Kemenhan Dorong Pembuatan Motor Listik untuk Tujuan Militer

28 Juni 2022, 21:10:39 WIB

JawaPos.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto terus berupaya meningkatkan industri pertahanan dalam negeri. Salah satunya dengan mendorong hadirnya motor listrik khusus atau Electric Tactical Motor Bike karya anak bangsa yang bisa digunakan dalam operasi militer.

Motor tersebut tidak hanya ditargetkan mampu meluncur di medan beraspal dengan baik, namun di medan operasi militer. Parabowo mengatakan, industri pertahanan dalam negeri adalah kebanggaan rakyat Indonesia.

Untuk itu, pemerintah senantiasa mendorong peningkatan kapasitas dan kapabilitas industri dari segi pemasaran maupun teknologi. ’’Kita adalah tuan di negara kita sendiri, kita harus jadi tuan di tanah, air, dan udara kita sendiri,” tegasnya.

Kendaraan taktikal semacam ini sangat diperlukan untuk mendukung kerja operasi pasukan khusus di jalanan hutan yang terjal dan berkelok, serta dengan konsep operasi senyap.

Uji rancangan motor listrik tersebut, merupakan hasil desain anak bangsa dan dikaji serta diuji PT Eltran Indonesia (anak perusahaan LEN) di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertahanan Kementerian Pertahanan (Balitbang Kemenhan).

Balitbang Kemenhan memiliki tugas menyelenggarakan penelitian, pengkajian dan pengembangan strategi dan sistem pertahanan, sumber daya manusia, kemampuan dan pendayagunaan industri nasional serta penguasaan dan penerapan ilmu pengetahuan untuk pertahanan negara.

“Kami terus mengkaji dalam FGD ini sebagai sebuah tahapan dalam penelitian pengembangan yang pada prinsipnya Litbang pertahanan ini yang menjadi tujuan utama adalah bagaimana produk Litbang ini bisa digunakan oleh user,” kata Kapuslitbang Alpahan Balitbang Kemenhan, Arif Harmanto. “Tujuan akhirnya, hasil Litbang ini bermanfaat untuk user. Bagaimana bisa bermanfaat, tentu harus sesuai dengan apa yang diinginkan user. Maka dari itu, forum ini kita mencari masukan dari user, dari inisial desain, kita minta masukan dari user. Dari situ kita coba akomodasi apa-apa yang menjadi kebutuhan user,” tambahnya.

Arif menuturkan, hasil tersebut selanjutnya dilakukan redesain agar nanti produk akhirnya bisa dipergunakan oleh user dengan sempurna. “Pertama kita harus punya komitmen dari industri pertahanan untuk menghasilkan produk yang memang benar benar berkualitas dan bisa digunakan user di lapangan, dalam hal ini adalah TNI,” jelasnya.

Kendati demikian, Kemenhan meminta kepada user agar memaklumi hasil produksi dalam negeri yang belum bisa dikomparasikan dengan produk luar negeri.

Dengan demikian, keinginan Indonesia  untuk bisa 100 persen menggunakan produk dalam negeri bisa tercapai. “Kita tidak akan pernah menggunakan produk dalam negeri tanpa mencobanya. Industri harus berusaha semaksimal mungkin memenuhi produk yang memang benar dibutuhkan oleh user, dan terbuka dengan saran,” tandasnya.

Sementara itu Ridwan selaku GM Pemasaran dan Penjualan PT Eltran menambahkan, FGD tersebut merupakan serangkaian dari Litbang mandiri, yang menjadi kerja sama PT Eltran Indonesia dengan Litbang Kemenhan.

“Jadi kita melakukan pengembangan penelitian motor listrik, dan sekarang sudah berjalan sesuai roadmap, terus memperkenalkan serta meminta masukan-masukan dari pihak kesatuan yang lainnya dari TNI. Dengan begitu, motor yang kita kembangkan bisa sesuai dengan penggunaan operasinya,” ucap Ridwan. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini: