alexametrics

Mengenal Teknologi Transmisi D-CVT yang Disematkan di New Sirion

22 Juni 2022, 07:37:23 WIB

JawaPos.com – Daihatsu New Sirion kini dilengkapi dengan transmisi D-CVT yang dapat meningkatkan akselerasi berkendara lebih responsif. D-CVT lengkapnya adalah Dual Mode Continuously Variable Transmission. Ini merupakan pengembangan dari teknologi CVT yang sudah ada, melalui mekanisme split gear dengan 1 set planetary gear.

Sistem kerjanya, penyaluran tenaga dari mesin mengombinasikan antara belt dengan planetary gear yang menyebabkan pada saat kecepatan rendah terasa lebih halus dan bertenaga. Sementara itu, pada saat kecepatan tinggi bisa lebih irit BBM.

Lantas, apa perbedaan di D-CVT dengan transmisi CVT konvensional? Pada teknologi D-CVT tidak hanya menggunakan puli dan sabuk baja saja. Di dalamnya juga disematkan rangkaian gigi dan tambahan gigi planet atau yang disebut planetary gear. Di Daihatsu, ini disebut sebagai split-gears system. Komponen inilah yang dalam sistem kerja bergantian. Sesuai namanya, Dual Mode, D-CVT memiliki dua cara kerja.

Sistem transmisi CVT bukanlah teknologi yang benar-benar baru. Namun, bisa dibilang sistem transmisi CVT ini adalah terobosan di industri otomotif, khususnya untuk kendaraan roda empat atau mobil. Seperti diketahui, sebelumnya mobil bertransmisi otomatis hanya mengandalkan transmisi AT atau A Torque Converter. Saat ini ada transmisi CVT.

Transmisi CVT berfungsi untuk menggerakkan transmisi sementara perubahan gigi rasio yang akan menyesuaikan berdasarkan putaran mesin. Pada sistem transmisi CVT, daya dari mesin disalurkan ke roda melalui sabuk baja yang menghubungkan drive pulley dan driven pulley yang didorong sistem pompa fluida. Sehingga tenaga yang disalurkan lebih sempurna pada dua roda yang menyesuaikan perubahan kecepatan dan torsi secara tepat. Hal ini membuat sistem perpindahan gigi di transmisi CVT sangat halus, tak ada hentakan seperti yang biasa dirasakan pada transmisi AT.

Transmisi CVT juga memiliki kelebihan dibanding transmisi AT konvensional karena mengandalkan sabuk baja dan puli. Pada transmisi CVT, friksi yang terjadi sangat sedikit sehingga terasa nyaman karena tidak ada hentakan. Selain itu, transmisi CVT bisa memberikan daya engine brake yang lebih besar, tanpa harus shifting termasuk pada saat jalanan menanjak.

Keunggulan lain dari transmisi CVT ini adalah kecilnya terjadi power loss yakni tidak membuang tenaga dan bahan bakar secara berlebih karena rpm lebih stabil. Bisa dikatakan menggunakan transmisi CVT akan lebih hemat bahan bakar.

Executive Coordinator Head of Product I Department PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Dendy Triyanto, menjelaskan bahwa transmisi CVT lebih sesuai dengan kebutuhan. “Transmisi CVT lebih irit jika dibandingkan AT. Saat di putaran tinggi, dengan transmisi CVT, kerja mesinnya tidak terlalu berat,” jelas Dendy, Selasa (21/6).

“Komparasi dengan CVT konvensional, D-CVT rasionya lebih panjang. Dalam artian, CVT konvensional hanya 6 AT, sementara transmisi D-CTV setara dengan 8 AT,” imbuh Dendy.

Sementara itu, Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), mengatakan bahwa D-CTV aktif ketika kecepatan 60 km per jam. “Teknologi CVT terbilang baru di indonesia. Sampai saat ini tidak ada keluhan. Penggantian oli setelah 80 km dengan oli khusus CVT. Asalkan rutin melakukan perawatan tentu bakal awet. Kuncinya adalah kuantitas dan kualitas oli. Ketika ada rembes atau bocor segera periksa. Terpenting adalah rutin dalam penggantian oli,” tegas Bambang.

Editor : Edy Pramana

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads