alexametrics

Produk Smartphone Kalah Saing, Microsoft dan Nokia Buka Bisnis Baru

8 November 2019, 10:55:55 WIB

JawaPos.com – Nama Microsoft dan Nokia telah lama terdengar begitu akrab. Semua pasti ingat, keduanya pernah sama-sama besar dan jatuh ketika Windows Phone dihajar dominasi ponsel Android.

Soal Microsoft dan Nokia kini terdengar lagi. Sebagaimana JawaPos.com lansir dari Gizchina, Jumat (8/11), kedua perusahaan teknologi itu membangun kembali kerja sama yang pernah harmonis beberapa tahun lalu.

Namun, kerja sama keduanya kali ini bukan lagi untuk produk smartphone. Microsoft dan Nokia bersama-sama akan mengembangkan solusi berorientasi perusahaan untuk mempercepat transformasi dan inovasi lintas-industri melalui cloud, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things (IoT).

Dalam kemitraan ini, solusi Azure, Azure IoT, Azure AI, dan pembelajaran mesin dari Microsoft akan diintegrasikan dengan solusi nirkabel khusus LTE kuasi 5G Nokia, IP, SD-WAN, dan produk konektivitas IoT racikan Nokia.

Singkatnya, solusi cloud Microsoft akan digabungkan dengan keahlian Nokia dalam jaringan critical mission-nya. Jadi solusi ini akan membantu bisnis dan Communications Service Provider atau penyedia layanan komunikasi (CSP) mengubah bisnis mereka.

Teknologi yang dikembangkan keduanya ditujukan untuk pengguna perusahaan. Terutama, ini akan berguna bagi perusahaan yang menggunakan data untuk merampingkan dan mengotomatisasi proses.

Perusahaan-perusahaan itu termasuk pabrik digital, kota pintar, gudang, fasilitas kesehatan, dan pusat transportasi seperti pelabuhan dan bandara. BT akan menjadi penyedia layanan komunikasi pertama di dunia yang menawarkan solusi Microsoft-Nokia kepada pelanggan korporatnya.

Jason Zander, wakil presiden eksekutif Microsoft Azure, mengatakan, menyatukan keahlian Microsoft dalam solusi cloud cerdas dan kekuatan Nokia dalam membangun bisnis dan jaringan critical mission akan membuka konektivitas baru dan skenario otomatisasi. “Kami sangat gembira tentang peluang yang akan diciptakan untuk pelanggan bersama kami di berbagai industri,” ujarnya.

Senada, Kathrin Buvac, presiden dan kepala strategi Nokia, mengaku sangat senang menyatukan keahliannya dengan solusi cloud Microsoft. “Bersama-sama, kami akan mempercepat perjalanan transformasi digital menuju Industry 4.0, mendorong pertumbuhan ekonomi dan produktivitas bagi perusahaan dan penyedia layanan,” paparnya.

Sebelumnya, Nokia dan Microsoft telah memiliki kerja sama penuh dalam bisnis smartphone. Pada saat itu, Nokia menyerahkan sistem MeeGo sendiri dan memilih Windows Phone guna mencapai kemitraan dengan Microsoft.

Untuk mendapatkan dukungan Nokia, Google dan Microsoft berjanji untuk menyediakan ratusan juta dolar dalam bantuan teknik dan dukungan pemasaran. Pada September 2013 lalu, Nokia kemudian menjual bisnis ponsel cerdasnya ke Microsoft.

Yang terakhir mengumumkan pada waktu itu bahwa mereka akan mengakuisisi bisnis smartphone Nokia sebesar USD 7,2 miliar. Kesepakatan itu juga termasuk lisensi sejumlah besar portofolio paten.

Berdasarkan ketentuan perjanjian, merek dagang Asha dan Lumia berpindahke Microsoft. Namun merek dagang Nokia terus dipegang oleh Nokia.

Dua tahun lalu, Microsoft akhirnya menghentikan bisnis ponsel pintar Nokia. Namun bulan lalu, Microsoft merilis Surface Duo yang mengusung dua layar. Meskipun Microsoft tidak mengklasifikasikan produk sebagai smartphone.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads