alexametrics

Jurus Menkominfo Tangkal Sebaran Konten Asusila di Platform Digital

13 Agustus 2019, 11:22:15 WIB

JawaPos.com – Konten berbau asusila sering kali muncul di berbagai plaform digital. Yang mengkhawatirkan lagi, konten negatif tersebut dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat hampir tanpa batasan umur.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengungkapkan, konten berbau asusila berbau asusila di platform digital saat ini sulit diberangus. Pasalnya, pemerintah tidak memiliki lembaga khusus yang berkaitan dengan penanganan tindak asusila.

Sehingga, lanjut dia, tindakan asusila di dunia maya masih banyak yang ‘abu-abu’ atau masih dipertanyakan pelanggaran asusilanya. Karena belum jelas aturannya, Rudiantara menilai tidak akan efsien kalau dipaksakan dibawa ke ranah hukum.

“Konten radikalisme, terorisme, itu ada ada lembaga resmi yang menanganinya, ada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Masalah narkotika juga ada Badan Narkotika Nasional (BNN). Mereka selalu memberikan masukan kepada Kemenkominfo. Peredaran obat dan makanan juga ada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM),” ujar Rudiantara di acara Sarasehan Nasional Penanganan Konten Asusila di Dunia Maya, di Jakarta, Senin (12/8).

Hal itu berbeda dengan konten yang diduga asusila, konten pornografi pun lain lagi. Konten yang mengandung unsur pornografi bisa segera ditangani karena sudah ada aturan yang jelas, batasan-batasan untuk sampai kepada kategori pornografi juga sudah ada.

“Di pornografi jelas kan yang memunculkan ‘gambar-gambar’ apa. Nah itu jelas. Tapi kalo misalkan asusila yang agak abu-abu ini sedang kita bahas. Untuk konten asusila yang masih abu-abu, kita akan melakukan pendekatan dengan pembinaan,” lanjut Rudiantara.

Pria yang karib disapa Chief RA itu menjelaskan, pembinaan tersebut dengan memanggil pembuat konten yang bersangkutan. Adapun pemanggilan pada pembuat konten ini nantinya bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai konten yang seperti apa yang bisa dan baik dikonsumsi masyarakat.

Seperti diketahui bersama, belakang viral kasus Kemenkominfo dengan YouTube Kimi Hime yang dianggap terlalu vulgar dalam membuat kontennya. Sebelumnya Kemenkominfo juga telah menghentikan atau memblokir (suspend) layanan tiga konten YouTube milik Kimi Hime. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena kontennya dinilai bermuatan aspek pornografi, vulgar, dan melanggar kesusilaan.

Adapun tiga judul video yang telah disuspend, yakni Strip Challenge, Main 1 Kali = Buka Baju – PUBG Mobile Indonesia, Keasikan Bermain, Gadis Ini Keluarkan Cairan Lengket – Uncencored Full HD MP4, serta Pertama Kali Enak Ya#Himevlog. Selain itu, sejumlah konten Kimi juga diberi batasan umur ’18+’ karena dianggap lebih layak untuk konsumsi orang dewasa.

Masih terkait konten asusila di platform digital, dalam kesempatan yang sama, Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah menilai, konten asusila dilihat apabila perbuatan atau tindakan tersebut dianggap berseberangan dengan nilai sosial yang berkembang di masyarakat

KPAI dikatakannya akan memberikan ukuran tertentu termasuk klasifikasi konten asusila yang dianggap memberikan pengaruh negatif atau tidak bagi anak-anak. “Yang terpenting, kira-kira itu (konten asusila) memberikan pengaruh negatif tidak untuk anak-anak. Kalau memberikan pengaruh negatif, tidak rekomendasi nah itu yang kita awasi,” ucapnya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads