Kebiasaan Mengisi Tak Sampai Penuh Bikin Boros BBM, Mitos atau Fakta?

22 September 2022, 13:08:08 WIB

JawaPos.com – Masyarakat terutama kalangan bawah yang menggantungkan hidupnya sehari-hari menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil untuk mobilitas sudah dibuat pusing dengan harga BBM yang mahal. Tak hanya non-subsidi seperti Pertamax yang harganya tinggi, Pertalite yang sebelumnya lebih murah kini juga mahal.

Sebelumnya di angka Rp 7.650, kini Pertalite dijual di harga Rp 10.000 per liter. Sudah lebih mahal, Pertalite juga diisukan lebih boros, lebih cepat habis setelah kenaikan harga ini.

Pertamina dalam hal ini dituding curang dengan diam-diam mengurangi nilai RON yang secara tidak langsung bisa bikin konsumsi BBM jadi lebih boros. Menanggapi hal ini, sebelumnya Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting meyakini bahwa mutu dan spesifikasi BBM Pertalite yang dijual sudah sesuai.

Adapun standar dan mutu Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM RON 90 yang Dipasarkan Di Dalam Negeri. Ia menyebut batasan dalam spesifikasi Dirjen Migas yang menunjukkan tingkat penguapan pada suhu kamar diantaranya adalah parameter Reid Vapour Pressure (RVP).

“Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batasan yang diizinkan, yaitu dalam rentang 45-69 kPa (Kilopascal),” ungkap Irto.

Dia menjelaskan lebih lanjut, penguapan dapat berubah lebih cepat jika temperatur penyimpanan meningkat. Secara spesifikasi, batasan maksimum untuk penguapan Pertalite adalah 10 persen, dibatasi maksimal 74 derajat celsius.

Adapun produk Pertalite ada di suhu 50 derajat celcius. Artinya, pada saat temperatur 50 derajat celsius, BBM subsidi itu sudah bisa menguap hingga 10 persen.

Mitos yang berkembang lainnya adalah kebiasaan mengisi BBM yang turut memengaruhi konsumsi BBM itu sendiri. Konon katanya, kebiasaan mengisi BBM tak sampai penuh, atau dalam keadaan habis total turut membuat konsumsi BBM terasa makin bikin pusing.

Benarkah?

Dilansir dari MotorBiscuit, mitos tersebut tak sepenuhnya benar, tak sepenuhnya salah. Salah satu cara menjaga irama pengisian BBM (motor atau mobil) adalah jangan pernah membiarkan tangki kosong atau berada jauh di bawah 1/2 penuh.

Kenapa? Kondisi ini akan membuat bensin menguap lebih cepat saat tangki terisi udara yang memicu penguapan atau evaporasi BBM. Namun demikian, faktor penguapan sendiri tak serta merta.

Jumlah uap bensin sendiri tergantung pada jumlah udara di tangki dan suhu sekitar. Bisa saja dalam satu kondisi, bahkan dalam tangki yang hampir kosong sekalipun, rasio bensin cair dengan bensin uap stabil dan tidak ada bensin yang ‘hilang’.

Selain itu, pada kendaraan khususnya mobil masa kini juga telah dilengkapi dengan sistem pemulihan uap. Ini karena di beberapa negara yang memproduksi mobil, ada aturan juga terkait banyak uap bensin yang dapat dikeluarkan oleh pembuat mobil.

Sistem ini mengeluarkan udara dari tangki Anda, menangkap uap bensin, dan menyalurkannya ke mesin untuk dibakar. Jadi, tidak berubah begitu saja jadi udara yang menyebabkan bensin hilang sia-sia. Bahkan jika bensin menguap lebih cepat dalam tangki yang hampir kosong, uap bahan bakar itu tidak akan ‘hilang’ tetapi akan dibakar bersama bensin cair.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini: