alexametrics

Sempat Dilarang Trump, Huawei Utarakan Niat Kembali Gandeng Google

4 April 2020, 01:01:15 WIB

JawaPos.com – Sepuluh bulan yang lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melarang Huawei melakukan bisnis dengan AS. Dia menempatkan Huawei di daftar entitas dengan alasan bahwa keterlibatan perusahaan dengan jaringan dan teknologi menjadikannya ancaman bagi keamanan nasional AS dan perannya sebagai mata-mata Tiongkok.

Namun, klaim Trump dibantah Huawei. Meski begitu, daftar entitas Trump tetap pada akhirnya memutuskan bahwa perusahaan AS dilarang untuk melakukan bisnis dengan Huawei yang pada akhirnya juga memutus hubungan mereka dengan Google.

Waktu terus berlalu, Huawei berjalan tanpa dukungan Google di beberapa perangkat smartphonenya dan terus berusaha bangkit sekuat tenaga dengan banyak melakukan pengembangan. Kini tampaknya Huawei rindu dengan Google.

Dikutip dari laman Wired, Jumat (3/4), Huawei kini mengutarakan keinginannya untuk kembali menggandeng Google. Richard Yu, CEO Consumer Business Group Huawei menyampaikan, larangan perdagangan dan hubungan dagang Google yang terputus telah menjadi tantangan besar bagi mereka.

Hal tersebut memaksa perusahaan untuk secara drastis memperluas rencana induk Huawei ketika menyangkut ponsel, asisten suara, dan upaya mereka untuk menguasai ekosistem smart home.

“Di masa lalu kami telah menghasilkan pendapatan dan laba besar bagi perusahaan-perusahaan AS seperti Google dan kami telah menjadi mitra yang sangat baik. Jadi, di Huawei, kami masih berharap bahwa kami dapat terus bekerja sama dengan Google,” ujar Yu kepada Wired.

Dia melanjutkan, pihaknya sangat berharap hubungannya dengan Google dapat segera terajut kembali. Dirinya juga menegaskan bahwa Huawei sudah sangat terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

“Semoga kita bisa mendapatkan lisensi dari pemerintah AS. Kami terbuka. Demi kepentingan nilai perusahaan-perusahaan AS itu, mereka harus (melakukan perbaikan hubungan). Saya harap mereka bisa memberi kita lisensi,” ucap Yu seraya berharap.

Keinginan kuat Huawei untuk kembali dengan Google adalah terkait dengan semua layanan Google dan tentunya menggunakan Play Store sebagai pilihan utama dengan Huawei Mobile Services untuk menawarkan lebih banyak pilihan. “Kami ingin tetap di platform Android,” tegas Yu.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads