alexametrics

Gerak Cepat Telkomsel Bentuk Ekosistem Industri 4.0 Lewat Teknologi 5G

4 Januari 2019, 16:48:16 WIB

JawaPos.com – Upaya pemerintah menggalakkan Revolusi Industri 4.0 tampaknya berjalan manis. Meski perlahan, namun beragam dukungan dari berbagai sektor terus bermunculan. Tak terkecuali sektor telekomunikasi yang kini mulai berlomba menghadirkan teknologi 5G.

Harus diakui bahwa jaringan termutakhir inilah yang bakal merealisasikan Industri 4.0. Sekaligus menjawab tantangan Making Indonesia 4.0. Pemainnya sebut saja Telkomsel yang berhasil memboyong teknologi 5G ke tanah air tahun lalu.

Perlu diketahi juga bahwa 5G sejatinya tidak sebatas untuk keperluan telekomunikasi saja, melainkan pada seluruh bidang termasuk industri. Malahan 5G akan sangat mubazir jika hanya dipakai sebagai sarana telepon maupun pertukaran data internet. Sebab, kebutuhan internet sejatinya sudah cukup pada jaringan 4G LTE. Hal tersebut bahkan diakui Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Implementasi teknologi 5G tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Teknologi baru, tentu perangkat pendukung juga baru. Ribuan antena, menara seluler, dan perangkat penunjang lainnya perlu dibangun untuk saling terhubung. Belum lagi slot frekuensi 5G yang musti melewati mekanisme lelang dengan biaya besar.

Biaya instalasi hingga operasi jaringan itu tentunya akan turut dibebankan kepada konsumen alias pengguna 5G. Artinya, tarif data jaringan berbasis 5G jika diterapkan untuk smartphone tidak murah. “Jangan berpikir 5G ini untuk smartphone yang digunakan perorangan. Smartphone itu pakai 4G sudah kenceng. Kalau ponsel pakai 5G itu mubazir. Belum lagi biayanya, paketnya, pasti mahal kalau smartphone pakai 5G,” ujar Rudiantara.

Kendati memang bisa diterapkan pada smartphone, namun teknologi 5G lebih ditekankan untuk membantu perkembangan industri, juga sektor lainnya. Sebagai contoh teknologi generasi kelima ini mampu mendukung kinerja robot pada industri berbasis Internet of Things (IoT).

Hasilnya tentu berupa ‘pabrik cerdas’ yang mengandalkan komputasi dan pertukaran data termutakhir. Cara kerja pengontrolan hingga pelaporan dilakukan secara remote dengan beragam fitur-fitur canggih. Sementara sektor lainnya, teknologi 5G juga mendukung penerapan smart city, autonomous car atau mobil tanpa sopir, hingga beragam IoT.

Seperti yang kita ketahui bahwa teknologi 5G memiliki kecepatan luar biasa. Bahkan ada yang menyebut kecepatannya menyentuh 1 Gbps. Mengunduh data sebesar 1 GB hanya dalam waktu delapan detik. Sangat kencang, bukan? Kecanggihan tersebut tentu bisa melibas semua sektor kehidupan. Industri, pendidikan, pemerintahan, kesehatan, dan sebagainya. Termasuk untuk games, robot industri, IoT, hingga telekomunikasi.

Telkomsel sendiri mengaku sudah siap ‘bertarung’ dengan semua sektor tersebut. Apalagi dewasa ini muncul istilah Transformasi Digital. Proses perubahan fisik ke online bukan sekadar punya website perusahaan saja. Lebih dari itu, setiap pebisnis maupun pemililk perusahaan dituntut untuk mengubah sistem maupun skema jika memang masih mau ‘bertahan hidup’. Lagi-lagi penerapannya butuh sarana pendukung: jaringan telekomunikasi.

Menjawab tantangan itu, Telkomsel bahkan sudah memulainya dengan terobosan era digital saat ini. Termasuk dukungan layanan gaya hidup digital. Big data, IoT, robotika, machine to machine, hingga artificial intelligence (AI).

Pergerakan yang paling terlihat yakni pada Agustus 2018 lalu, ketika Telkomsel mengenalkan kehebatan teknologi 5G ke masyarakat Indonesia. Tepatnya saat perhelatan akbar Asian Games 2018 di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Gebrakan Telkomsel dalam 5G Experience Center itu pun terbilang sukses. Perusahaan yang dipimpin Ririek Adriansyah ini berhasil mengenalkan dan memberi pengalaman teknologi 5G kepada masyarakat Indonesia. Teknologi 5G tersebut diimplementasikan melalui autonomous bus, future driving, live streaming, cycling everywhere, football, hingga virtual gaming lainnya.

Meski masih showcase, namun 5G Experience Center itu menjadi bukti keseriusan Telkomsel dalam menghadirkan teknologi paling mutakhir saat ini. Malahan perusahaan pelat merah itu didaulat menjadi yang pertama memboyong teknologi 5G ke tanah air.

Gerak cepat Telkomsel yang ingin menggarap jaringan generasi kelima inilah yang patut diapresiasi. Ya, meski belum tahu kapan pastinya teknologi 5G bakal bisa dirasakan masyarakat Indonesia secara komersial. Termasuk merealisasikan roadmap pemerintah Indonesia: Making Indonesia 4.0.

Tidak hanya itu, guna mendukung layanan gaya hidup digital masyarakat, Telkomsel juga berhasil mengimplementasikan teknologi narrow band Internet of Things (NB-IoT). Termasuk yang pertama di Indonesia. Teknologi tersebut diterapkan melalui layanan bike sharing berkolaborasi dengan Universitas Indonesia. Ada pula layanan smart metering bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta layanan automatic fish feeder menggandeng eFishery dan Japfa.

“Upaya-upaya ini merupakan salah satu bentuk dukungan Telkomsel bagi roadmap pemerintah Indonesia, yaitu Making Indonesia 4.0. Aspek penguasaan teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi menjadi kunci penentu daya saing Indonesia,” jelas Vice President Next Generation Network Taskforce Telkomsel Ivan C Permana kepada JawaPos.com.

Lantas, kapan teknologi 5G akan benar-benar diterapkan di Indonesia? Menurut Ivan, saat ini memang belum ada negara yang mengimplementasikan 5G. Bahkan saat ini 3GPP (organisasi standardisasi telekomunikasi internasional) masih merumuskan untuk merilis full standard terkait 5G. Mengingat pada Desember 2017 lalu, 3GPP baru menyepakati spesifikasi 5G pertama untuk Non-standalone (NSA) 5G.

“Untuk tahapan komersialisasi tentunya Telkomsel menunggu izin dari pemerintah untuk untuk membuka spektrumnya. Untuk menggelar 5G itu setidaknya satu operator butuh 100 MHz untuk spektrumnya. Hal tersebut juga harus didukung berbagai macam aspek penting lainnya termasuk kesiapan perangkat untuk membangun ekosistem 5G,” pungkasnya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Fadhil Al Birra, Fersita Felicia Facette



Close Ads
Gerak Cepat Telkomsel Bentuk Ekosistem Industri 4.0 Lewat Teknologi 5G