alexametrics

Inreyen untuk Motor Baru Mitos Atau Fakta

30 Desember 2019, 11:30:25 WIB

JawaPos.com – Proses inreyen pada sepeda motor baru sebenarnya masih diliputi banyak mitos. Saat membeli motor baru, sebenarnya butuh adaptasi atau penyesuaian dari mesin dan komponen bergerak. Ini biasa disebut inreyen (Belanda: inrijden) atau running-in sebenarnya perlu dilakukan pada setiap motor baru. Sayangnya, ritual ini mulai ditinggalkan karena dianggap hanya untuk motor keluaran lama saja.

Mitos ini bisa terbukti karena kesalahan prosedur inreyen. Paling sering terdengar adalah anjuran tidak boleh menggeber motor baru. Ini memang ada benarnya tapi berlaku di motor keluaran lama, karena komponen mesin dan piston belum terlalu presisi.

Namun seiring kemajuan teknologi, pabrikan sepeda motor semakin meningkatkan tingkat presisi mesin sehingga kinerjanya sudah mendekati sempurna ketika selesai diproduksi. Kita boleh langsung memacu motor baru, tapi tetap ada batasnya.

Usahakan tidak menahan posisi gigi dalam kecepatan tertentu cukup lama. Proses perpindahan gigi juga sebaiknya tidak mencapai putaran tinggi, namun tetap memiliki torsi ideal.

Kesalahan lainnya yaitu lupa memanaskan mesin saat motor baru datang dari diler ke rumah. Sebaiknya panaskan mesin terlebih dahulu dan tak butuh waktu lama tida sampai 10 menit membiarkan mesin hidup dalam kondisi langsamnya.

Tanpa memanaskan mesin, proses inreyen tidak akan maksimal. Kita malah menyiksa komponen di dalamnya akibat tidak terlapisi pelumas dengan baik karena mesin belum dipanasi. Usahakan selama masa inreyen, setiap pagi atau setelah motor diparkir lebih dari 6 jam tetap dipanasi sekitar 3 menitan.

Memang, pabrikan sepeda motor menyatakan inreyen tidak wajib dilakukan. Alasannya, karena motor baru sudah mengalami proses pengujian yang ketat di pabrik. Setiap bagian komponen sudah dibuat sedemikian presisi dan minim friksi.

Dalam masa inreyen motor baru, komponen-komponen mesin motor sedang dalam masa penyesuaian dan masih saling muncul friksi dalam skala kecil. Masa inreyen sebaiknya tetap dilakukan sebagai bentuk antisipasi.

Sebab, setiap produk yang mereka hasilkan belum tentu durabilitasnya sama-sama awet untuk jangka panjang. Dengan inreyen ini, kita bisa mensirkulasikan oli secara merata dengan kondisi mesin belum bekerja keras.

Jika mesin dijalankan secara asal-asalan, maka komponen yang bergesekan di dalam mesin akan mengalami keausan yang lebih cepat. Tidak menutup kemungkinan, pemakaian yang sembarangan ini bisa menyebabkan kerusakan komponen. Perlu kalian ketahui, Manfaat dari proses inreyen yaitu membuat kemampuan mesin motor awet untuk jangka panjang.

Cara Inreyen yang Benar

Melakukan proses inreyen caranya cukup sederhana, namun butuh ketelatenan dari pengendara demi hasil optimal. Proses inreyen ini juga berlaku saat Anda baru saja melakukan pergantian komponen bergerak atau bergesekan, antara lain kopling, ban, dan juga kampas rem.

Jangan lupa, selama proses inreyen tetap menggunakan oli mineral selama 1.000 kilometer pertama. Ini bertujuan membuang gram besi sisa-sisa partikel hasil gesekan antar komponen. Kotoran itu dapat larut dan dibuang bersama oli bawaan motor.

Faktor lainnya yaitu tidak mengangkut beban berat atau sering boncengan dalam jarak tempuh tersebut. Hal ini hanya akan menambah beban kerja komponen-komponen dalam motor.

Inreyen dilakukan selama beberapa hari atau sampai dengan jarak 500 kilometer. Periode inreyen ini juga membiasakan ban untuk beradaptasi dengan aspal. Ban baru biasanya di permukaan tapak dilapisi dengan lilin hingga grip yang dihasilkan belum begitu optimal dan beresiko slip.

Hal terpenting saat inreyen yaitu tidak langsung menggeber motor dengan kemampuan maksimalnya pada saat 500 kilometer pertama. Hindari menekan tuas gas terlalu penuh pada saat start, berkendara dengan kecepatan tinggi, atau melakukan pengereman secara mendadak.

Kalian perlu menjaga kecepatan dan putaran mesin motor, yakni di bawah 6.000 rpm dengan kecepatan kurang dari 80 km/jam. Selama berkendara, jaga ritme putaran mesin tetap proporsional dengan memutar gas secara diurut. Perpindahan gigi juga secara halus agar kopling bekerja optimal dan efisien.

Editor : Eko Putra

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads