alexametrics

Soal Jaringan Ibu Kota Baru, Smartfren Tunggu Sinyal Pemerintah

3 September 2019, 20:01:10 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan bahwa pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur dilakukan secara bertahap hingga 2024. Seperti diketahui, ibu kota akan dipindah di sebagian wilayah Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kaltim.

Terkait pemindahan ibu kota, operator telekomunikasi seluler Smartfren mengatakan bahwa mereka siap mendukung langkah pemerintah. Tentunya dalam hal ini terkait infrastruktur jaringan telekomunikasi. Meski begitu, operator yang lekat dengan layanan 4G LTE itu menyebut masih menunggu sinyal pemerintah.

“Ya, kami siap saja membuka jaringan baru. Tapi kami masih menunggu pemerintah mau membuat plan seperti apa di ibu kota baru,” ujar VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo di Jakarta, Selasa (3/9).

Lebih lanjut Munir mengatakan hal tersebut dilakukan karena membangun jaringan harus disesuaikan juga dengan kebutuhan di sana. “Sekarang kalau kami tiba-tiba bikin, yang mau pakai siapa? Itu kan masih tanah kosong. Jadi ya kami tunggu dulu, daerah ini akan jadi apa, ini akan jadi apa, ada penduduknya atau tidak,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Munir juga menyebut bahwa Smartfren sudah mempersiapkan jaringan di wilayah Kaltim jauh sebelum topik pemindahan ibu kota digaungkan. Menurutnya Smartfren sudah mulai menggarap wilayah Balikpapan dan Samarinda Sejak tiga bulan lalu.

“(Ibu kota) Nggak pindah pun memang bagian dari rencana jangka panjang kami. Perluasan jaringan ke seluruh Indonesia memang kami genjot. Kami tambah BTS-BTS, infrastruktur, seperti biasa,” tukasnya.

Sebagai informasi, bicara kepindahan ibu kota baru tentunya ada banyak hal yang mesti dipersiapkan secara matang. Salah satunya adalah infrastruktur jaringan telekomunikasi. Pasalnya, saat ini di DKI Jakarta yang masih menyandang status sebagai ibu kota, infrastruktur jaringan telekomunikasi sudah terbilang lengkap dan baik. Jadi tidak mungkin berpindah ke ibu kota baru justru memiliki masalah jaringan telekomunikasi.

Sementara terkait jaringan, sebelumnya para operator telekomunikasi seluler seperti Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat juga menyatakan siap mendukung langkah pemerintah dalam proses perpindahan ibu kota baru. Hal tersebut dalam upaya mengaver kebutuhan jaringan di tempat baru agar sama andalnya dengan di Jakarta.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads