alexametrics

Kendaraan Komersial Garap E-Commerce

20 November 2019, 16:21:05 WIB

JawaPos.com – Pasar kendaraan komersial tahun ini penuh tantangan. Tercatat, sepanjang Januari hingga Oktober 2019, pasar ritel truk ringan kategori II terkoreksi hingga 16 persen. Market truk ringan kategori III turun hingga 25 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

“Bukan hanya karena harga komoditas batu bara dan sawit yang masih rendah, 2019 juga tahun politik yang penuh ketidakpastian. Pengusaha juga melakukan perencanaan ulang investasi karena ada regulasi overdimension and overload (ODOL) dan rencana pembatasan usia operasional kendaraan komersial,” ujar General Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Yohanes Pratama setelah sosialisasi dan edukasi Budaya Tertib Lalu Lintas kepada Pengguna Jalan Tol kepada 40 pengemudi truk dari berbagai asosiasi industri di Isuzu Training Center Harapan Indah, Bekasi, Selasa (19/11).

Untuk mengatasi situasi pasar seperti ini, lanjut dia, Isuzu harus melakukan diversifikasi pasar. Kali ini Isuzu tidak hanya berfokus pada customer di pasar komoditas, tetapi juga mulai aktif menggarap pasar logistik.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini, tren pembelanjaan e-commerce meningkat. Jadi, kami mulai arahkan ke sana. Termasuk ke general transporter dan segmen konstruksi,” kata Yohanes.

Sementara itu, tingginya kasus kecelakaan di jalan raya dan tol menimbulkan banyak kerugian. Selain jiwa, ada kerugian materi yang jumlahnya sangat besar. IAMI bersama PT Jasa Marga pun melakukan sosialisasi dan edukasi budaya tertib lalu lintas.

“Kegiatan ini sebagai salah bentuk tanggung jawab Isuzu Indonesia kepada masyarakat bahwa kami sebagai produsen kendaraan komersial tidak hanya menjual, tetapi juga bertugas memberi edukasi,” jelas Yohanes.

Para peserta merupakan perwakilan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin), serta beberapa perusahaan logistik maupun pengelola jalan tol lainnya.

Sales Support Department Head Sales Division PT IAMI Istadi yang mendampingi para peserta menyatakan, keselamatan merupakan faktor penting bagi perusahaan. “Seperti perusahaan logistik, mereka membawa barang dengan nilai tinggi. Jika kendaraan mereka mengalami kecelakaan, tentu berakibat besar dan merugikan perusahaan itu sendiri dan nama baik perusahaan,” ungkapnya.

Berdasar data Korlantas Polri yang diolah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jumlah kecelakaan kendaraan bermotor di jalan raya masih sangat tinggi. Pada 2018, ada 107.968 kecelakaan di jalan raya dengan 171.436 korban jiwa. Dari kecelakaan itu, terdapat kerugian Rp 212,14 miliar.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (agf/c14/oki)



Close Ads