alexametrics

Ponsel Jadi Alat Utama untuk Kejahatan Penipuan

14 Oktober 2017, 14:58:36 WIB

JawaPos.com – Di tengah perkembangan milenial ini pola kejahatan mulai bergeser ke media komunikasi. Terutama yang memanfaatkan telepon seluler (ponsel).

Direktur Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengatakan, kini pelaku pidana menggunakan alat komunikasi sebagai sarana tindak kejahatan. Sebab di era milenial ini sangat rentan tindak kejahatan melalui sarana komunikasi.

“Alat komunikasi digunakan sebagai sarana semua kejahatan, terorisme, penipuan dan tindak kejahatan lainnya,” kata Brigjen Pol Fadil Imran kepada JawaPos.com, Jakarta, Sabtu (14/10).

SIM Card ponsel
Ilustrasi (Pixabay.com)

Fadil menyebut, kasus tindak kejahatan penipuan melalui sambungan telepon atau surat elektronik menjadi tingkat tertinggi melalui sarana komunikasi, karena banyak sekali akun palsu atau dengan sengaja meregistrasi selulernya dengan memalsukan data diri. “Kasus penipuan (paling parah), akun palsu, mama minta pulsa itu kejahatan telekomunikasi,” ungkap Fadil.

Fadil menyebut, penangkapan para tersangka akan mudah dilakukan jika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberlakukan registrasi seluler menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK) sehingga nantinya semua akan terkoneksi untuk mempermudah mencari pelaku tindak pidana siber.

“Itu mempermudah (pencarian pelaku) kalau benar diberlakukan data kependudukan dan data yang lainnya. Kalau semua sudah menggunakan big data semua mudah terkoneksi,” tutur Fadil.

Selain itu, sambung Fadil, penggunaan NIK dan Nomor KK dalam registrasi seluler prabayar akan mencegah tindak pidana siber yang semakin masif belakangan ini. Namun, tidak menuntup kemungkinan ada saja orang yang nantinya menggunakan NIK dan Nomor KK palsu dalam meregistrasi kartu prabayar.

“Pasti (mencegah), semua akan mikir tidak lagi bisa melakukan tindak kejahatan. Namun, bisa jadi pakai NIK palsu atau KK palsu,” ujar Fadil.

Lebih lanjut, Fadil menuturkan keamanan privasi pengguna seluler pun harus terjaga sehingga ada aturan hokum yang mengatur privasi setiap pengguna seluler. “Keamanan privasi juga dijaga, karena harus ada alasan hukum,” tandas Fadil

Sebelumnya, Dirjen Penyelenggara Pos & Informatika (PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli mengatakan, tata cara registrasi seluler prabayar menggunakan NIK dan Nomor KK berlaku untuk pelanggan seluler baru dan lama.

“Jadi yang harus dimasukkan adalah NIK dan Nomor KK,” ujar Ahmad saat menjelaskan tata cara registrasi prabayar ini di Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (11/10).

Registrasi prabayar ini mulai berlaku 31 Oktober 2017. Paling lambat melakukan registrasi prabayar pelanggan sampai tanggal 28 Februari 2018.

Editor : admin

Reporter : (cr5/JPC)



Close Ads
Ponsel Jadi Alat Utama untuk Kejahatan Penipuan