alexametrics

Toyota, Honda Tambah Investasi, Hyundai Bangun Pabrik Mobil Listrik

20 November 2019, 18:08:11 WIB

JawaPos.com – Jelang akhir tahun ini angka investasi di sektor industri otomotif akan bertambah. Hal ini diungkapkan langsung Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita setelah melakukan lawatan kerja ke Tokyo, Jepang.

Menperin melakukan one-on-one meeting dengan para pelaku industri skala besar saat di Jepang. Pada kegiatan one on one meeting di Tokyo, Menperin Agus telah bertemu sejumlah industri otomotif asal Negeri Sakura, antara lain dengan direksi Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Toyota Group, Daihatsu Motor Corporation, Hino Motor, Suzuki Motor Corporation, Isuzu Japan, dan Honda Motor.

Langkah ini seiring dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang memprioritaskan pengembangan industri otomotif di dalam negeri agar lebih berdaya saing global.

“Kami mendapat laporan tentang rencana ekspansi dari Toyota Group sebesar Rp28,3 triliun. Ini termasuk pengembangan Toyota, Daihatsu, dan Hino,” ungkapnya.

Investasi ini akan direalisasikan dalam periode lima tahun, yakni 2019-2023 untuk mengembangkan bisnis di Indonesia. Selain Toyota, Honda juga menyatakan ingin merealisasikan investasi sebesar Rp5,1 triliun pada periode 2019-2023 di Indonesia.

“Investasi tersebut untuk model baru dan pendalaman industri, lokalisasi dan sebagainya. Karena memang salah satu nilai positif dari Honda adalah menempatkan pusat penelitian dan pengembangannya di Indonesia,” papar Menperin.

Menperin juga menambahkan pihaknya mengajak para investor tersebut agar bisa membawa atau membangun pusat R&D-nya di Indonesia. “Kami jelaskan ada regulasi PP No 45/2019, yang memberikan fasilitas super deduction tax. Jadi, industri yang bangun R&D akan dapat super deduction tax sebesar 300%,” ujarnya.

Menperin juga mengharapkan kepada Krakatau Nippon Steel Sumikin (Nippon Steel Group) agar terus meningkatkan porsi baja canai gulung dingin lokal. Ini bertujuan agar tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sektor otomotif meningkat sekaligus bisa menekan impor.

“Misi kami bertemu dengan Nippon Steel agar Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) bisa meningkatkan porsi baja canai gulung dingin atau CRC (cold rolled coil),” tuturnya. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kemenperin untuk mencari substitusi barang sejenis yang diimpor dari Jepang sebagai bahan baku sektor otomotif.

Dalam kesempatan terpisah, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono sempat mengatakan dalam pertemuan dengan Menperin Agus, Toyota Group memberikan update ekspor yang mencapai 200.000 unit pada tahun 2018.

“Kami juga menyampaikan kembali kepada Pak Menteri mengenai komitmen Toyota Group sebesar Rp28,3 triliun,” ucapnya.

Selain pabrikan Jepang, kabarnya pabrikan otomotif asal Korea Selatan merek Hyundai juga akan melakukan investasi. Hyundai akan menggelontorkan USD 1 miliar atau Rp14 triliun yang akan akan digunakan untuk membangun pabrik mobil listrik di Indonesia.

Editor : Eko Putra



Close Ads