alexametrics

Menjajal Sensasi Asus VivoBook Pro F570 yang Kawinkan AMD dan Nvidia

8 Juli 2019, 07:24:06 WIB

JawaPos.com – AMD dan Nvidia, dua pabrikan teknologi yang notabene bersaing untuk industri komputasi nyatanya bisa juga ‘duduk bersama’. Keduanya berkolaborasi dalam satu produk. Asus yang membuat AMD dan Nvidia menjadi ‘akur’ lewat seri laptop. Asus berhasil menggabungkan dua perusahaan yang sama-sama memiliki basis fans kuat untuk grafis itu lewat Asus VivoBook Pro F570.

Untuk diketahui, Asus VivoBook Pro F570 merupakan lini laptop medium Asus. Di mana letak kolaborasi AMD dan Nvidia-nya? Laptop VivoBook Pro F570 menggabungkan chip atau prosesor CPU AMD Ryzen Mobile dengan GPU Nvidia. Sesuatu yang jarang terjadi karena GPU Nvidia sendiri kerap disandingkan dengan CPU Intel yang merupakan rival AMD.

Keduanya berkolaborasi untuk menyajikan performa laptop yang diklaim andal di segmen menengah. Asus VivoBook Pro F570 dilepas ke pasaran Indonesia pada 14 Februari lalu. Urusan kantong, kala peluncuran, VivoBook Pro F570 dilepas Asus dalam dua varian dengan harga mulai dari Rp 11,8 juta hingga Rp 14 juta untuk varian AMD Ryzen 7.

Angka segitu merupakan harga saat peluncuran. Terbaru, banderol Asus VivoBook Pro F570 di laman resmi Asus Indonesia tercatat mulai dari Rp 9,6 juta hingga Rp 11,7 juta saja. Turun lumayan jauh sejak diluncurkan beberapa bulan lalu.

JawaPos.com berkesempatan menjajal langsung perangkat tersebut. Laptop ini memang bukan laptop gaming, namun memiliki kapabilitas untuk dijejali beberapa game yang lumayan berat. Selain gaming, Asus VivoBook Pro F570 menilik spesifikasinya juga seharusnya andal untuk beberapa pekerjaan profesional. Berikut ulasan selengkapnya.

Desain

Dari sisi desain, Asus VivoBook Pro F570 hadir dengan tampilan seperti laptop di kelas menengah pada umumnya. Tidak ada yang menonjol dari segi material. Meski begitu, menurut kami, laptop ini tampil dengan sentuhan ala seri laptop flagship gaming Asus ROG. Garis-garis atau lekukan-lekukan bodinya dibuat tegas. Bedanya, lebih tipis. Tidak bulky dan berat.

Asus VivoBook Pro F570 hadir dengan ketebalan 2,19 cm dan berat 1,9 Kg saat kami timbang. Desain laptop ini boleh lah disebut trendy dan cukup elegan. Bagian dalam laptop ini hadir dengan keseluruhan warna hitam. Pada bagian depan, ada kesan sentuhan brush ala material metal dengan elemen-elemen geometrik berbentuk segitiga yang mengelilingi logo Asus yang berwarna cyan. Ketika diterpa cahaya, laptop yang oleh Asus disebut memiliki finishing warna reaper black itu tampak gagah, tegas, dan garang.

Laptop Asus VivoBook Pro F570. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Pada bagian dalam, layar seluas 15,6 inci beresolusi Full-HD bisa dijumpai. Dengan layar segitu, cukup banyak kegiatan yang dimudahkan kala menggunakan laptop ini. Mulai menonton film hingga kegiatan pekerjaan kreatif, seperti editing foto, video, dan tentu saja bermain game. Di sektor layar tampak clean. Tak ada sentuhan-sentuhan khusus yang memperkuat identitas laptop paduan AMD dan Nvidia ini.

Di bagian tengah atas hanya dijumpai satu buah kamera atau web cam. Sedangkan di bagian bawah tengah hanya ada tulisan Asus. Sudah, itu saja. Untuk menyangga layarnya, ada engsel yang juga terkesan polos pada sisi kiri dan kanan layar. Di tengah area engsel ada lubang yang mirip dengan lubang speaker.

Namun jangan salah. Itu bukan lubang speaker, melainkan lubang ventilasi udara untuk sirkulasi saat laptop diajak bekerja. Di sisi kanan lubang ada dua lampu indikator untuk daya dan baterai. Meski polos, engselnya tampak kokoh, kuat dengan material metal berbentuk persegi panjang untuk menyangga area layar.

Bergeser ke bagian bawahnya terdapat wilayah papan ketik atau keyboard yang dilengkapi pula dengan tuts angka alias numeric pad (Numpad). Untuk area keyboard, laptop ini didukung dengan lampu backlight LED berwarna putih. Lumayan untuk membantu meringankan mata saat laptop ini diajak beraktivitas di area kurang cahaya. Lampu keyboard-nya juga bisa disesuaikan tingkat kecerahannya.

Tuts keyboard-nya cukup nyaman digunakan. Namun jarak antartuts atau travel distance-nya terbilang sempit, yakni hanya 1,4 mm saja. Kamu yang berjari agak besar harus ekstra hati-hati saat menggunakan laptop ini untuk menghindari kesalahan pengetikan.

Laptop Asus VivoBook Pro F570. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kendati memiliki fitur keyboard backlight, sayangnya Asus tidak membekali lampu khusus di beberapa tuts penting. Seperti tombol capslock dan numlock. Hal itu rentan membuat bingung. Untuk penggantinya dalam pemberitahuan virtual pun tak ada.

Tombol power juga diletakkan di bagian atas area numerik pad. Jika salah tekan, kamu malah akan mematikan laptop ini. Hal yang sama juga kerap dilakukan Acer, meletakkan tombol power persis di area numerik pad.

Beralih ke trackpad, ada area luas yang diletakkan agak ke kiri. Tidak center, namun ini membantu bagi kamu yang butuh area luas sisi kanan untuk leluasa menggunakan trackpad. Bagian klik kiri dan klik kanannya dibuat tersembunyi di bawah panel sentuh trackpad dengan tanda garis kecil di bagian tengah bawah sebagai pengingat atau batas klik kiri dan kanan.

Di area trackpad, ada bingkai berwarna cyan yang sama dengan logo Asus. Lumayan memberikan kesan cerah di tengah dominasi warna hitam pada keseluruhan laptop ini. Oh iya, kami hampir lupa, di area track pad juga diletakan sensor sidik jari untuk sistem keamanan perangkat yang terintegrasi dengan Windows Hello. Posisinya berada di pojok kanan atas.

Masih di sektor desain, sentuhan brush metal juga turut dibawa Asus hingga ke bagian interior perangkat ini. Seperti pada bagian depan, warna hitam dengan finishing brush metalnya akan tampak mencolok dan khas ketika tersorot cahaya.

Sementara untuk port dan konektornya, Asus VivoBook Pro F570Z cukup lengkap. Pada sisi kanan akan ditemukan port charger, port LAN, satu USB Type-A, satu HDMI, satu USB Type-C, dan slot SD card reader. Sementara pada sisi kiri, ada dua portUSB Type-A dan audio jack 3,5 mm.

Laptop Asus VivoBook Pro F570. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Multimedia

Bergeser ke aspek lain, yakni multimedia. Asus VivoBook Pro F570 hadir dengan layar berukuran 15,6 inci mendukung resolusi Full-HD. Rasio layarnya 16:9 dengan resolusi 1.920 x 1.080 piksel. Tingkat kecerahan layar laptop tersebut bisa diatur mentok hingga 200 nits dan menggunakan panel jenis anti-glare.

Viewing angle dari layar laptop juga cukup luas mencapai 178 derajat. Untuk menambah kenyamanan saat bekerja atau menikmati konten multimedia, Asus menyematkan teknologi Asus Eye Care Technology. Fitur itu mampu mereduksi pancaran sinar warna biru hingga 33 persen.

Untuk kenyamanan audio, Asus VivoBook Pro F570 masih menawarkan teknologi yang terbilang standar. Asus mempercayakan SonicMaster untuk meracik sistem audionya. Suara yang dikelurkan lumayan jernih dengan karakter treble yang cukup kuat saat volume berada di indikator full. Pastikan area speaker tidak tertutup dengan permukaan yang tidak rata semisal bantal atau selimut.

Performa

Untuk performa, Asus VivoBook Pro F570 dilengkapi dengan pilihan prosesor AMD Ryzen 5 Mobile atau Ryzen 7 Mobile. Kinerjanya ditopang 4 core Zen AMD dan Radeon RX Vega Graphics saat laptop menggunakan daya baterai.

Urusan penyimpanan data, VivoBook Pro F570 versi AMD Ryzen 7 mengandalkan SSD M.2 SATA3 berkapasitas 256 GB dan harddisk berkapasitas 1 TB 5400 rpm. Sedangkan versi Rzyen 5, hanya dilengkapi harddisk 1 TB. Namun, pengguna dapat menambahkan SSD M2 sendiri jika dibutuhkan.

Asus VivoBook Pro F570 mungkin tidak masuk ke dalam jajaran laptop gaming dari Asus. Namun, bukan berarti laptop yang satu ini memiliki spesifikasi kelas bawah. Itulah kenapa, ada Nvidia GeForce GTX 1050 yang memiliki VRAM GDDR5 sebesar 4 GB sebagai penopang.

Kendati dikombinasikan dengan graphics card discrete Nvidia GeForce, iGPU AMD Radeon Vega di dalamnya tetap aktif. Hanya saja, tugasnya memang tidak terlalu berat. Seperti saat tidak menjalankan game.

Laptop Asus VivoBook Pro F570. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Dengan padanan hardware demikian, selain bisa diandalkan untuk bermain game, laptop ini juga cukup oke untuk mengedit video. Proses rendering kami pastikan berjalan lancar meskipun tidak cepat sekali. Soal kemampuan, selain bermain game, perangkat ini dalam penggunaan sehari-hari juga kami ajak bekerja cukup keras dan intens.

Menyinggung soal daya, pengalaman kami mencoba perangkat ini dalam segala aspek seperti bekerja, editing, dan gaming, mencatatkan durasi pemakaian yang terbilang singkat. Kami tidak heran. Sebab, pengolah grafis atau GPU-nya ditambah dengan discrete grafis Nvidia-nya yang terbilang rakus daya.

Jadi, alokasi daya baterai sebesar 48 Wh-nya tentu akan banyak dialokasikan ke sana. Untuk waktu pemakaian tanpa charger tersambung ke perangkat, laptop ini hanya sanggup bertahan selama satu jam setengah saja dari baterai beradapada posisi 100 persen hingga 15 persen.

Gaming

Kemampuan Asus F570Z untuk bermain game sudah terlihat saat diuji dengan Fire Strike. Melalui software benchmark milik 3DMark itu, laptop ini memiliki graphics score 5929. Untuk rinciannya, Graphics Score 1 memiliki nilai 28.46 FPS dan Graphics Score 2 mendapatkan nilai 23.56. Memang tidak terlalu tinggi, tetapi cukup untuk membuat game berjalan lancar.

Namun, tetap menjadi catatan bahwa ini bukan laptop spesialis gaming. Jadi, masih membutuhkan pengaturan tertentu supaya mendapatkan setingan yang pas. Tujuannya jelas, supaya game bisa dijalankan dengan lancar. Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa game yang kami coba jalankan.

Game FIFA 19 tidak termasuk yang akan menyusahkan game ini meski dijalankan dengan kualitas grafis tertinggi. Kami mencobanya dengan lock FPS pada 30 FPS. Hasilnya memuaskan. Game ini bisa berjalan dengan lancar karena nilai rata-ratanya adalah 30 FPS, terendah 28 FPS, dan tertingginya 32 FPS.

Game berat lain yang dicoba adalah Need For Speed Payback. Laptop ini bisa mengatasinya bahkan dengan seting grafis tertinggi. Hasilnya rata-ratanya adalah 31 FPS dengan nilai tertinggi 43 FPS. Namun, pada beberapa scene, terutama ketika balapan dengan beberapa mobil tampak di layar, membuat beban makin tinggi. Kadang jadi terasa berat.

Jika ingin lebih lancar, bisa dicoba dengan menurunkan resolusi dari 1920×1080 menjadi 1280×720. Hasilnya fantastis. Trik ini bisa membuat nilai rata-rata menjadi 47 FPS dan skor tertinggi naik ke 73 FPS. Tidak lagi terasa berat meski dalam satu scene terdapat banyak mobil atau latar belakang.

Hasil grafis Game Far Cry New Dawn di Asus VivoBook Pro F570. (Screenshot)

Game ketiga yang kami coba adalah Sekiro. Game yang katanya sangat susah dimainkan ini juga bisa dijalankan dengan lancar, lho. Buktinya, saat kami bermain bisa mendapatkan nilai rata-rata sampai 38 FPS. Nilai terendah yang kami catat adalah 21 FPS dan tertinggi 61 FPS. Skor itu kami dapat dengan seting grafis tertinggi.

Game terakhir adalah Far Cry New Dawn. Game berat ini tidak disarankan untuk dijalankan dengan kualitas grafis tertinggi. Saat kami mencoba, seting terbaik adalah dengan kualitas grafis normal. Namun, tetap pada resolusi 1920×1080 piksel. Hasilnya, skor rata-rata adalah 34 FPS dan tertingginya 44 FPS. Jika ingin mendapat skor lebih tinggi, resolusi layar bisa diturunkan ke 1280×720 yang biasanya berdampak sampai 20 persen lebih baik.

Kesimpulan

Kami suka kinerjanya. Untuk pengalaman bekerja menggunakan perangkat ini cukup halus. Menyenangkan walau di saat starting up agak lemot. Kami tak tahu apa sebabnya. Selain itu, desainnya juga terbilang trendi dengan sentuhan mirip dengan laptop Asus di kelas ROG.

Namun untuk sektor daya, kami yang merupakan pekerja mobile rasanya kurang pas menggendong laptop ini untuk kebutuhan harian di jalanan. Seperti sudah dijabarkan di atas untuk baterainya, laptop ini tak boleh terlalu lama atau terlalu jauh dari colokan. Over all, menggunakan Asus VivoBook Pro F570 baik di kantor, di cafe dengan daya tersambung, perangkat ini bisa diandalkan. Performa harian dan gaming-nya cukup memukau.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto