alexametrics

DFSK Masih Terseok-seok Dibelakang Wuling

21 Juni 2021, 23:43:33 WIB

JawaPos.com – Tak bisa dipungkiri bila melihat Data Gaikindo menyebutkan bahwa angka penjualan mobil ritel mengalami penurunan hingga 19,3 persen atau sekitar 64.175 unit. Dipastikan semua merek mengalami hal ini, tak terkecuali salah satu produsen mobil asal Tiongkok yaitu merek DFSK.

Faktanya selama periode Januari hingga Mei 2021, DFSK hanya mampu menjual produknya secara ritel hanya 1.267 unit dengan market share sebesar 0,4 persen di periode yang sama.

Bila dirinci penjualan pada Januari 2021, penjualannya sebanyak 225 unit, Februari 247 unit, Maret 274 unit, dan April 301 unit. Empat bulan pertama menunjukkan peningkatan, namun memasuki Mei, penjualan menurun menjadi 229 unit.

Angka penjualan ritel DFSK merupakan hasil kumulatif dari penjualan pick-up DFSK Supercab, DFSK Glory 560, DFSK Glory 580, DFSK Glory i-Auto, van (termasuk blind van) DFSK Gelora. Ada lima model yang dijajakan oleh PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek DFSK di Indonesia.

Bisa dimaklumi pada saat bulan Mei 2021 terjadi penurunan, hal ini disebabkan banyaknya hari libur. Apalagi pasca lebaran dana konsumen banyak digunakan untuk rayakan lebaran, ini berdampak penjualan di diler-diler DFSK.

Akan tetapi penjualan DFSK masih tertinggal jauh dengan Wuling Motors yang sama sama merek Tiongkok. Bahkan dua merek ini mulai masuk dan menggarap pasar Indonesia di tahun yang sama, yakni 2017.

Sayangnya hingga akhir catur wulan pertama tahun ini (tepatnya April) penjualan DFSK masih belum semoncer Wuling.

Sedangkan Wuling Motors mampu mengungguli DFSK untuk retail sales atau penjualan dari diler ke konsumen dengan membukukan 8.314 unit atau berkontribusi 2,6 persen. Bika dijabarkan, Wuling berhasil mendistribusikan produknya sebanyak 1.010 unit di Januari, 861 unit Februari, 1.778 unit Maret, 2.426 unit April, dan 2.239 unit Mei.

Wuling Motors Indonesia menyajikan beberapa model yaitu Wuling Confero, Wuling Cortez, SUV Wuling Almaz (termasuk varian Wuling Almaz RS), serta minibus (dan blind van) Wuling Formo.

Ini artinya, dari segi jumlah model yang ditawarkan Wuling dan DFSK tidak jauh berbeda, walaupun DFSK mempunyai pick-up Supercab.

Sudah memasuki tahun ke-4 menjajakan produk di Indonesia DFSK masih belum mampu mengimbangi rekan senegaranya, apalagi merek-merek dari negara Jepang atau lainnya. Ini artinya perlu sebuah strategi yang jitu agar bisa meraih pasar, baik itu afters sales atau lainnya.

Harus diakui, merek DFSK masih kurang “terdengar” di konsumen Indonesia, berbeda dengan Wuling. Bila bicara teknologi antara DFSK dan Wuling tidak berbeda jauh dalam penyajiannya.

Editor : Dony Lesmana Eko Putra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads