alexametrics

Pelanggan Seluler Masih Banyak yang Gagal Registrasi, Apa Penyebabnya?

Sanksi Blokir Total Dijatuhkan
2 Mei 2018, 10:16:30 WIB

JawaPos.com – Hari pertama sanksi pemblokiran total kartu SIM Prabayar yang tidak melakukan registrasi ulang telah dijatuhkan. Kendati mengetahui pada Selasa (1/5) kemarin, sanksi mulai diberlakukan, banyak pengguna kartu SIM yang masih mencoba mendatangi gerai layanan operator yang ada di beberapa tempat.

Pantauan JawaPos.com pada titik layanan operator seluler di mal bilangan Karawaci, Kota Tangerang, Selasa (1/5) malam, masih banyak dijumpai pelanggan yang mencoba melakukan registrasi kartu SIM seluler mereka.

Salah seorang pengguna operator seluler 3 (Three) bernama Ade mengaku sudah mengetahui ihwal registrasi ulang kartu SIM sejak diwacanakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada akhir 2017 lalu. Bukan tak ingin melakukan registrasi, Ade mengaku bahwa dirinya kerap gagal saat melakukan registrasi secara mandiri menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

registrasi ulang, kartu sim, registrasi kartu prabayar
Suasana Gerai Telkomsel di Mal Karawaci Tangerang masih dipenuhi antrian pelanggan yang hendak registrasi ulang, Selasa (1/5) malam. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

“Tahu (registrasi ulang SIM Card), tapi dari dulu saya gagal mulu,” katanya kepada JawaPos.com. “Soalnya ini, NIK di kartu tanda penduduk (KTP) saya berbeda dengan yang ada di KK saya. Saya coba gagal terus,” imbuhnya.

Ade mengaku tidak mengetahui adanya sosialisasi yang dilakukan Kemenkominfo dan Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) jika menemukan kendala saat melakukan registrasi kartu SIM.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Sutrisman sebelumnya sempat menjelaskan soal gagalnya proses registrasi kartu SIM.

“Registrasi gagal karena data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) yang didaftarkan dianggap invalid atau salah. Jadi data yang ditemukan tidak ditemukan kesesuaian alias tidak sinkron,” ujarnya beberapa waktu lalu di gedung Kemenkominfo di Jakarta.

Ketika itu, Sutrisman menjelaskan bahwa sebelum 1 Mei yang jatuh pada Selasa kemarin, pelanggan kartu prabayar masih memiliki kesempatan untuk melakukan proses registrasi ulang.

“Kalau daftar lewat SMS gagal, kemudian lewat website masih gagal juga, coba langsung datangi gerai pusat layanan konsumen di masing-masing wilayah yang ada. Minta tolong kepada orang gerai untuk didaftarkan, kami siap melayani kok. Tapi harus dipastikan dulu, jangan sampai ada kesalahan melihat dan menyebutkan angka-angka, yang teliti,” terang Sutrisman.

Penyebab registrasi gagal, selain tidak sesuainya data kependudukan seperti NIK dan KK dengan database Dukcapil juga bisa disebabkan nomor KK yang invalid.

“Misalnya terjadi saat kepala keluarga telah meninggal dunia atau saat keluarga tersebut pindah alamat tempat tinggal baru dan belum melaporkan kepindahannya,” ungkap Sutrisman.

Bentuk konfirmasinya tidak harus mendatangi kantor Dukcapil di wilayah masing-masing. Sebab Direktorat Jenderal Pelayanan Dukcapil membuka layanan pengaduan atau pertanyaan terkait dokumen kependudukan seperti e-KTP, KK, dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Layanan tersebut bisa diakses melalui ‘Halo Dukcapil’ untuk mempermudah dan memperlancar masyarakat mendapatkan informasi dan menyelesaikan masalah dokumen kependudukan yang dibutuhkan. Salah satunya untuk keperluan registrasi kartu SIM prabayar.

Pelanggan bisa memanfaatkan layanan ini dengan cara menelepon ke call center 08118005372 atau melalui e-Mail callcenter.dukcapil@gmail.com. Bisa juga menghubungi via Facebook (Ditjen Dukcapil) atau Twitter (@ccdukcapil).

Kendati sosialisasi sudah digaungkan, Ade mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui soal cara mengadukan data kependudukan yang tidak sinkron tersebut. “Kalau sanksi pemblokiran tahu. Tapi kalau pengaduan ke Dukcapil kaya gitu-gitu kita nggak tahu tuh,” ungkapnya.

Masalah serupa juga menimpa pengguna kartu seluler lainnya yang hadir ke gerai layanan operator yang tersedia di mal tersebut. Setidaknya ada empat pusat layanan pelanggan yang ada satu lantai. Yakni, gerai layanan 3 (Three), XL Axiata, Telkomsel, dan Smartfren.

Meskipun batas waktu registrasi ulang sudah lewat, namun antrean pelanggan yang ingin melakukan registrasi masih tampak ramai. Bahkan pada beberapa gerai ada yang sampai duduk-duduk di pelataran gerai bersama pengunjung mal yang berlalu-lalang.

Tidak hanya Ade, ketika mengkroscek JawaPos.com juga menemukan hal yang sama pada gerai layanan milik XL Axiata dan Telkomsel. Rata-rata, masalah yang dihadapinya sama, yakni gagal melakukan registrasi gara-gara data kependudukan yang tidak sesuai. Hal tersebut diperparah dengan kurangnya sosialisasi pihak terkait soal sinkronisasi data kependudukan yang seharusnya bisa mereka ketahui.

Alhasil, banyak dari pelanggan yang kebanyakan sudah mengantre sejak siang hari hingga malam, mereka hanya bisa gigit jari lantaran nomor yang digunakannya selama ini mesti diblokir karena tidak melakukan registrasi ulang.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/ryn/JPC)

Pelanggan Seluler Masih Banyak yang Gagal Registrasi, Apa Penyebabnya?