alexametrics
Kaleidoskop Otomotif 2018

Evolusi Teknologi Kenyamanan dan Keamanan Kendaraan

23 Desember 2018, 07:00:29 WIB

JawaPos.com – Keamanan dan kenyamanan adalah menu utama yang harus disajikan dalam kendaraan. Keduanya dapat mempermudah serta menjamin keselamatan pengemudi dan penumpang.

Salah satu teknologi itu adalah adaptive Adaptive Cruise Control, merupakan teknologi pengembangan fitur pendahulunya Adaptive Cruise Control yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian pengemudi di Indonesia. Apa perbedaan antara Adaptive Cruise Control dan fitur pendahulunya? Berikut penjelasannya, Bro. 
 
Teknologi Adaptive Cruise Control diperlukan seseorang jika ia melakukan perjalanan jarak jauh dengan terus mempertahankan kecepatan sama, misalnya pada kecepatan 80 kilometer per jam. Menginjak pedal gas pada kedalaman yang sama secara terus-menerus dapat membuat kaki pegal. Dengan teknologi Adaptive Cruise Control, pengemudi cukup mengendarai mobil hingga kecepatan 80 kilometer per jam dan mengaktifkan Adaptive Cruise Control. Kaki pengemudi dapat dipindahkan dari pedal gas, dan mobil tetap melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam.
 
Adaptive Cruise Control akan menonaktifkan fungsinya jika pengemudi menginjak pedal rem karena mobil depan mengurangi kecepatan (lebih rendah dari 80 kilometer per jam), atau pengemudi menginjak pedal gas untuk menambah kecepatan. Pada teknologi Adaptive Cruise Control, pada saat pengemudi mengikuti kecepatan mobil yang berada di depannya yang melaju dengan kecepatan konstan 80 kilometer per jam dan mengaktifkan Adaptive Cruise Control maka mobilnya akan melaju dengan kecepatan yang sama 80 kilometer per jam.

Bedanya dengan Cruise Control biasa, pada saat mobil di depan mengurangi kecepatan, Adaptive Cruise Control akan mengurangi kecepatan sesuai dengan kecepatan mobil di depannya. Dan, akan kembali ke 80 kilometer per jam apabila mobil di depannya kembali ke kecepatan 80 kilometer per jam. Teknologi fitur Adaptive Cruise Control sangat ideal untuk stop-and-go traffic dan mobilitas pada jam sibuk.

Evolusi Teknologi Kenyamanan dan Keamanan Kendaraan
Ilustrasi teknologi Auto-Parking (autoevolution.)

Ada pula teknologi auto-parking. Kekhawatiran yang senantiasa muncul pada saat pengemudi harus memarkirkan mobilnya, tidak perlu terjadi lagi karena kini ada teknologi dapat membantu pengendara memarkirkan mobilnya dengan aman.

Selain teknologi Adaptive Cruise Control, Anda juga akan menemukan berbagai ragam teknologi otomotif terkini lainnya, mengingat teknologi yang dipajang di sana mencakup safety (keamanan), performa, dan comfortable (kenyamanan).

Kemacetan lalu lintas mendorong produsen mobil untuk melengkapi produknya dengan serangkaian teknologi yang membuat mengemudikan di kemacetan lalu lintas tetap aman dan nyaman.

Salah satu teknologi yang dipamerkan adalah Smart City Brake Support. Teknologi ini memungkinkan mobil menerapkan rem secara otomatis, apabila sensor menganggap mobil sudah terlalu dekat dengan mobil di depannya dan pengemudi tidak menginjak pedal rem.

Suguhan teknologi yang lain adalah blindspot monitoring. Berbekal perangkat ini, kehadiran kendaraan di area blind spot dapat diketahui pengemudi lewat peringatan yang muncul di bagian pinggir kaca spion samping kiri atau kanan, sesuai dengan keberadaan kendaraan itu di kiri atau kanan. Dengan demikian, potensi terjadinya kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin.
 
Teknologi lain, yang juga membantu pengemudi dalam kemacetan yakni teknologi automatic brake hold. Teknologi itu memungkinkan pengemudi tidak perlu secara terus-menerus menginjak pedal rem selama mobil berhenti. Dengan automatic brake hold, pengemudi cukup menginjak pedal rem hingga mobil berhenti, setelah itu injakan kaki pada pedal rem dapat dilepaskan. Mobil akan tetap berhenti. Mobil baru berjalan kembali ketika pengemudi menginjak pedal gas.
 
Teknologi ini amat berguna ketika mobil berhenti di jalan menanjak. Pengemudi dapat melepaskan kaki dari pedal rem tanpa perlu khawatir mobil akan mundur. Keadaan yang sama juga berlaku pada saat mobil berhenti jalan menurun. Mobil baru akan berjalan ketika pengemudi menginjak pedal gas. Kekhawatiran yang dialami pengemudi di masa lalu, saat berhenti di jalan yang menanjak sudah berlalu.
 
Dalam keadaan pengemudi secara tidak sengaja menginjak pedal gas dan pedal rem secara bersamaan, teknologi brake override akan mengambil alih dengan mengaktifkan pedal rem. Memundurkan mobil yang diparkir secara vertikal di jalan yang ramai merupakan tantangan sendiri.

Terkadang karena abai atau kurang fokus, pengemudi langsung memundurkan mobilnya tanpa mengetahui apakah ada kendaraan yang akan melintas di belakangnya. Dengan adanya fitur rear cross traffic alert, pengemudi dapat mengetahui apakah ada kendaraan yang akan melintas di belakangnya, dan dapat memundurkan mobil yang diparkir vertikal dengan aman.
 
Bagi Anda yang kerap direpotkan saat akan memarkir kendaraan, ada teknologi auto-parking car atau self-parking car. Berbekal alat ini pengemudi yang kesulitan ketika akan memarkirkan mobil, baik vertikal maupun horizontal, mobil akan membantu pengemudi memarkirkan mobilnya.

Selain itu dengan teknologi remote parking pilot, mobil dapat memarkirkan dirinya sendiri tanpa kehadiran pengemudi. Teknologi itu sangat berguna ketika akan memarkir mobil di garasi yang sempit. Jika pengemudi yang memarkirkan mobilnya, ia tidak dapat turun dari mobil karena pintu mobil tidak dapat dibuka. Dalam keadaan seperti itu, pengemudi cukup memosisikan mobil di depan garasi, turun dari mobil, dan menekan tombol remote parking pilot pada remote control. Teknologi akan memarkirkan mobil itu dengan sendiri dengan rapi.

Teknologi otomotif terkini tidak semua terdapat di Beyond Mobility Zone, beberapa teknologi dapat ditemui langsung di booth masing-masing merek, khususnya untuk mobil-mobil papan atas dan mobil-mobil papan tengah di Area GIIAS 2018.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/wzk/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Evolusi Teknologi Kenyamanan dan Keamanan Kendaraan