alexametrics

Prediksi Huawei soal Teknologi 5G di Indonesia pada 2022

1 Agustus 2019, 10:50:49 WIB

JawaPos.com – Teknologi jaringan seluler saat ini sedang bersiap menuju generasi kelima alias 5G. Sejumlah negara pun mulai antusias menyambut kehadiran 5G, baik mempersiapkan device-nya, frekuensi untuk 5G, hingga infrastruktur lainnya.

Untuk Indonesia sendiri, teknologi 5G diprediksi akan terealisasi pada 2025 mendatang. Namun yang terbaru, Direktur ICT Strategy Huawei Indonesia Mohamad Rosidi rupanya berpendapat lain. Menurutnya, penerapan teknologi 5G secara komersial di Indonesia diprediksi lebih cepat dari perkiraan.

Dia menuturkan bahwa menurut riset Global System for Mobile Communication Association (GSMA), adopsi 5G di Indonesia bisa saja dimulai pada 2022. “Itu bukan riset dari Huawei, tapi dari riset GSMA. Tapi ada kemungkinan lebih cepat dari itu. Kalau bicara 5G, kita lihat kesiapan infrastruktur yang ada,” jelas Rosidi dalam sebuah sesi media di Jakarta, Rabu (31/7).

Rosidi menilai bahwa 5G sangat penting. Kehadiran dan realiai 5G dikatakan dapat mendukung pertumbuhan digital ekonomi. Tak hanya Indonesia, bahkan impact dari 5G untuk digital ekonomi bakal merata di seluruh dunia.

“5G itu lucu, device-nya duluan ada, jaringannya belum ada. Beda dengan 3G dan 4G, jaringannya sudah ada, device-nya belum ada. Ini membuktikan bahwa kita manusia selalu within time,” sambungnya.

Kemudian, infrastruktur juga mempunyai peran penting untuk penerapan 5G di Indonesia. Infrastruktur yang dimaksud adalah frekuensi atau spektrum, device, dan yang paling penting adalah regulasi dari pemerintah.

“Prinsipnya jika spektrum sudah ditentukan, maka adopsi 5G akan bisa lebih maju waktunya. Selain itu, infrastruktur lain juga harus memadai termasuk regulasi, terlebih saat ini demand atau permintaan sudah ada,” terang Rosidi.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga mengaku Huawei sudah bicara dengan pemerintah. Adapun pembicaraan tersebut terkait dengan alokasi spektrum dan frekuensi berapa yang bisa digunakan 5G di Indonesia.

Menurut dia, setidaknya Indonesia butuh tiga spektrum untuk mengadopsi teknologi 5G. Untuk skenario normal, spektrum 3,5 GHz sudah siap secara ekosistem di Indonesia dibanding spektrum lain. Spektrum lain yang dikatakan bisa dimanfaatkan di Indonesia adalah 2,6 GHz.

“Saat ini, Indonesia dihadapkan dengan tantangan alokasi frekuensi atau spektrum untuk 5G. Rentang C-Band dari 3.300-4.200 MHz dan 4.400-5.000 Mhz muncul sebagai kandidat frekuensi utama untuk 5G di negara-negara lain karena keseimbangan optimal antara jangkauan dan kapasitas dalam hal biaya implementasi,” tukas Rosidi.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads