alexametrics

Kaspersky Temukan Data Perusahaan Indonesia Dijual di Pasar Gelap

2 Juli 2022, 11:03:49 WIB

JawaPos.com – Riset terbaru Kaspersky mengungkap adanya permintaan tinggi di dark web (pasar gelap siber), tidak hanya untuk data yang didapatkan dari serangan siber. Tapi, juga data dan layanan yang diperlukan untuk melakukan serangan (misalnya data yang diperlukan untuk melakukan tahapan-tahapan tertentu sebuah serangan multifase).

Setelah pelaku serangan cyber mendapatkan akses ke infrastruktur perusahaan, mereka bisa menjual akses itu ke penjahat siber lain, misalnya ke pelaku ransomware. Serangan seperti ini menimbulkan kerugian finansial yang signifikan, jatuhnya nama perusahaan yang menjadi sasaran serangan, dan bisa mengakibatkan terhentinya pekerjaan atau mengganggu proses bisnis. Baik UMKM maupun perusahaan besar bisa menjadi target serangan.

Para peneliti Kaspersky juga menganalisis lebih dari 200 postingan di dark web yang menawarkan untuk membeli informasi akses awal di forum perusahaan. Ini dengan maksud menentukan jenis data perusahaan yang dijual, serta kriteria apa yang digunakan penjahat cyber untuk memberi harga dari sebuah data perusahaan.

Kebanyakan postingan (75 persen) menjual akses RDP (Remote Desktop). Mereka menyediakan akses ke desktop atau aplikasi dengan host jarak jauh, yang memungkinkan penjahat siber untuk mengkonek, mengakses, dan mengendalikan data dan sumber daya perusahaan melalui host jarak jauh seakan-akan karyawan perusahaan mengendalikan data secara lokal atau dari dalam perusahaan.

Harga untuk informasi akses awal bervariasi mulai dari beberapa ratus dolar hingga ratusan ribu dolar. Tidaklah mengejutkan, penentu utama tingginya harga dari postingan penawaran yang dianalisa adalah pendapatan dari target serangan, bila pendapatan perusahaan yang menjadi target besar, harganya akan semakin tinggi.

Harga juga bisa berbeda bergantung dari industri dan wilayah operasi perusahaan. Data akses untuk infrastruktur perusahaan besar biasanya berkisar USD 2000 – USD 4000 (berkisar Rp 30 – Rp 60 jutaan) yang terbilang cukup murah. Namun sebenarnya tidak ada batasan dari harga yang ditawarkan. Data perusahaan dengan pendapatan USD 465 juta bisa ditawarkan seharga USD 50 ribu (Rp 741 jutaan).

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini: