alexametrics
Review Produk

Acer Predator Helios 500 PH517-61, Laptop Gaming Powerful Sebanding PC

23 April 2019, 08:16:22 WIB

JawaPos.com – Oktober tahun lalu, Acer menambah jajaran laptop gaming terbarunya. Salah satu yang paling dijagokan adalah Predator Helios 500 yang dibekali dengan AMD Ryzen 7 2700 generasi kedua dengan nomor seri PH517-61. Dalam presentasinya kala itu, pihak Acer menjanjikan bahwa perangkat Helios 500 mampu memberikan pengguna pengalaman bermain game di laptop gaming dengan rasa performa ala PC gaming desktop.

Bicara soal Acer Predator Helios 500 PH517-61 yang kala peluncuran dijual dengan harga Rp 39,9 jutaan, JawaPos.com berkesempatan untuk menjajal produknya secara langsung. Selama beberapa waktu, JawaPos.com me-review perangkat bersangkutan. Lantas benarkah performa gaming di laptop tersebut terasa bak menggunakan PC gaming? Berikut ulasannya.

Desain

Dari sisi desain, Acer Predator Helios 500 PH517-61 hadir dengan tampilan khas laptop gaming pada umumnya. Besar dan gahar. Desain Acer Predator Helios 500 PH517-61 pun begitu. Membawa kesan gahar dengan bodi gemuk alias bulky dengan lekukan-lekukan tegasnya. Meski tampak bulky, bagi kami desainnya terbilang trendi dengan material yang kokoh. Aksen warna biru gelap dengan kombinasi lampu-lampu LED berwarna-warni di sektor keyboard menambah kesan garang.

Acer Predator Helios 500 PH517-61
Laptop gaming Acer Predator Helios 500 PH517-61. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Acer Predator Helios 500 PH517-61 membawa dimensi 429 x 297 x 38 mm pada keseluruhan bodinya. Bobot dari laptop ini sendiri saat kami timbang angkanya menyentuh 4 Kg. Perlu diingat, bobot segitu hanya untuk perangkat laptopnya saja. Tambahkan 1,5 kg lagi jika kamu membawa serta power brick atau charger-nya yang seukuran batu bata merah.

Total, jika kamu membawa laptop ini dalam tas beserta charger-nya, berat menjadi 5,5 Kg. Tidak ringan memang. Wajar kalau Acer menyandingkan laptop ini dengan PC konvensional. Sebab, bobotnya memang setara satu set PC Desktop.

Di bagian depan laptop, terdapat logo Predator yang khas. Semakin menambah kesan gahar ala laptop gaming yang bisa melibas apa pun. Bodinya terasa terbalut metal di keseluruhan aspeknya. Yang terasa plastik hanya sedikit area saja seperti bingkai layar, kisi-kisi angin, dan beberapa penutup.

Masuk ke bagian dalam, ada layar berbentang 17,3 inci berbingkai tebal dengan resolusi Full HD 1.920 x 1.080 piksel dengan kemampuan refresh rate 144 Hz. Di bagian layar ada juga tulisan Predator di tengah bawah dan logo Acer di pojok kiri atas. Lagi-lagi, ini jelas untuk identitas.

Acer Predator Helios 500 PH517-61
Laptop gaming Acer Predator Helios 500 PH517-61. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Untuk menyangga layarnya, ada engsel yang terkesan polos pada bagian tengah antara layar dan keyboard sebagai identitas. Di area engsel ada tiga lampu kecil yang berfungsi sebagai lampu indikator menyala, daya, dan indikator kinerja putaran mesin. Engselnya tampak kokoh, kuat dengan material metal berbentuk persegi panjang untuk menyangga area layar yang tidak ringan.

Bergeser ke bagian bawahnya terdapat wilayah papan ketik atau keyboard yang dilengkapi pula dengan tuts angka alias numeric pad (Numpad). Untuk area keyboard, Acer menyokong kenyaman pengguna dengan backlight keyboard berwarna RGB. Lampu LED RGB di sektor keyboard juga bisa dikustomisasi berdasar selera pengguna dengan mengatur warna dan tingkat keterangannya.

Tuts keyboard-nya sangat nyaman digunakan dengan jarak antartuts yang terbilang lega. Risiko kesalahan pengetikan bisa dikurangi dengan konsep yang demikian. Masih di sektor keyboard, Acer Predator Helios 500 PH517-61 ini juga turut pula dilengkapi lima tombol Macro (1-5). Tombol Macro (1-5) terletak di pojok kiri atas sejajar dengan tombol power di bagian tengah atas. Ada kisi-kisi angin di sisi pojok kanan sektor keyboard yang berbentuk unik dan ikonik.

Sebagai informasi, tombol Macro tersebut dapat dikonfigurasi untuk menjalankan fungsi tertentu sesuai keinginan pengguna semisal menjalankan software seperti PredatorSense. Untuk mempertegas kesan laptop gaming, pada tuts W, A, S, D juga diberikan highlight berupa garis berwarna biru tegas. Opini kami, aksen spesial pada tuts tersebut berfungsi untuk memudahkan pengguna kala bermain game.

Acer Predator Helios 500 PH517-61
Laptop gaming Acer Predator Helios 500 PH517-61. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Seperti diketahui, empat tuts itu umum digunakan sebagai navigasi dalam beberapa game. Tak hanya di tuts W, A, S, D yang dibuat berbeda dengan tuts lain untuk fungsi navigasi dan kontrol gaming. Tuts lainnya, yakni arrow Up, Down, Left, dan Right juga dibuat berbeda dengan highlite serupa W, A, S, D. Tombol Arrow ditempatkan pada area khusus yang dibuat agak renggang dari tuts lainnya untuk meminimalisir resiko salah tekan dengan tombol di sekitarnya.

Kendati memiliki fitur keyboard backlight, sayangnya Acer tidak membekali lampu khusus di beberapa tuts penting. Seperti tombol capslock dan numlock. Hal itu rentan membuat bingung. Untuk penggantinya dalam pemberitahuan virtual pun tak ada. Tidak jelas apa maskudnya, mungkin Acer beranggapan bahwa notifikasi capslock dan numlock tak penting bagi gamer yang mungkin juga jarang menggunakan kedua fitur tombol tersebut.

Beralih ke trackpad, ada area luas yang diletakkan agak ke kiri. Tidak center, namun ini membantu bagi kamu yang butuh area luas sisi kanan untuk leluasa menggunakan trackpad. Bagian klik kiri dan klik kanannya dibuat menyembul dan dibuat terpisah sedikit dari area trackpad. Tombol klik kiri dan kanan dibuat dengan material yang serupa dengan tombol di sektor keyboard utama.

Pada area trackpad, Acer tak lupa menyematkan garis berwarna biru memutari area trackpad. Garis tersebut tak lain adalah lampu LED yang memungkinkan area trackpad tetap terlihat ketika menggunakannya di kondisi gelap sekali pun.

Acer Predator Helios 500 PH517-61
Laptop gaming Acer Predator Helios 500 PH517-61. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Acer Predator Helios 500 PH517-61 membawa bentuk unik di bagian belakang perangkat. Keunikan tersebut berada di kisi-kisi angin atau sistem sirkulasi udara yang dibuat bak knalpot mobil sport ultramewah semisal Lamborghini. Sentuhan detail tersebut jelas menambah kesan mewah dan macho pada laptop ini di luar fungsinya sebagai area sirkulasi udara.

Ini penting. Sirkulasi udara pada laptop gaming memang mesti diperhatikan dengan sangat. Mengingat laptop gaming biasanya memiliki suhu yang tinggi kala dipaksa mengejar game dengan grafis tinggi. Jika sembarangan, laptop akan overheat atau kepanasan dan berimbas pada kerusakan komponen di dalamnya.

Di bagian belakang laptop, selain tampak kisi-kisi angin dan bilah kipas untuk menekan suhu tinggi, Acer Predator Helios 500 PH517-61 juga tampak dilengkapi dengan kemudahan untuk membongkar perangkat. Tampak laptop ini memiliki keunggulan dengan adanya door compartment yang mudah untuk diakses.

Pintu-pintu tersebut menguntungkan pengguna karena bisa dengan mudah masuk pada bagian penyimpanan harddisk dan RAM. Sementara untuk port connector, Acer Predator Helios 500 PH517-61 terbilang cukup lengkap. Sebut saja port input/output 2 USB Type-C port supporting, USB 3.1 Gen 2 (up to 10 Gbps), dan DisplayPort over USB-C. Kemudian ada juga 3 USB 3.0 ports with one featuring, power-off USB charging, Ethernet (RJ-45) port, HDMI 2.0 port, Display Port, serta jack headphone dan microphone terpisah.

Acer Predator Helios 500 PH517-61
Laptop gaming Acer Predator Helios 500 PH517-61. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Multimedia

Acer Predator Helios 500 PH517-61 dilengkapi dengan layar 17,3 inci dengan tingkat resolusi FullHD atau 1.920×1.080 piksel. Layarnya memiliki tingkat kepadatan piksel mencapai 127 PPI dengan kemampuan refresh rate 144 Hz. Dengan refresh rate segitu, perangkat seharusnya mampu menyajikan pergerakan animasi yang halus jika dibandingkan dengan layar konvensional 60 Hz.

Acer Predator Helios 500 PH517-61 di sektor layar juga memberikan viewing angle yang baik dengan permukaan layar diberi lapisan anti-glare. Jadi, tidak memiliki sifat memantul seperti cermin yang membuat pemakaian menjadi lebih nyaman. Tak lupa, di bagian atas layar tersemat webcam beresolusi HD untuk kebutuhan video conference atau sekadar bersenang-senang.

Untuk kenyamanan audio, Acer Predator Helios 500 PH517-61 masih menawarkan teknologi Acer TrueHarmony dengan dukungan Dolby Audio Premium. Suara yang dikelurkan bakal jernih dan seolah mengelilingi pengguna atau Surround. Bagi para gamers, pekerja kreatif atau sekadar penyuka musik, laptop ini bisa memberikan kenyamanan. Karakternya juga bisa disesuaikan dengan teknologi Dolby.

Menggunakan Acer Predator Helios 500 PH517-61 untuk bekerja sambil mendengarkan musik atau bermain game sebagaimana peruntukan laptop ini cukup mengasyikan. Speaker diletakan di sisi bawah area tangan pengguna yang menghadap ke arah kanan dan kiri laptop. Kendati berada di bawah permukaan dan rentan tertutupi jika menggunakannya di permukaan yang tidak rata, kualitas keluaran suara speaker laptop ini tetap baik.

Performa

Sebagai laptop gaming, Acer Predator Helios 500 PH517-61 datang dengan jeroan yang tak biasa. Yakni, prosesor AMD Ryzen 7 2700. Produk ini diklaim sebagai laptop gaming pertama yang hadir dengan jeroan untuk komputer desktop itu. Kekuatan lainnya, pengolah grafis Radeon RX Vega 56. Pengolah grafis itu punya spesifikasi yang sama untuk PC desktop. Apalagi, mendukung teknologi FreeSync.

Untuk spesifikasinya, Acer Predator Helios 500 ditenagai prosesor 8-core 16-thread AMD Ryzen 7 2700 generasi kedua. Kartu grafis Radeon RX Vega 56 8 GB, RAM 16 GB, serta ROM 1 TB HDD, dan 256 GB SSD. Kartu grafis pada Acer Predator Helios 500 (PH517-61) juga menggunakan Memory HBM2 dengan kapasitas 8 GB yang terhubung memory bus 2048 bit.

Acer Predator Helios 500 PH517-61
Laptop gaming Acer Predator Helios 500 PH517-61. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Seperti sudah kami bahas sedikit di atas, perangkat ini membawa kemudahan penyuka upgrade lewat adanya back door compartment atau pintu bagian belakang. Dengan fitur tersebut, menggapai area RAM dan area lainnya bisa dilakukan dengan mudah hanya berbekal obeng plus (+) berukuran kecil saja.

Perpaduan ciamik antara AMD Ryzen 7 2700 dan Radeon RX Vega 56 memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Keduanya memberikan pengalaman grafis yang memuaskan. Saat kami mencoba mengukur perfomanya melalui Cinebench R15 berulang kali, nilai yang didapat stabil. Yakni 93,36 FPS dengan skor CPU sampai 1498 CB.

Itulah kenapa, selain andal untuk bermain game, laptop mahal ini juga andal untuk diajak mengedit video. Proses rendering dipastikan bisa berjalan lebih kencang. Soal kemampuan, selain bermain game, perangkat ini dalam penggunaan sehari-hari juga kami ajak bekerja cukup keras dan intens. Dalam mengerjakan aplikasi standar kantoran, semuanya bisa dilakukan dengan amat sangat mudah. Untuk kebutuhan gaming? Apa lagi. Mau diajak bekerja kreatif lewat software editing tingkat lanjut dengan kemampuan 3D? Bisa juga.

Sementara menyinggung soal daya, pengalaman kami mencoba perangkat ini dalam segala aspek seperti bekerja, editing, dan gaming, laptop ini mencatatkan durasi pemakaian yang terbilang singkat. Mengapa? Sebab pengolah grafis atau GPU-nya terbilang ‘serakah’ untuk urusan daya. Jadi alokasi daya baterai sebesar 74 Wh-nya memang akan banyak dialokasikan ke sana.

Untuk waktu pemakaian tanpa charger tersambung ke perangkat, laptop ini hanya sanggup bertahan selama satu jam saja. Jadi saran kami laptop ini memang tak pantas diajak berpergian. Selain berat, daya tahan baterainya juga sangat singkat.

Gaming

Sebelum mencoba untuk bermain game, kami mengukurnya melalui aplikasi 3D Mark. Melalui Fire Strike Ultra, kami yakin jika game-game mainstream bisa dilibas. Sebab, skornya 4036. Graphic test bisa mencapai 21 FPS untuk mencoba game dengan mode 4K. Bisa dibayangkan berapa tinggi FPS jika resolusi diturunkan ke full HD.

Itu terjawab ketika kami mengukurnya dengan Fire Strike. Hasilnya, FPS menjadi benar-benar naik. Graphics test menjadi 78.81 FPS. Physics Score juga tinggi di 52.60 FPS. Dengan angka ini, berbagai game mainstream bisa dijalankan dengan sangat lancar. Tentu, tanpa khawatir dengan setting kualitas grafis tertinggi.

Acer Predator Helios 500 PH517-61
Hasil pengujian Fire Strike test pada Acer Predator Helios 500 PH517-61. (Screenshot)

Kabar gembiranya, Radeon RX Vega 56 8 GB memberikan performa yang stabil. Dari pengujian Fire Strike Stress Test, kartu grafis bisa memberikan stabilitas frame rate sampai 98 persen. Jadi, tidak perlu khawatir FPS tiba-tiba ngedrop saat bermain game karena peluangnya kecil.

Untuk membuktikan ketangguhaan perkawinan AMD Ryzen dan RX Vega, kami mengujinya dengan banyak game. Termasuk, game mainstream yang baru saja muncul seperti Resident Evil 2 Remake. Kualitas images kami paksa sampai 200 persen. Begitu juga dengan konfigurasi lain sampai melebihi kapasitas kartu grafis yang hanya 8 GB.

Menjalankan game ini dengan beban grafis setara 13,69 GB, game masih bisa berjalan dengan sangat lancar. Sebab, rata-rata frame rates yang didapat bisa menyentuh 33 FPS. Nilai tertingginya adalah 69 FPS. Jika diturunkan menjadi sesuai dengan kapasitas RX Vega sebesar 8 GB, maka rata-rata frame rates naik sampai menyentuh 45 FPS dengan nilai terendah 27 FPS. Skor itu menunjukkan kalau game ini bisa berjalan sangat smooth.

Setelah itu, kami mencoba dengan game yang lebih ringan yakni Pro Evolution Soccer (PES) 2019. Jangan ragu untuk menjalankan dengan kualitas grafis tertinggi. Sebab, nilai rata-ratanya bisa menyentuh 136 FPS dengan nilai terendah 65 FPS. Bermain dengan monitor 4K pun, tetap membuat game ini berjalan dengan halus.

Game baru yang cukup berat adalah Far Cry 5. Pengujian melalui aplikasi benchmark internal, hasilnya meyakinkan. Sebab, bisa menyentuh 73 FPS. Saat diuji dengan bermain seperti biasa. Aplikasi Fraps merekam jika rata-rata frame rates bisa menyentuh 83 FPS dengan nilai terendah 52 FPS. Artinya, game ini bisa dijalankan dengan sangat lancar.

Acer Predator Helios 500 PH517-61
Hasil pengujian game Far Cry 5 pada Acer Predator Helios 500 PH517-61. (Screenshot)

Penggemar GTA V juga tak perlu khawatir memainkan game ini dengan setting grafis tertinggi. Sebab, lagi-lagi Acer Predator Helios 500 PH517-61 bisa menaklukkan game populer ini. Buktinya, rata-rata frame rates bisa menyentuh 80 FPS dengan nilai terendah 43 FPS. Kurang smooth apa jika bisa menjalankan game dengan frame rates setinggi itu?

Game lain yang kami coba adalah Monster Hunter World. Game dengan landscape yang sangat indah ini juga bisa dimainkan dengan kualitas grafis tertinggi. Selama bermain, kami bisa mendapat frame rates sampai 54 FPS. Dengan skor itu, game ini juga sangat lancar dijalankan.

Penggemar Assasin Creed series tak perlu ragu memasang game itu di Acer Predator Helios 500 PH517-61. Sebab, saat kami mencoba dengan seri Odyssey, hasilnya memuaskan. Nilai rata-ratanya mencapai 45 FPS. Nilai terendahnya 36 FPS dan tertinggi 73 FPS. Tak ada kendala berarti saat menjalankan game ini.

Kami juga mencoba laptop ini untuk bermain Dirt Rally 2. Bukan game casual yang kami mainkan sebenarnya. Saat dicoba, jeroan milik AMD ini mampu menjawab tantangan kualitas grafis tertinggi. Rata-rata frame rates berada di skor 49 FPS dengan nilai terendah 38 FPS. Itu berarti, game ini juga lancar dijalankan.

Game yang membuat para pemainnya stress karena terlalu sulit, yakni Sekiro juga lolos dimainkan. Sebab, menjadi ninja di game ini dengan kualitas grafis tertinggi tidak memberikan hambatan apapun. Skor yang didapat adalah 58 FPS dengan nilai terendah 40 FPS serta tertinggi 61 FPS. Game ini berjalan sangat smooth.

Acer Predator Helios 500 PH517-61
Laptop gaming Acer Predator Helios 500 PH517-61. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kesimpulan

Untuk kamu gamer mobile, pekerja kreatif ataupun pekerja IT yang membutuhkan laptop dengan performa cepat, perangkat ini boleh masuk dalam rekomendasi laptop yang harus dimiliki. Pasalnya, Prosesor 8-Core/16-Thread yang tersemat di dalamnya memang membuat laptop gaming Predator Helios 500 (PH517-61) andal di bidang-bidang tersebut. Belum lagi ditambah pengolah grafisnya yang juga mumpuni.

Teknologi penyimpanan dual channel memory dan penggunaan SSD PCIe NVMe yang lebih cepat 2X dari SSD biasa serta sistem manajemen thermal yang dibuat dengan teliti menambah nilai lebih laptop ini. Jika kamu adalah pekerja mobile, bukan kalangan gamer hardcore yang tak butuh laptop besar apa lagi berat, perangkat Acer Predator Helios 500 PH517-61 rasanya tak pas buat kamu.

Seperti sudah dijelaskan soal dimensi dan bobot perangkat, membawa laptop ini berpergian dari rumah ke kantor atau sekedar bermain bersama teman akan terasa menyiksa. Punggung kamu akan dibuat pegal-pegal oleh berat laptop ini. Namun bagi kalangan gamer hardcore yang butuh laptop powerful, Acer Predator Helios 500 PH517-61 cukup bisa diandalkan.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads