alexametrics

Segmen Kendaraan Niaga Ditarget Melaju di Semester Dua

21 Mei 2019, 20:39:50 WIB

JawaPos.com – Tahun politik membuat dua usaha memilih wait and see. Dampaknya setidaknya dirasakan produsen kendaraan niaga. Mistubishi Fuso sebagai salah satu agen pemegang merk kendaraan niaga menyebut penjualan mereka melandai hingga 19 persen pada April 2019. Di tengah pasar yang melesu, mereka tetap optimistis memasuki semester dua pasar akan pulih dan mentargetkan mampu tumbuh 5 persen tahun ini. Segmen fleet disebut menjadi kontributor penting pertumbuhan pasar niaga.

Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) Duljatmono menegaskan bahwa penjualan Fuso Januari-April 2019 tercatat sebesar 13.432 unit. Angka tersebut melandai dibandingkan dengan tahun lalu di periode sama yakni 16.721 unit. Meskipun mengalami menurunan, Duljatmono masih menganggap kondisi itu masih wajar mengingat pada musim politik diprediksi pengusaha atau industri besar pasti akan menahan belanja.

”Berharap bisa meningkat di semester kedua nanti. Sekarang kondisinya masih baik sebenarnya tapi tertahan oleh situasi pemilu, nanti setelah pemilu baru start lagi,” ujar Duljatmono, di acara Handover Ceremony Mobile Workshop Service, kemarin (20/5).

Menurut Duljatmono, secara tradisi, komposisinya penjualan memang biasanya lebih tinggi semester dua. Untuk tahun ini, Fuso memprediksi semester dua akan menymbangkan sekitar 53-55 persen kontribusi penjualan. ”Tidak hanya penjualan Mitsubishi Fuso saja yang turun, penjualan kendaraan niaga all brand nasional juga turun sekitar 16,3 persen,” bebernya.

Optimistis Fuso akan permintaan pasar kendaraan niaga di semester II 2019, didorong oleh kepastian politik yang akan menggerakkan kembali pembangunan proyek-proyek infrastruktur, logistik, dan produksi dari agribisnis terutama minyak sawit mentah (CPO). “CPO itu pembangkit pertumbuhan ekonomi di daerah terutama di Sumatera dan Kalimantan. Pada Juli biasanya produksi CPO naik, dan dampaknya mereka beli kendaraan,” urainya.

Berdasar data Fuso, mengatakan sektor komoditas yang dimotori CPO memberi kontribusi sekitar 10 persen pada penjualan Mitsubishi Fuso, setelah kontributor terbesar dark sektor logistik yang mencapai 50-55 persen. Sementara infrastruktur memberi kontribusi sekitar 7 persen dan tambang 5 persen. Mengenai kontribusi produk, penjualan Mitsubishi Fuso masih dipimpin oleh Light Duty Truck (LDT) COLT FE 74. Berdasarkan data Januari-April sebanyak 11.835 unit LDT terjual dari total penjualan 13.432 di tahun 2019 ini.

Fuso menegaskan bahwa tahun ini pihaknya mentargetkan penjualan sebesar 55 ribu unit sampai akhir tahun. Sektor fleet menjadi kontributor yang penting bagi penjualan. Sebab, di segmen Medium Duty Truck misalnya, fleet menyumbangkan kontribusi hingga 80 persen.

Mengingat pentingnya pasar fleet tersebut, Duljatmon memaparkan bahwa Fuso berusaha meningkatkan layanan aftersales pada pelanggan fleet atau fleet customer. Salah satunya melalui kerjasama pengadaan Mobile Workshop Service (MWS) , yakni sebuah armada berisi peralatan servis yang memungkinkan pelanggan fleet dapat melakukan perawatan kendaraan tanpa harus ke bengkel.

“Penting sekali untuk efisiensi. Dengan MWS pengusaha bisa mengurangi downtime secara signifikan. Karena armada kita tersebar, akan sangat menghemat cost jika ada unit service yang bisa menjemput armada dimana saja,” ujar CEO B-Log Maickel Tilon, salah satu perusahaan mitra Fuso yang memiliki 2.500 armada. (agf)

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Agfi



Close Ads