alexametrics

LinkAja Tak Ingin Bertarung Promo, Tawarkan Kemudahan Bukan Kemurahan

5 Juli 2019, 07:10:44 WIB

JawaPos.com – Persaingan layanan dompet digital (e-wallet) di Indonesia semakin ketat. Begitu pun bagi LinkAja. Penyedia layanan dompet digital yang merupakan gabungan dari pemain uang elektronik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengaku siap bersaing dengan pemain sejenis lainnya, seperti OVO, Go-Pay, dan Dana.

Namun dalam persaingannya, LinkAja tampaknya tidak ingin terlibat dalam pertarungan promosi dengan memberikan diskon atau harga murah dalam aplikasinya. CEO LinkAja, Danu Wicaksana menyebut bahwa LinkAja ingin memberikan kemudahan bagi penggunanya, bukan kemurahan.

Danu yang dulunya juga sebagai CEO TCash menerangkan, kegunaan utama LinkAja ini tidak hanya ride sharing atau retail merchants yang sifatnya lifestyle saja. “Ketika LinkAja masuk dengan shareholder yang beragam, di situ LinkAja mencoba masuk ke segmen yang beragam. Berbeda dengan pemain uang elektronik lainnya,” ujar Danu di kantor LinkAja, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (4/7).

Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa LinkAja memiliki misi menjadi penyedia layanan uang elektronik kebanggaan Indonesia bagi seluruh kalangan. Kelas atas hingga kelas bawah, dari kota hingga ke desa dengan kebutuhan yang sifatnya esensial bagi masyarakat sehari-hari. Bukan sekadar gaya hidup semata dengan tawaran promo di retail makanan dan minuman.

Kendati begitu, Danu enggan menyebut bahwa LinkAja dengan pemain e-wallet lainnya saling bersaing. “LinkAja bersama beberapa pemain uang elektronik lain bahu-membahu bersatu dalam edukasi masyarakat untuk adopsi budaya nontunai dan inklusi keuangannya,” imbuh Danu.

Ke depan, lanjut Danu, LinkAja akan lebih banyak melayani transportasi publik, seperti Kereta Api Indonesia (KAI), Commuter Line, Light Rail Transit (LRT) Palembang, Mass Rapid Transit (MRT), TransJakarta, dan jalan tol di berbagai ruas seiring dengan perkembangan dan penjajakan yang masih berlanjut.

Selain itu, LinkAja juga mengaku akan melayani pembelian bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pertamina untuk transaksi nontunai di SPBU dan SPBG.

CMO LinkAja Edward Kilian Suwignyo menuturkan, LinkAja juga memiliki apa yang dimiliki pemain e-wallet kompetitor. “Kita memang tidak akan bertarung dengan promo sebesar-besarnya dengan area lifestyle saja. Kalau ditanya kita punya atau enggak (retail merchant food and beverage)? Kita ada, tapi itu bukan fokus utama kita,” terangnya dalam kesempatan yang sama.

Sebagai informasi, LinkAja seperti sudah disinggung di atas merupakan gabungan dari perusahaan BUMN. Perusahaan BUMN dimaksud adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), Pertamina, Asuransi Jiwasraya, Danareksa, dan tentunya Telkomsel.

Dalam perjalanannya, LinkAja awalnya bernama TCash hingga kemudian melebur bersama beberapa perusahaan BUMN tersebut di atas. Layanan yang dinaungi PT Fintek Karya Nusantara itu diklaim sudah memiliki sebanyak 23 juta pengguna.

LinkAja dalam use case-nya menawarkan layanan pulsa dan data, billing, tranportasi, retail merchant, E-Commerce, donasi, remitansi, dan finansial servis seperti asuransi dan pinjaman. LinkAja dengan sinerginya bersama perusahaan BUMN menargetkan bahwa nantinya mereka akan bisa digunakan di seluruh sendi kehidupan dengan penggunaan mesin EDC dari Bank-bank BUMN untuk berbagai keperluan.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads