alexametrics

Teknologi 5G Dorong Kemajuan Industri Otomotif Makin Canggih

4 Februari 2019, 16:26:07 WIB

JawaPos.com – Teknologi 5G menawaran kecepatan yang sangat tinggi. Bahkan jaringan telekomunikasi generasi kelima itu tidak hanya digunakan untuk komunikasi smartphone saja, melainkan merasuk ke berbagai sektor kehidupan.

Produsen System on Chip (SoC) kenamaan, Qualcomm memprediksi, teknologi 5G adalah pondasi untuk membangun masa depan industri yang lebih efisien. Teknologi termutakhir ini semakin cerdas, juga mampu menghadirkan cara-cara inovatif untuk berkomunikasi dengan dunia di sekitar kita. Salah satunya adalah kemajuan di sektor otomotif.

Menurut Qualcomm, sebagaimana prediksinya yang dibagikan kepada JawaPos.com, Senin (4/2), dalam industri otomotif, teknologi 5G dapat membuat kendaraan menjadi lebih cerdas. Kecerdasan buatan (AI) adalah kunci dari pengembangan kendaraan otonom, begitu pula dengan komunikasi dan konektivitas.

Data dengan kecepatan tinggi bagi para konsumen (termasuk data suara untuk 3G) adalah pertimbangan besar pada saat teknologi 3G dan 4G dikembangkan. Komunikasi mesin-ke-mesin juga semakin bertambah penting dan telah menjadi prioritas, serta menuntut bandwith lebih banyak yang saat ini hanya bisa di-cover oleh teknologi 5G.

Teknologi 5G dikatakan dapat menghadirkan koneksi yang dapat diandalkan dengan latensi rendah. Bit rate tinggi memungkinkan pertukaran volume data pemetaan 3D yang tinggi, juga berbagi data sensorik akan membantu meningkatkan kesadaran situasional. Hal ini tentu akan mempercepat jalur menuju otonom yang sesungguhnya.

Teknologi 5G memungkinkan manufaktur kendaraan mampu meningkatkan konektivitas kendaraan dengan komunikasi vehicle to everything (V2X), protokol baru untuk kendaraan berkomunikasi dengan kendaraan lain (V2V), pejalan kaki (V2P), jaringan (V2N), dan infrastruktur sekitar (V2I).

Selain membuat kendaraan menjadi lebih cerdas, 5G diklaim akan menghasilkan kendaraan yang lebih aman. Menurut Qualcom, V2X yang didukung oleh 5G dipastikan akan memainkan peran integral dalam memperbaiki efisiensi lalu lintas dan mengurangi kecelakaan.

Sebagai contoh, komunikasi V2V memungkinkan kendaraan untuk mengetahui rintangan yang berada di luar jarak pandang. Ini bisa dalam bentuk video yang disebarkan antara mobil dan informasi yang dibagikan dari para pejalan kaki dan infrastruktur.

Selain itu, teknologi 5G yang mendukung V2X akan membuat perjalanan menuju tempat kerja semakin aman dengan konsumsi waktu yang lebih sedikit. Kendaraan otonom akan ‘tahu’ di mana tempat parkir tersedia dan bisa mengenali alternatif dari lahan parkir di jalan, mempercepat lalu lintas, dan mengurangi kemacetan. Kecanggihan ini diklaim bisa menghemat hingga USD 140 milyar karena menghindari kemacetan.

Selanjutnya Qualcomm juga menyebut bahwa dengan teknologi 5G industri otomotif akan berubah. Termasuk mengubah cara konsumen membeli mobil. Selain membeli kendaraan untuk kepentingan transportasi, konsumen mungkin membeli kendaraan untuk mendapatkan ‘koneksi komputer di atas roda’. Hal ini tentu menantang para produsen untuk mempertimbangkan kembali faktor-faktor yang bisa memengaruhi pembelian.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads
Teknologi 5G Dorong Kemajuan Industri Otomotif Makin Canggih