alexametrics

Impresi Pertama Mazda CX-30, Model Penengah Antara CX-3 dan CX-5

28 Januari 2020, 23:05:52 WIB

JawaPos.com – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) resmi memasarkan mobil terbaru Mazda di Indonesia. Kali ini adalah Mazda CX-30, model penengah atau pengisi ruang kosong di antara Mazda CX-3 dan CX-5 yang juga hadir di Indonesia.

Mazda CX-30 lahir sebagai model crossover. Ukurannya terbilang compact. Sekilas Mazda CX-30 adalah Model Mazda 3 yang dibuat lebih jangkung sedikit dengan sematan body moulding di area bawah dari depan. Lingkar roda sampai bumper belakang berwarna hitam pekat.

JawaPos.com berkesempatan menjajal mobil anyar tersebut. Mazda CX-30 sebelumnya diperkenalkan pertama kali di Geneva International Motor Show pada Maret 2019 lalu.

Eksterior dan Interior

Kesan pertama cukup menarik. Khas Mazda, masih kental nuansa tarikan-tarikan garis bodi yang tegas dengan aksen sudut tajam, utamanya di bagian depan, di area grill dan lampu utama.

Dimensi CX-30 berukuran 4.395 x 1.795 x 1.540 mm (Panjang x lebar x tinggi) dengan jarak sumbu roda sebesar 2.655 mm. Mazda CX-3 sedikit lebih kecil, dengan 4.275 x 1.765 x 1.535 mm dan jarak sumbu roda 2.570 mm. Sedangkan CX-5 hadir dengan dimensi 4.550 x 1.840 x 1.675 mm dan 2.700 mm jarak sumbu roda. Itulah mengapa Mazda CX-30 disebut sebagai model penengah CX-3 dan CX-5.

Pada bagian dalam, mobil ini dibekali dengan interior yang tampil modern dan canggih. Di bagian kabin depan, ada jarak yang cukup lapang di antara kursi depan, yang memungkinkan tata letak konsol tengah yang lebih luas dan sandaran tangan (armrest) bagian tengah yang luas.

Kursi belakang juga luas dan memiliki armrest tengah yang lebar dan armrest pada pintu yang memungkinkan penumpangnya mendapatkan posisi duduk yang nyaman dan santai. Sayang, ketika dimuat empat orang, sesuai dengan kapabilitas mobil ini, bagian baris kedua terasa sesak jika diisi dengan dua penumpang dewasa. Apalagi kalau tinggi badannya lebih dari 170 cm.

Pada bagian paling belakang, kompartemen bagasi menawarkan ruang lapang dengan bukaan pintu bagasi yang besar dan mudah digunakan dalam situasi apa pun. Kapasitas bagasi CX-30 adalah 430 liter, cukup untuk menampung kereta bayi berukuran besar berstandar global dan tas jinjing.

Bukaan pintu bagasi mencapai 1.020 mm, sedangkan ketinggian bibir bagasi mencapai 731 mm yang relatif rendah, membuatnya lebih mudah untuk memuat dan membongkar muatan berat atau besar.

Mazda CX-30 hadir dengan Active Driving Display dengan panel intsrumen tampilan yang diletakkan di tengah. Untuk kebutuhan entertainment, CX-30 mengadopsi layar lebar sebesar 8,8 inci di bagian tengah, yang menawarkan pengoperasian lebih mudah melalui tombol pusat kendali.

Melalui layar ini sistem audio All-new Mazda CX-30 juga dapat dikendalikan. Sistem audio standar dilengkapi speaker 3-way sebayak 8 buah speaker dengan Woofer 3L yang dipasang di bagian dalam dashboard, tweeter 2,5 cm di bagian kanan-kiri dashboard, serta squawkers 8 cm di bagian atas trim depan dan belakang.

Mesin dan Fitur

Pada bagian mesin, mobil ini menggendong mesin bensin Skyactiv-G 2.000 cc yang dipadukan dengan transmisi otomatis enam percepatan Skyactiv-Drive. Mesin tersebut di atas kertas diklaim mampu menyemburkan tenaga maksimal 152,8 hp pada putaran mesin 6.000 rpm dan torsi puncak 200 Nm pada 4.000 rpm.

Mesin tersebut bukanlah mesin baru. Mesin tersebut juga merupakan mesin yang sama yang hadir di Mazda CX-3. Jadi, secara performa sebetulnya sama saja, hanya kesan berkendaranya saja yang sedikit beda.

Mazda CX-30 juga dilengkapi dengan banyak fitur keselamatan mumpuni. Tak heran, pasalnya mobil ini ditawarkan dengan harga paling murah Rp 470 jutaan.

Teknologi i-ActiveSense juga telah dikembangkan yang merupakan pengendali semua fitur keselamatan di mobil-mobil Mazda. Pada Mazda CX-30, salah satu fitur keselamatan yang disematkan antara lain sistem Driver Monitoring.

Di dalam paket keselamatan fitur i-ActiveSense sendiri terdapat Adaptive front-lighting system, High-beam control (HBC), Blind Spot Monitoring (BSM) and Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Lane Departure Warning System (LDWS), Lane Keep Assist System (LAS), Smart City Brake Support (Forward)(SCBS-F), Smart brake support (SBS) & Forward obstruction warning (FOW), Mazda radar cruise control (MRCC), Driver Attention Alert (DAA). Selain itu, masih ada fitur keselamatan lain seperti ABS, EBD, BA, DSC, TCS, HLA, dan ESS.

Fitur yang menggunakan kamera dan LED infrared dapat mengobservasi kondisi pengemudi saat berkendara sehingga mampu mengetahui tingkat kelelahan pengemudi. Jika fitur mendeteksi kondisi berkendara yang bahaya, sistem ini akan mengeluarkan bunyi peringatan untuk mengingatkan pengemudi dan bekerja bersama Smart Brake Support (SBS) untuk mengantisipasi kebutuhan pengereman yang lebih baik.

Mazda CX-30 untuk performa standarnya seperti berakselerasi, bermanuver, dan melakukan pengereman hadir dengan fitur Skyacitiv-Vehicle Architecture. Fitur diklaim memungkinkan para konsumen dapat memanfaatkan keseimbangan alami mobil ini.

Fitur lain seperti seri CX lainnya semisal G-Vectoring Control Plus (GVC Plus) juga hadir di Mazda CX-30. Fitur tersebut merupakan pengembangan fitur G-Vectoring Control (GVC) lanjutan sebagai bagian dari teknologi milik Mazda.

GVC Plus menambahkan kendali yaw moment langsung melalui rem. Hal ini memungkinkan mobil untuk dapat mengatasi manuver penghindaran darurat dengan lebih baik dan menawarkan pengendalian yang meyakinkan di berbagai situasi, termasuk saat perubahan lajur dengan kecepatan tinggi dan berkendara di jalan yang licin.

Varian dan Harga

Terkait harga dan varian, Mazda CX-30 Touring dipatok mulai harga paling murah di angka Rp 478,8 juta untuk varian Touring. Sementara Mazda CX-30 Touring soul red crystal atau machine grey (warna khusus) dibanderol Rp 482,8 juta.

Mazda CX-30 lainnya adalah varian GT. Varian ini lebih mahal dan berada di angka Rp 518,8 juta. Mazda CX-30 GT denhan warna soul red crystal atau machine grey dijual Rp 522,8 juta. Seluruh harga tersebut berstatus on the road Jakarta.

Pembeda varian Touring dan GT adalah pemilihan material interiornya. Varian GT disertai dengan material interior berlapis kulit sementara pada Touring hanya fabric. Satu lagi, varian GT dilengkapi dengan sunroof.

Foto-foto: Rian Alfianto/JawaPos.com

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto


Close Ads