alexametrics

Pasar Kendaraan Niaga Truk Alami Penurunan

18 Oktober 2019, 15:16:26 WIB

JawaPos.com – Pasar kendaraan niaga, khususnya truk, mengalami penurunan penjualan pada tahun ini. Banyak faktor yang mempengaruhinya yakni mulai dari adanya tahun politik hingga kurang bersahabatnya harga komoditi. Hal tersebut disampaikan oleh Deputy General Manager Sales Planning & Strategic Division PT Hino Motor Sales Indonesia Wibowo Santoso setelah pembukaan Hino Safety Driving Competition di Surabaya, Kamis (17/10).

Diaa menerangkan, secara total market di Indonesia, penjualan segmen truk kecil terkoreksi sekitar 18 persen. Sementara pasar truk besarnya juga turun 25 persen. Sehingga jika dirata-rata pasar truk secara keseluruhan menurun 20 persen.

”Ada beberapa indikator yang mempengaruhi. Seperti adanya momen pemilu pada semester pertama kemarin yang banyak membuat konsumen wait and see,” ungkap Wibowo.

Selain itu, faktor kurang baiknya ekonomi global yang ternyata mempengaruhi segmen pertambangan. Sebab, hal itu membuat harga komoditi menjadi turun. Ditambah lagi adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang sangat berpengaruh terhadap kinerja kendaraan komersil.

”Karena seperti batu bara di Indonesia kebanyakan diekspor ke Tiongkok. Saat ini ekonomi di Tiongkok itu tengah melambat, sehingga otomatis perdagangan batu bara terganggu dan kendaraan komersil terkena imbasnya. Sebab dalam produksinya menggunakan truk,” urainya.

Wibowo mengungkapkan, meskipun pasar kendaraan niaga sedang lesu, tetapi market share Hino justru mengalami peningkatan. Khusunya untuk produk truk kecil dengan merek Dutro. Tahun 2018 pangsa pasar Hino Dutro sekitar 20,5 persen. Tahun ini naik menjadi 21 persen. Memang pertumbuhannya sangat tipis. ”Tapi paling enggak kami tidak turun,” katanya.

Hanya saja, untuk penjualan segmen truk besar lewat produk Ranger, Hino ternyata juga mengalami kemerosotan. Tahun lalu angka penguasaan pasarnya mampu mencapai 64 persen. Tetapi tahun ini hanya 62 persen. Hal tersebut disebabkan pada tahun 2018 Hino mendapatkan big fleet atau pembelian dalam jumlah sangat besar.
”Tahun ini belum ada lagi yang melakukan big fleet. Meskipun begitu kami sampai sekarang masih menjadi market leader untuk kategori truk besar,” tegas Wibowo.

Demi menggenjot penjualan, menjelang akhir tahun ini Hino akan mengeluarkan produk truk baru yang dikhususkan untuk offroad. ”Akan segera kami launching,” imbuhnya.

Sementara itu, tujuan Hino melakukan kegiatan safety driving competition adalah untuk mengedukasi para pengemudi truk tentang bagaimana cara berkendara yang baik dan aman. Khususnya bagi yang menggunakan Hino. Menurut Wibowo, pihaknya sebagai agen pemegang merek (APM) tidak hanya menjual produk saja.

”Tapi kami juga punya tanggung jawab bagaimana menciptakan SDM yang bisa mematuhi aturan lalu lintas dan bisa selamat saat berkendara,” pungkasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Charina Marietasari


Close Ads