alexametrics
Review Produk

Smartphone Murah Nokia 3.1 Plus, Baterai Awet dengan Bonus NFC

26 Mei 2019, 17:16:23 WIB

JawaPos.com – Belum lama ini HMD Global, pemegang merek dagang Nokia smartphone merilis produk terbarunya di Indonesia. Dia adalah Nokia 3.1 Plus. Smartphone tersebut dilepas ke pasaran untuk segmen middle-low dengan harga Rp 2 jutaan. Tak lama setelahnya, smartphone tersebut kedapatan turun harga lumayan tinggi dan terjun ke segmen smartphone Rp 1 jutaan.

Nokia 3.1 Plus baik di pasar global hingga hadir di Indonesia membawa salah satu fitur menarik. Fitur ini biasanya hadir untuk segmen smartphone middle-high dengan rentang harga jual mulai Rp 4 jutaan. Fitur yang kami maksud adalah Near Field Communication (NFC). Fitur NFC sendiri belakangan mulai populer sejalan dengan tren mobile banking dan pembayaran digital yang kian berkembang di Indonesia.

Nokia 3.1 Plus di Indonesia hadir menjagokan tagline Mendukung Produktivitas. Kehadiran NFC di rentang harga seperti yang sudah kami singgung di atas membuat Nokia 3.1 Plus menjadi layak untuk dibeli. Selain NFC dan jargon Mendukung Produktivitas, bagaimana performa smartphone Rp 1 jutaan tersebut? JawaPos.com seperti biasa dipercaya untuk menjajal lebih dalam perangkat Nokia 3.1 Plus. Berikut ulasannya.

Kelengkapan Produk

Dimulai dari aspek kelengkapan, Nokia 3.1 Plus hadir dengan boks kemasan persegi yang tipis. Bukan persegi panjang seperti umumnya vendor mengeluarkan smartphone. Boksnya berwarna putih di bagian belakang dengan sentuhan biru bagian depan. Boks ini mengingatkan kami pada produk smartphone Nokia yang sudah-sudah, tidak ada perubahan selama setahun terakhir. Boksnya hadir lengkap dengan gambar perangkat yang bersangkutan. Tidak lupa, gambar dua tangan saling bergandengan khas Nokia masih lekat hingga kini. Ini mengingatkan kami akan kejayaan Nokia tempo dulu yang otentik dengan animasi tangan berjabat dan jargon Connecting People.

Kelengkapan smartphone Nokia 3.1 Plus. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Masuk lebih dalam, seperti halnya produk smartphone pada umumnya, pengguna akan langsung mendapati perangkat smartphone ketika membuka boks penjualan. Di sisi lainnya ada buku pedoman dan kitab-kitab pendukung lainnya beserta kartu garansi. Ada juga perangkat pendukung seperti kabel konektor daya dan transfer data dengan USB Micro, kepala charger, earphone, SIM Ejector, dan kartu perdana IM3 Ooredoo.

Sebagaimana diketahui, Nokia untuk penjualan unit 3.1 Plus-nya di-bundling dengan paket dari IM3 Ooredoo. Sticker IM3 Ooredoo juga menempel pada bagian luar kemasan. Selain yang disebutkan di atas, tidak ada lagi aksesori lainnya dalam kelengkapan penjualan Nokia 3.1 Plus.

Desain dan Layar

Aspek selanjutnya adalah desain dan layarnya. Nokia 3.1 Plus dari aspek desain tidak ada yang istimewa. Kesan mewah yang belakangan banyak hadir di lini smartphone murah meriah juga tak terlihat. Nokia 3.1 Plus hadir dengan layar konvensional. Maksud kami, kesan kekinian absen dari perangkat ini dengan layar bertakik atau notch, baik notch biasa ataupun notch bergaya tetesan air. Layarnya hanya mengusung desain full-view saja dengan tepi kanan dan kiri yang lumayan tipis. Nokia 3.1 Plus sendiri mengusung bodi bermaterial alumunium.

Nokia 3.1 Plus membawa bobot 180 gram, 20 gram lebih berat dari Nokia 5.1 Plus, smartphone Nokia yang jarak peluncurannya tidak terpaut jauh. Smartphone pabrikan Finlandia itu memiliki dimensi 156.9 x 76.4 x 8.2 mm. Di bagian depan, Nokia 3.1 Plus membawa ukuran layar 6 inci IPS LCD dengan resolusi HD Plus (720 x 1.440 piksel). Nokia 3.1 Plus memiliki aspek rasio 18:9 dan 75,5 persen screen-to-body ratio fitment.

Smartphone Nokia 3.1 Plus. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Seperti sudah disinggung di atas, Nokia 3.1 Plus hadir tanpa membawa poni atau notch seperti yang banyak beredar di pasaran saat ini. Bagi kami ini bukan masalah, sebab desain layar berponi sendiri memang ada juga yang tidak suka. Jadi menurut kami, Nokia 3.1 Plus tanpa poni malah menambah kesan klasik dan tak pasaran.

Bergeser ke bagian belakang. Setiap sudut ponsel Nokia 3.1 Plus hadir dengan lekukan-lekukan yang kentara sehingga membuat nyaman ketika ponsel ini berada dalam genggaman. Bagian belakangnya dibalut struktur alumunium dengan tepian layar berbalut plastik. Desain dari smartphone ini, seperti sudah disebutkan di atas, jauh dari kesan mewah. Begitu sederhana dengan finishing warna doff di keseluruhan bodinya (kecuali layar).

Bagian punggung Nokia 3.1 Plus terdapat dua buah kamera utama disusun secara vertikal. Letaknya agak ke tengah tepat di bagian atas segaris dengan LED flash light, pemindai sidik jari, dan logo Nokia di bagian tengahnya. Penempatan desain demikian juga dilakukan pada smartphone Nokia terdahulu.

Masih dari aspek desain, Nokia 3.1 Plus kami berani katakan nyaman digenggam. Ukurannya tak terlampau besar meski layarnya menyentuh ukuran 6 inci. Penggunaan dengan satu tangan juga masih bisa di-handle dengan baik dan nyaman. Finishing-nya halus hingga ke bagian tepinya. Ini yang kami suka dari Nokia sejak dulu. Detail, teliti, dan presisi untuk setiap produknya. Sayangnya, dengan material alumunium, perangkat ini jadi terkesan licin dan mesti lebih hati-hati saat menggenggam.

Smartphone Nokia 3.1 Plus. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Pada sisi kiri Nokia 3.1 Plus terdapat dua slot SIM-Card dan MicroSD yang tidak bisa menampung semua dalam satu laci. Ini poin penting bagi Nokia. Padahal vendor lain di segmen yang sama telah menyediakan slot dedicate dalam satu tray, dua SIM-Card dan satu MicroSD dapat ditelan semua dalam satu laci.

Sementara pada tepi bagian kanannya terdapat tombol volume Up and Down, serta tombol power tepat di bagian bawah tombol volume. Di bagian bawah ada slot USB Micro USB dan lubang speaker, sedangkan bagian atas ada jack headphone, selebihnya polos.

Over all, Nokia 3.1 Plus dari aspek desain dan layar kami beri acungan jempol. Walaupun hadir tanpa notch, pengalaman ketika menggunakan smartphone ini di bawah terpaan sinar matahari langsung, layarnya bisa tampil dengan baik. Namun agar lebih maksimal tentu harus mengatur tingkat kecerahan alias brightness ke mode penuh atau maksimal.

Interaksi di dalam layar juga terbilang baik. Responsif ditambah dengan pengalaman sentuh yang halus. Pada bagian depannya tidak ada tombol fisik. Fungsi tombol Home, Recent Apps, dan Back, tersedia menyatu dalam layar sebagai tombol virtual.

Performa

Hasil skor benchmark smartphone Nokia 3.1 Plus. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Usai dari aspek kelengkapan produk, desain, dan layar, sampailah pada aspek penting lainnya, yakni sektor performa. Nokia 3.1 Plus didukung chipset besutan MediaTek, MT6762 Helio P22 (12 nm) octa core yang memiliki kecepatan hingga 2.0 GHz Cortex-A53 dengan chip grafis PowerVR GE8320. Nokia 3.1 Plus di Indonesia hanya memiliki kapasitas RAM 3 GB dengan memori internal 32 GB saja. Ruang simpannya bisa diekspansi dengan MicroSD hingga 400 GB.

Untuk sistem operasinya, Nokia 3.1 Plus hadir dengan sitem operasi Android 9.0 atau Pie yang disandingkan dengan Android One. Dengan begitu, pengguna bisa mengunduh aplikasi sesuai dengan kebutuhannya. Keunggulan soal sistem operasi Android One sudah sering kami ulas. Sistem tersebut juga sudah sering datang pada perangkat dengan harga Rp 2 jutaan lainnya. Sebut saja Asus Zenfone Max Pro M2, Xiaomi Mi A2, dan yang lainnya juga kerap menggunakan sistem operasi yang terkenal ringan dan aman itu.

Untuk performa selain penggunaan sehari-hari, seperti biasa kami menyimulasikan dalam uji benchmark dengan aplikasi sintetis. Uji benchmark memang tidak merepresentasikan penggunaan sehari-hari, namun lewat uji benchmark kerap dijadikan tolok ukur konsumen dalam memutuskan pembelian sebuah perangkat smartphone dari sektor performanya.

Untuk hasil simulasi menggunakan aplikasi populer AnTuTu Benchmark dan AnTuTu 3D Bench, Nokia 3.1 Plus hanya menghasilkan perolehan skor keseluruhan dengan angka 78352. Sementara untuk hasil pengujian menggunakan PC Mark (Work 2.0 Performance), Nokia 3.1 Plus hanya membukukan skor 5141 saja.

Dengan perolehan benchmark demikian, tercermin bahwa Nokia 3.1 Plus dari sektor performa tak ada yang menarik. Jangan berharap banyak dari perangkat Nokia 3.1 Plus mengingat banderol harganya. Pengalaman kami menjajal perangkat ini untuk multitasking banyak aplikasi sekaligus, seperti bersosial media, email, foto dan video memang cukup tercover. Namun dengan performa demikian, perangkat ini tak bisa terlalu diharapkan kalau kamu menggunakan handset ini untuk bermain game. Kami ulas berikut ini di aspek gaming.

Gaming

Screenshot saat bermain game PUBG Mobile dengan smartphone Nokia 3.1 Plus. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Setelah performa, aspek pengujian selanjutnya adalah kebutuhan gaming. Bagi mereka yang gemar bermain game, smartphone dengan kemampuan tersebut kini banyak diminati. Berbekal spesifikasi yang kami beberkan di atas, plus hasil pengujian benchmark, Nokia 3.1 Plus harusnya masih layak untuk diajak bermain game. Namun lagi-lagi, kamu tidak boleh berharap terlalu banyak pada perangkat ini untuk sektor gaming.

Bicara kebutuhan gaming, perangkat ini kami uji untuk memainkan beberapa game. Game pertama adalah PUBG Mobile dengan aliran RPG. Mengatasi kebutuhan tembak menembak, berlari, mengendarai kendaraan lari dari kejaran musuh, Nokia 3.1 Plus sangat kewalahan menangani grafisnya.

Tak perlu kaget memang, pasalnya ketika memulai game untuk kali pertama, setting grafis langsung otomatis menyesuaikan di mode low alias paling rendah. Itu artinya, sistem secara otomatis mendeteksi bahwa perangkat Nokia 3.1 Plus memang kurang jos untuk diajak bermain game. Dengan demikian, performa gaming-nya terasa kasar dengan rendering yang ramai gejala lag.

Kami tidak berani memaksakan perangka dengan setting grafis dinaikkan di mode Medium. Pasalnya, Nokia 3.1 Plus di mode low saja sudah kewalahan. Sekali lagi, ini wajar. Sebab, Nokia 3.1 Plus memang bukan smartphone gaming dengan grafis kelas wahid yang kerap dibanderol dengan harga Rp 6 jutaan ke atas. Nokia 3.1 Plus sudah puas di segmen middle-low harga Rp 1 jutaan dengan performa seadanya.

Beralih ke game lain, ada game racing Garena Speed Drifters. Sama seperti PUBG Mobile, setting grafisnya juga otomatis menyesuaikan di mode low. Kami tak mau berlama-lama bermain game di perangkat ini. Dengan lag yang banyak, mata tentu dibuat lelah.

Meski payah dari sektor jeroan dengan perolehan skor benchmark yang kecil dengan pengujian gaming yang kewalahan. Nokia 3.1 Plus tetap memiliki nilai tambah bagi kami. Hal tersebut berkat NFC. Sangat jarang fitur NFC hadir pada segmen smartphone dengan rentang harga sekelas Nokia 3.1 Plus.

Kamu yang karib dengan fitur dompet digital dan e-banking tentu sangat membutuhkan NFC, walaupun saat ini telah ramai fitur QR Code. Tak hanya untuk kebutuhan modern banking, NFC juga bisa membantu hal lainnya dalam hal ini transfer data yang lebih mudah. Cukup tap saja.

Baterai dan Keamanan

Beralih ke aspek lainnya, yakni sektor baterai dan keamanan. Nokia 3.1 Plus hadir dengan baterai lebih baik ketimbang versi di atasnya yakni Nokia 5.1 Plus. Nokia 5.1 Plus hanya hadir dengan baterai 3.060 mAh saja, sementara Nokia 3.1 Plus hadir dengan baterai sebesar 3.500 mAh. Lagi-lagi, menurut kami, ini menjadi catatan penting bagi Nokia. Di pasaran saat ini, perangkat sejenis dengan tawaran harga mirip-mirip sudah membawa baterai besar minimum 4.000 mAh.

Dengan baterainya yang hanya memiliki ukuran segitu, Nokia 3.1 Plus hanya sanggup bertahan seharian dengan skema penggunaan normal. Seperti beraktivitas di sosial media dan bermain game dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi.

Jika digunakan full untuk bekerja, menjalankan banyak aplikasi chatting, sosial media, tethering hotspot, bermain game, menonton video, dan mendengar musik, Nokia 3.1 Plus hanya bertahan dari pagi hingga menjelang sore saja dengan indikator menunjukan sisa 20 persenan.

Penggunaan baterai juga kami uji menggunakan aplikasi benchmark baterai sintetis. Untuk urusan baterai aplikasi benchmark yang kami tugaskan adalah PC Mark (Work 2.0 Battery Life). Berdasarkan aplikasi tersebut, Nokia 3.1 Plus sanggup berjalan nonstop penggunaan dengan catatan baterai selama 11 jam 27 menit.

Smartphone Nokia 3.1 Plus. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Sementara untuk fitur keamanan, terlahir sebagai perangkat Android One, Nokia yang bekerja sama dengan Google selaku si empunya OS, sudah pasti mendapat keistimewaan. Salah satu keistimewaan yang penting adalah fitur keamanan Google Play Protect built-in.

Dengan aspek keamanan tersebut, banyak pihak mengatakan bahwa Android One menjadi salah satu perangkat paling aman. Google Play Protect aktif memindai dan memverifikasi lebih dari 50 miliar aplikasi per hari. Dengan mechine learning, Google juga dapat secara dinamis mencegah virus dan malware yang singgah apa lagi menginfeksi perangkat.

Untuk urusan keamanan ponsel, Nokia 3.1 Plus dibekali dengan cukup banyak pilihan. Keamanan standard tersedia PIN, pola, dan fingerprint. Saat penggunaan, sensor sidik jari berjalan dengan baik dan responsif. Pengguna Nokia 3.1 Plus pun dapat menambahkan beberapa sidik jari untuk posisi menggenggam yang berbeda. Fitur keamanan face unlock absen dari perangkat ini.

Kamera

Aspek kamera Nokia 3.1 Plus juga tidak banyak yang bisa diulas. Pada bagian belakang perangkat ada dua kamera dengan sensor 13 MP f/2.0 dan 5 MP f/2.4 sebagai kamera sekundernya. Pada bagian depan terdapat penembak selfie dengan kemampuan 8 MP f/2.2 yang diletakkan di bagian atas layar sejajar dengan logo Nokia.

Dalam orientasi portrait, bagian atas hanya ada beberapa fitur seperti menu pengaturan, Touch, Timer, dan akitvasi LED Flash Light. Sementara di bagian bawahnya ada beberapa mode pengambilan gambar seperti Persegi, Panorama, Live Bokeh, Manual, Foto, Video, Slow Motion, dan Time Lapse. Untuk pengoperasian kamera depannya juga demikian.

Selain performa, aspek kamera tampaknya juga bukan salah satu yang ditonjolkan Nokia untuk perangkat 3.1 Plus-nya itu. Hasil jepretan Nokia 3.1 Plus terbilang bagus untuk situasi tertentu. Cahaya yang cukup misalnya, baik di dalam maupun di luar ruangan. Foto tersaji cukup detail dan tajam dengan pancaran warna yang juga terbilang cukup natural.

Sayangnya bila digunakan pada ruang dengan kondisi cahaya minim, hasil bidik memiliki banyak noise. Apa lagi untuk kamera depannya, wajah jadi terlihat pucat dan cenderung menyeramkan. Pengambilan foto pada kondisi cahaya minim tak sebaik pengambilan foto pada kondisi cahaya yang terang. Untuk melihat hasil fotonya dengan kamera Nokia 3.1 Plus, kamu bisa melihatnya di bagian akhir artikel ini.

Kesimpulan

Sampai pada kesimpulan. Menggenggam perangkat Nokia saat ini mengingatkan kami akan kejayaannya tempo dulu. Nyaman, detail, presisi, dan tentu saja kesan kuat tak hilang dari perangkat Nokia dari waktu ke waktu. Namun untuk dapat memenangkan persaingan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikejar Nokia. Bagi kami, lawan berat Nokia saat ini adalah dirinya sendiri. Mampukah Nokia mengikuti tren, membaca pasar atau berani mendobrak dengan menyajikan perangkat yang tepat ke pasar.

Untuk Nokia 3.1 Plus, harga dengan kombinasi desain dan performa jeroannya bagi kami sudah cukup. Nilai tambah Nokia 3.1 Plus berdasarkan hasil pengujian kami ada pada fitur NFC dan performa baterainya yang lumayan awet. Untuk performa, gaming, dan kamera menurut kami biasa saja. Tidak ada yang menarik. Sebagai informasi, Nokia 3.1 Plus kala diluncurkan akhir Maret lalu, handset dilempar ke pasaran dengan harga Rp 2.399.000. Kami sudah singgung di atas, kini di pasaran, harga perangkat lebih murah Rp 200 sampai Rp 400 ribuan.

 

Berikut hasil jepretan foto dengan kamera Nokia 3.1 Plus:

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads