alexametrics

Jangan Sembarangan Menambal Ban Tubeless Bisa Fatal Akibatnya

22 Februari 2020, 00:07:52 WIB

JawaPos.com – Salah satu komponen penting kendaraan adalah ban, karena bila tak terawat dengan benar akan mengakibatkan hal yang sangat fatal. Karena kondisi ban bukan hanya memengaruhi kinerja dan kenyamanan kendaraan, namun juga keamanan berkendara di jalan.

Masalah yang sering terjadi adalah ban bocor, biasanya pemilik kendaraan yang menggunakan ban tubeless sering meremehkan bila terkena paku tapi angin pada ban belum berkurang. Ini sangat berbahaya menurut anager Training Dunlop, Bambang Hermanu Hadi.

“Bila terkena paku sebaiknya harus segera di tambal, meskipun angin pada ban belum berkurang. Akan tetapi bila dipakai dan kondisi ban berputar terus menerus bisa dimungkinkan paku yang menembus ban akan terlepas. Dan tekanan angin spontan keluar dengan tekanan yang tinggi dan ban bisa pecah, ini fatal,” ujarnya.

Bambang juga menambahkan kalau jumlah penambalan ban bocor tidak ada batasnya. Namun, yang harus diperhatikan pemilik kendaraan seberapa besar lubang akibat benda tajam pada ban tersebut.

“Lebar luka atau lubang pada ban maksimal 12 milimeter (mm). Bila lebih dari itu, ban tidak boleh ditambal, lebih baik ganti,” ujarnya kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.

Menurutnya bila ditambal menggunakan string, satu string hanya dapat menutup lubang sekitar 6 mm. Bila luka pada ban 12 mm bisa lebih dari dua sampai tiga string sehingga rentan terlepas.

Bila ban bocor lebih dari satu lubang, perhatikan jarak antar-lubang, jangan kurang dari 40 cm. Bambang menyarankan bila kurang dari itu dikhawatirkan luka akan menjalar dan tumbuh jadi satu. Ini bisa menyebabkan luka besar pada ban yang menyebabkan pecah ban.

Editor : Eko Putra

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads