  mengganggu koneksi jaringan internet di wilayah Kepulauan Riau maupun jaringan internet secara nasional. Sebab Kepulauan Riau khususnya Batam saat ini masih menjadi gerbang koneksi internet Indonesia dengan jaringan luar negeri.

Dia juga mengingatkan bahwa pengerusakan SKKL oleh aktivitas kapal juga dapat diproses secara hukum. “Kami bersama SOP Khusus Batam berharap dengan adanya acara sosialisasi ini kerusakan SKKL akibat aktivitas kepal/pelayaran dapat ditekan seminimal mungkin sehingga telekomunikasi tidak mengalami gangguan agar tujuan utama SKKL untuk memajukan Indonesia di tengah persaingan global dapat tercapai,” pungkasnya.

Kepala KSOP Khusus Batam Capt Barlet Silalahi menambahkan, para pemilik atau nakhoda kapal harus memperhatikan jalur yang dilaluinya dan menghindari rute yang ada SKKL di bawahnya. “Nakhoda kapal kita harapkan memahami tanda-tanda di mana ada SKKL di bawah laut dan menghindarinya. Harap diingat, jika SKKL terganggu, stabilitas bisa terganggu pula karena komunikasi putus,” katanya.

Seperti diketahui, Palapa Ring merupakan proyek pembangunan backbone jaringan serat optik nasional yang menghubungkan seluruh 514 ibukota kabupaten/kota di Indonesia yang dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Non-KPBU.

Penggelaran Palapa Ring oleh Pemerintah sepanjang lebih dari 12.000 km di 57 kabupaten/kota di 11 provinsi dengan skema KPBU merupakan wujud dari kebijakan afirmatif pemerintah untuk menyediakan internet cepat di wilayah-wilayah Terluar, Terdepan, Tertinggal (3T) yang secara komersial tidak feasible untuk dibangun oleh pihak swasta.

Editor : Fadhil Al Birra

Saksikan video menarik berikut ini: