alexametrics

Pasar Otomotif Tengah Lesu, Mobil Premium Tetap Stabil

23 Agustus 2019, 20:02:00 WIB

JawaPos.com – Seluruh pelaku industri otomotif tanah air mengamini kalau pasar otomotif nasional tengah lesu. Sejak awal 2019 hingga kini, iklim industri otomotif tanah air belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Lesunya pasar otomotif nasional pada 2019 disebut sebagai dampak dari perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Selain imbas dari perang dagang, loyonya pasar otomotif Indonesia tahun ini juga dipengaruhi panasnya suhu politik di Indonesia bertepatan dengan pileg dan pilpres beberapa waktu lalu.

Meski pasar sedang loyo, diler BMW Tunas mengaku bahwa mereka tetap perform. Branch Manager BMW Tunas Tebet, Herwin menuturkan bahwa secara keseluruhan, Tunas Grup telah menjual sekitar 450-an mobil pada semester satu. “BMW Tunas tetap stabil,” ujar Herwin usai meluncurkan All New BMW 330i M Sport di Jakarta, Kamis (22/8) sore.

Herwin melanjutkan, lesunya pasar otomotif nasional pada semester satu 2019 akibat tahun politik tidak terlalu berpengaruh pada penjualan BMW di Tunas Grup. Dirinya pede mengungkapkan bahwa BMW Tunas menargetkan 1.000 unit penjualan sampai akhir 2019 ini.

Herwin optimistis pada semester dua ini penjualan akan bagus mengingat dirilisnya sejumlah model baru BMW pada ajang Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) Juli lalu. “Dengan adanya model-model baru, ada seri 3 terbaru, ada New X5, pasti akan sangat membantu penjualan kita sampai akhir tahun,” lanjut Herwin.

Dirinya juga menyebut, keluarga BMW Seri 3 menjadi tulang punggung penjualan BMW Tunas. BMW Seri 3 dikatakan Herwin menyumbang sekitar 30 persen angka penjualan di BMW Tunas.

Selain BMW Tunas, diler BMW lainnya yakni BMW Astra juga sempat mengatakan hal yang sama. Keluarga BMW Seri 3 disebut-sebut menjadi pilihan favorit penyuka brand asal Benua Biru itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, BMW Seri 3 dari diler BMW Astra malah tak hanya laris pada varian barunya. Mobil BMW Seri 3 used atau bekas pun disebut-sebut laris manis.

Sementara itu, lesunya pasar otomotif nasional juga sempat dikatakan oleh Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi. “Agenda politik di Indonesia tahun ini sangat krusial memengaruhi penurunan penjualan otomotif pada pertengahan tahun pertama 2019,” ucap Nangoi belum lama ini.

Sementara berdasarkan data Gaikindo, realisasi penjualan pada periode Januari hingga Juli 2019 masih lambat. Penjualan mobil tercatat hanya sebanyak 570.331 unit atau turun 13,75 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu. Hampir semua merek mencatatkan perlambatan penjualan dengan perlambatan terjadi sejak awal 2019.

Lexus NX 300 F Sport (Edy Pramana/JawaPos.com)

Meski data menunjukkan penurunan, merek mobil premium lainnya yang mengaku tetap perform adalah Lexus. Lexus beberapa waktu lalu di GIIAS 2019 memajang deretan mobil-mobil premium yang menyasar kalangan jetset tanah air.

Adrian Tirtadjaja, General Manager Lexus Indonesia di ajang GIIAS 2019, pernah mengatakan bahwa mobil mewah Lexus terjual sampai puluhan unit di pameran tersebut meskipun pasar otomotif nasional dikatakan sedang lesu. Adapun yang laris dari Lexus di GIIAS 2019 adalah mobil varian paling mahal yang dipajang yakni Lexus LX 570 yang dibanderol Rp 3,3 miliar lebih.

“Selama pameran, konsumen yang memesan Lexus LX 570 Sport sudah mencapai puluhan unit. Mobil dibanderol dengan harga sekitar Rp 3,345 miliar,” sebutnya.

Lexus LX 570 sendiri merupakan varian mobil Sport Utility Vehicle (SUV). Seperti sudah disinggung di atas, Lexus LX 570 Sport merupakan salah satu mobil dengan spesifikasi paling tinggi yang dihadirkan Lexus Indonesia di GIIAS 2019 dan didatangkan langsung dari Jepang. Inden mobil ini pun mencapai lima bulan.

Di tanah air, pemain mobil premium selain BMW dan Lexus, ada juga Mercedes-Benz. Beberapa merek Eropa lainnya yang juga debut dengan mobil premium antara lain adalah Volkswagen dan Audi. Merek lain seperti Ferrari, Lamborghini, Jeep, dan masih banyak lagi juga banyak berkontribusi terhadap mobil premium yang seliweran di jalan-jalan di Indonesia.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto


Close Ads