alexametrics

Microsoft Kembangkan AI untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

14 November 2019, 11:16:21 WIB

JawaPos.com – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin menunjukkan perannya dalam dunia medis modern. Saat ini, sudah banyak perusahaan teknologi yang concern dalam pengembangan AI untuk dunia kesehatan.

Baru-baru Microsoft juga diketahui mengembangkan teknologi AI untuk deteksi dini kanker serviks. Sebagaimana dikutip JawaPos.com dari laman resmi Microsoft, Kamis (14/11), AI untuk deteksi dini kanker serviks itu dikembangkan bersama SRL Diagnostics dan diklaim mampu lebih cepat daripada diagnosa manusia.

Menurut perkiraan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker serviks merupakan kanker paling sering keempat yang menyerang perempuan di seluruh dunia. Kanker serviks juga menjadi salah satu penyakit pembunuh yang mematikan.

Masih menurut data WHO, India menempati porsi 16 persen dari beban global penyakit ini. Tidak seperti kanker payudara, yang lebih umum di perkotaan India, kanker serviks sering terjadi di daerah pedesaan yang masih banyak warga buta huruf serta kesadaran tentang penyakit rendah.

Sebagai informasi, SRL Diagnostics adalah perusahaan laboratorium diagnostik terbesar di India. Laboratorium tersebut meningkat signifikan terkait permintaan deteksi atau screening kanker serviks.

Salah satu tujuan utama pengembangan teknologi AI untuk deteksi kanker serviks ini adalah mempercepat proses deteksi dini. Nantinya, alat ini diharapkan dapat digunakan di negara-negara berpenduduk padat, seperti India. Di sana jumlah pasien mungkin terlalu banyak sehingga tes dan deteksi dapat membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.

Menurut Microsoft, model AI sekarang dapat membedakan antara slide smear normal dan abnormal dengan akurat. Saat ini masih proses validasi di laboratorium. Ini juga dapat mengklasifikasikan slide smear berdasarkan tujuh subtipe skala sitopatologis serviks.

Klasifikasi termasuk interpretasi yang berkisar antara tahap normal dan pra-kanker hingga kanker. Dengan menggunakan alat AI ini, diharapkan dapat membantu dokter melayani lebih banyak pasien, terutama karena telah ditunjukkan bahwa di India, sekitar 67 ribu wanita meninggal setiap tahun akibat kanker serviks.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads