alexametrics

Masa Normal Baru, Pasar Mobil Bekas Diharapkan Bisa Bergairah Kembali

28 Juni 2020, 22:28:42 WIB

JawaPos.com – Selama masa pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih berlangsung banyak menguncang berbagai sektor, termasuk di Industri otomotif. Hal ini dibuktikan dalam catatan ada sekitar 68% diler yang ada menghentikan operasionalnya karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Tak terkecuali aktivitas di pasar mobil bekas (mobkas) yang terkeda dampak langsung dan mengalami keterpurukan. Pasar mobil bekas diharapkan banyak kalangan masyarakat pulih dalam waktu 2-3 bulan mendatang.

Menurut keterangan yang diberikan oleh OLX selaku maket place yang bergerak dalam dunia penjualn mobil bekas disebutkan, lebih dari 60% responden mengungkapkan pemulihan akan berlangsung selama lebih dari tiga bulan.

“Industri mobil bekas diharapkan akan mulai pulih dalam waktu 2-3 bulan dengan pemulihan berbentuk V (V-Shape recovery), yang umumnya ditandai dengan kenaikan tajam ke puncak kurva (pemulihan cepat) setelah sebelumnya menurun tajam,” hal ini tertulis dalam keterangan resmi OLX Indonesia menyimpulkan hasil penelitian yang dilakukannya, di Jakarta belum lama ini.

Hasil kesimpulan tersebut dibuat dari temuan dari penelitian yang melibatkan 895 responden (diler, pembeli, penjual personal). Mereka berpartisipasi dalam survei yang dilaksanakan pada 17 Mei hingga 1 Juni 2020, dan diperkuat dengan desktop research.

Saat masa PSBB diberlakukan banyak calon potensial pelanggan mobil bekas berpikir ulang untuk membeli kendaraan yang dibutuhkannya. Belum lagi mereka juga menghadapi sulitnya skema pembiayaan mobil serta pergeseran prioritas ke kebutuhan pokok dan peralatan kebersihan.

Temuan lain terkait prediksi pemulihan industri mobil bekas menyebutkan meski pembelian mobil bekas tertunda, sekitar 50% responden telah berencana untuk melakukan pembelian mobil setahun ke depan.

Selain itu, terjadi pergeseran preferensi masyarakat dari transportasi massal publik dan online ride-sharing ke kendaraan pribadi sebesar, masing-masing 21% dan 23%. Lalu adanya potongan alokasi dana untuk pembelian mobil baru. Hasilnya, 54% responden mempertimbangkan untuk membeli mobil bekas.

Kondisi ini sangat diharapkan agar segera pulih, mengingat pasar mobil bekas juga sangat berpotensi untuk kembali melancarkan perputaran ekonomi nasional.

Editor : Eko Putra



Close Ads