Imbas Virus Korona, Jaguar Land Rover Hentikan Produksi di Inggris

21 Februari 2020, 04:07:34 WIB

JawaPos.com – Virus Korona membawa dampak nyata di sektor industri otomotif. Tak hanya di Tiongkok, dampak akibat virus Korona terhadap industri otomotif juga dirasakan sampai ke luar Tiongkok.

Kabar terbaru menyebut Jaguar Land Rover terpaksa menghentikan produksi di pabriknya di Inggris gara-gara virus Korona. Diberitakan Guardian, sebagaimana dilansir JawaPos.com pada Kamis (20/2), penutupan pabrik Jaguar Land Rover di Inggris lantaran kekurangan suku cadang atau komponen mobil dari Tiongkok.

Menurut Kepala Eksekutif Jaguar Land Rover Ralf Speth, pabrikan Inggris itu mungkin kehabisan komponen mobil di pabrik-pabrik Inggrisnya karena virus Korona. Penghentian produksi akan dimulai pada awal pekan depan.

“Kami aman untuk minggu ini (ketersediaan komponen) dan kami aman untuk minggu depan. Pada minggu ketiga kami memiliki bagian yang hilang,” kata Speth.

Dia menambahkan kalau hal tersebut memang diakibatkan pasokan komponen yang terhenti dari Tiongkok karena virus Korona. Diketahui, sejumlah aktivitas seperti perkantoran sampai industri di Tiongkok memang terhenti. “Kami telah menerbangkan part dari Tiongkok ke Inggris,” lanjut Speth.

Jaguar Land Rover diketahui mengoperasikan tiga pabrik di Inggris yang memproduksi hampir 400.000 kendaraan setiap tahun. Dalam sebuah pernyataan, Speth menambahkan bahwa pabrikan mobil telah benar-benar menghentikan penjualan kendaraannya di Tiongkok.

“Virus Korona dapat berdampak pada kami dalam jangka menengah, kami bekerja sama dengan pemasok kami untuk meminimalkan dampak potensial,” tambah produsen mobil Inggris itu.

Jaguar Land Rover hanyalah salah satu dari banyak pabrikan mobil yang merasakan dampak akibat virus Korona. Pekan lalu, Fiat Chrysler Automobiles mengungkapkan akan menutup pabrik di Serbia karena kehilangan suku cadang dari Tiongkok.

Pejabat serikat buruh di Amerika Serikat (AS) juga telah menyatakan keprihatinan bahwa perusahaan seperti General Motors mungkin harus menghentikan produksi karena kekurangan suku cadang. Ya, lagi-lagi karena kekurangan pasokan komponen dari Tiongkok gara-gara virus Korona.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads